Genjot Rasio Wirausaha 10 Persen, Alumni EU Deklarasikan Komunitas MERCY di Makassar

  • Whatsapp
Sejumlah alumni Entrepreneur University (EU) dari berbagai angkatan berkumpul di Kampung Popsa pada Minggu (19/4) untuk meresmikan wadah yang diproyeksikan menjadi tulang punggung baru bagi ekosistem kewirausahaan lokal.

PELAKITA.ID – Upaya memperkuat struktur perekonomian Kota Makassar mendapat injeksi energi baru melalui deklarasi Makassar Entrepreneur Community (MERCY).

Sejumlah alumni Entrepreneur University (EU) dari berbagai angkatan berkumpul di Kampung Popsa pada Minggu (19/4) untuk meresmikan wadah yang diproyeksikan menjadi tulang punggung baru bagi ekosistem kewirausahaan lokal.

Inisiatif ini lahir dari kesadaran kolektif bahwa kemajuan sebuah kota berbanding lurus dengan jumlah pengusahanya.

Untuk mencapai standar sebagai kota yang sejahtera, para pemrakarsa MERCY menekankan perlunya komposisi wirausaha minimal 10 hingga 12 persen dari total populasi.

Target yang ambisius inilah yang menjadi landasan utama pergerakan komunitas di ibu kota Sulawesi Selatan ini.

Emir Paturusi, yang terpilih secara mufakat untuk menakhodai MERCY, menjelaskan bahwa komunitas ini akan berfungsi sebagai jembatan bagi para pelaku usaha.

“Kami ingin memastikan bahwa Makassar memiliki pilar kewirausahaan yang kuat. Dengan ekosistem yang kokoh, kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah ditopang secara mandiri,” ungkapnya di sela-sela pengumuman.

Entrepreneur University (EU) sendiri bukanlah nama baru dalam dunia bisnis Indonesia.

Didirikan oleh tokoh pionir Purdi E. Chandra sejak tahun 1999, lembaga ini telah mencetak ribuan pengusaha di berbagai penjuru tanah air.

Kini, semangat dan metode pengembangan bisnis yang telah teruji tersebut siap terintegrasi secara mendalam dengan potensi lokal yang ada di Makassar.

Melalui MERCY, metode-metode praktis dari EU akan disalurkan melalui jejaring yang lebih terorganisir. Hal ini bertujuan agar para pengusaha di Makassar tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan berada dalam satu gerbong yang memiliki arah yang jelas

. Integrasi antara pengalaman nasional dan kearifan lokal diharapkan mampu menciptakan model bisnis yang tangguh.

MERCY telah menyiapkan serangkaian agenda strategi untuk langsung tancap gas setelah deklarasi ini. Fokus utamanya mencakup penguatan jejaring bisnis antar anggota, pemberian pendampingan usaha yang berkelanjutan, hingga membuka peluang kolaborasi lintas sektor.

Langkah-langkah ini dirancang untuk memicu lahirnya inovasi bisnis yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.

Di tengah perekonomian global, MERCY mendorong berbagi sumber daya budaya atau berbagi sumber daya antar anggota.

Dengan semangat gotong royong ini, para pengusaha di Makassar diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu meningkatkan kelas secara kolektif. Inilah misi besar yang ingin diwujudkan MERCY sebagai pilar ekonomi di Kota Daeng.

Masmulyadi. salah satu pendiri MERCY (dok: Istimewa)

___
Penulis Mas Mulyadi