Forkom Nelangsa Gelar Rembug Nasional, Mustain Terpilh sebagai Ketua 2025-2029

  • Whatsapp
Rembug Nasional tahun ini dihadiri oleh 42 perwakilan simpul Forkom Nelangsa dari berbagai daerah, termasuk Provinsi Lampung, Kabupaten Jepara, Lamongan, Rembang, Pati, Maros, Pangkep, serta perwakilan nelayan dari Demak, Semarang, Pemalang, Tegal, Brebes, Bekasi, Indramayu, dan Cirebon.

Pertemuan dua hari tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, salah satunya terpilihnya kembali Mustain sebagai Ketua Forkom Nelangsa untuk periode 2025–2030

PELAKITA.ID – Forum Komunikasi Nelayan Rajungan Nusantara (Forkom Nelangsa) menggelar Rembug Nasional di Jepara pada 2 dan 3 Desember 2025.

Kegiatan ini mengusung tema “Nelayan Rajungan Bersatu, Berdaya, dan Patuh Regulasi: Bersama Mewujudkan Kesejahteraan Nelayan dan Perikanan Rajungan Lestari.”

“Tujuan utamanya adalah memperkuat sinergi antar nelayan rajungan di seluruh Indonesia serta mendorong terwujudnya perikanan rajungan yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memberikan manfaat sosial ekonomi bagi nelayan,” kata Mustain, salah satu pilar Forkom Nelangsa melalui rilis ke Pelakita.ID, Kamis, 4 Desember 2025.

Rembug Nasional tahun ini dihadiri oleh 42 perwakilan simpul Forkom Nelangsa dari berbagai daerah, termasuk Provinsi Lampung, Kabupaten Jepara, Lamongan, Rembang, Pati, Maros, Pangkep, serta perwakilan nelayan dari Demak, Semarang, Pemalang, Tegal, Brebes, Bekasi, Indramayu, dan Cirebon.

Pertemuan dua hari tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, salah satunya terpilihnya kembali Mustain sebagai Ketua Forkom Nelangsa untuk periode 2025–2030

Pertemuan dua hari tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, salah satunya terpilihnya kembali Mustain sebagai Ketua Forkom Nelangsa untuk periode 2025–2030.

Forkom juga menyusun draf program kerja lima tahunan yang berfokus pada penguatan dan pengembangan organisasi,

Kemudian, pengembangan program konservasi lingkungan, advokasi kebijakan berpihak pada nelayan kecil; dan pengembangan usaha menuju kemandirian Forkom.

Dalam sambutannya, Mustain, ketua Forkom Nelangsa menyatakan komitmen pihaknya untuk memperkuat perjuangan untuk kesejahteraan nelayan rajungan Indonesia.

Ia menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya rajungan yang berkelanjutan, termasuk penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, karantina rajungan bertelur, serta perlindungan spesies dilindungi seperti mamalia laut.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pemangku kebijakan. Haryo Topo Yuwono, Ketua Tim Kerja Pengukuran dan Pendaftaran Kapal Perikanan, Direktorat Kapal dan Alat Penangkapan Ikan KKP yang menyampaikan materi tentang peran Buku Kapal Perikanan Elektronik Nelayan Kecil (E-BKP NK) dalam mendukung penerbitan dokumen ekspor seperti Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) dan Certificate of Admissibility (CoA).

Haryo menegaskan bahwa Forkom Nelangsa memiliki peran strategis dalam mengorganisir nelayan skala kecil sehingga proses pendaftaran kapal dan administrasi dapat berjalan lebih cepat dan tertib. Ia juga menyatakan dukungan penuh dan kesiapan untuk berkolaborasi ke depan.

Forkom juga menyusun draf program kerja lima tahunan yang berfokus pada penguatan dan pengembangan organisasi, 

Selain itu, hadir Zulfikar, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Sumber Daya Ikan Berbasis WPPNRI dari Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan KKP, yang membawakan materi terkait peran pemangku kepentingan dalam pengelolaan perikanan rajungan berkelanjutan.

Ia menyambut baik peran aktif Forkom dalam pengelolaan perikanan baik di tingkat WPP maupun nasional, serta berharap rekomendasi pertemuan ini dapat disampaikan dalam forum pengelolaan di tingkat WPP. Kurniawan, Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Jawa Tengah, turut memberikan paparan mengenai dukungan pemerintah provinsi terhadap penguatan kapasitas nelayan serta pelestarian sumber daya ikan.

Tentang Forkom Nelangsa

Forum Komunikasi Nelayan Rajungan Nusantara adalah organisasi yang mewadahi nelayan rajungan di Indonesia. Forkom memiliki visi mendukung pengelolaan perikanan rajungan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan memastikan tersalurkannya aspirasi nelayan serta pelaku usaha rajungan.

Misinya mencakup peningkatan kesejahteraan nelayan beserta keluarganya serta memastikan pemanfaatan sumber daya rajungan dilakukan secara berkelanjutan sebagai sumber mata pencaharian utama. Forkom didirikan pada Maret 2020.

Redaksi