PELAKITA.ID – CAMBA, 7 NOVEMBER 2026 – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-44 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin, seluruh Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS), Departemen Manajemen Rumah Sakit, FKM Universitas Hasanuddin, menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di UPTD SDN 19 Camba, Lingkungan Tobonggae, Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 7 November 2026.
Mengusung semangat “Berdaya, Berdampak, Mendunia”, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mewujudkan kontribusi akademik yang berorientasi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Melalui pendekatan promotif dan preventif, kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran tenaga pendidik mengenai Diabetes Melitus (DM) dan hipertensi, sekaligus memberikan kesempatan untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan dan konsultasi medis secara langsung.
Meningkatkan Kesadaran Kesehatan melalui Edukasi Diabetes Melitus dan Hipertensi
Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 09.40 WITA dengan penyuluhan kesehatan mengenai Diabetes Melitus dan hipertensi yang dibawakan oleh dr. Tri Octaviyani Djaman. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para guru mengenai pentingnya mengenali dan mencegah penyakit tidak menular yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan serta kualitas hidup.
Dalam penyampaian materi, para guru diberikan edukasi mengenai pengertian Diabetes Melitus dan hipertensi, faktor risiko, tanda dan gejala, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat sebagai salah satu langkah pencegahan dan pengendalian kedua penyakit tersebut.
Melalui penyampaian materi ini, peserta diajak untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular.
Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif berupa sesi tanya jawab seputar materi yang telah disampaikan. Para guru UPTD SDN 19 Camba terlihat antusias dan aktif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan.
Beberapa guru juga turut mengajukan pertanyaan mengenai Diabetes Melitus, sehingga tercipta suasana edukasi yang interaktif dan komunikatif. Sesi ini menjadi sarana bagi peserta untuk mengingat kembali materi sekaligus memperdalam pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Pemeriksaan Kesehatan dan Konsultasi Medis bagi Tenaga Pendidik
Sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan tenaga pendidik, kegiatan dilanjutkan pada pukul 10.04 WITA dengan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi medis bagi para guru. Pelayanan ini dilakukan oleh dr. Moh. Aghief Dzulnasri dengan dibantu oleh Ns. Eden Rionanda Popang, S.Kep., dan Ns. Andi Riezta Ameliana, S.Kep.
Dalam pelaksanaannya, para guru memperoleh kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan serta berkonsultasi secara langsung mengenai kondisi kesehatan masing-masing.
Melalui sesi konsultasi tersebut, peserta juga mendapatkan edukasi dan arahan medis mengenai penanganan kesehatan serta penggunaan obat yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran tenaga pendidik terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan dan konsultasi dengan tenaga medis. Dengan adanya pelayanan tersebut, para guru diharapkan dapat lebih memahami kondisi kesehatannya serta semakin memperhatikan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.
Menghadirkan Kontribusi Akademik bagi Kesehatan Masyarakat
Kegiatan penyuluhan Diabetes Melitus dan hipertensi serta pemeriksaan kesehatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif.
Lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pendidikan, tetapi juga merupakan ruang penting dalam membangun kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan, termasuk bagi tenaga pendidik.
Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Angkatan 13 Tahun 2026 untuk mengimplementasikan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama proses pendidikan ke dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui edukasi dan pelayanan kesehatan, mahasiswa turut mengambil peran dalam mendukung peningkatan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru UPTD SDN 19 Camba semakin memahami pentingnya mengenali faktor risiko Diabetes Melitus dan hipertensi, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-44 FKM Universitas Hasanuddin, kegiatan ini menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya dikembangkan dalam ruang akademik, tetapi juga perlu diwujudkan melalui kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Berdaya melalui ilmu pengetahuan, berdampak melalui pengabdian, dan mendunia melalui kontribusi nyata.
BERDAYA, BERDAMPAK, MENDUNIA.
“Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sejak Dini: Pengabdian kepada Masyarakat Gelar Penyuluhan dan Praktik Menyikat Gigi Bersama Anak Sekolah di UPTD SDN 19 Camba”
Camba, 7 November 2026 – Sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan derajat kesehatan sejak usia dini, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di UPTD SDN 19 Camba yang berlokasi di Lingkungan Tobonggae, Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros. Kegiatan ini mengangkat tema edukasi kesehatan gigi dan mulut bagi anak-anak sekolah. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, memahami cara menyikat gigi yang benar, serta membiasakan perilaku menjaga kesehatan gigi dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan dan kuis sederhana kepada peserta mengenai kebiasaan menyikat gigi. Anak-anak diberikan pertanyaan mengenai berapa kali mereka menyikat gigi dalam sehari sebagai bentuk pengenalan awal terhadap kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan yang dibawakan oleh dr. Aves Ardheansa Septuaginta.
Dalam penyampaian materi, peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya menyikat gigi secara rutin serta cara menyikat gigi yang benar. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami dan diterapkan oleh anak-anak. Untuk meningkatkan antusiasme serta mempermudah peserta dalam mengingat materi, kegiatan juga diselingi dengan bernyanyi bersama melalui lagu mengenai cara menyikat gigi. Melalui metode tersebut, anak-anak diajak untuk memahami bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan kebiasaan penting yang perlu dilakukan setiap hari.
Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan, kegiatan diakhiri dengan permainan edukatif berupa sesi tanya jawab dan kuis. Dalam sesi tersebut, Esa diberikan pertanyaan mengenai jumlah langkah mencuci tangan yang benar, sedangkan Madina mendapatkan pertanyaan mengenai frekuensi dan waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Madina menjawab bahwa menyikat gigi dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari. Sesi kuis ini berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta untuk mengingat kembali materi kesehatan yang telah disampaikan.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan praktik menyikat gigi bersama yang ditujukan kepada siswa kelas 1–3. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman secara langsung kepada anak-anak dalam mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar berdasarkan edukasi yang telah diberikan sebelumnya. Selain praktik menyikat gigi, kegiatan juga dilengkapi dengan permainan (game) untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan serta meningkatkan keterlibatan dan semangat peserta selama mengikuti kegiatan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pengabdian kepada Masyarakat tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi kesehatan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mempraktikkan secara langsung kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran anak-anak UPTD SDN 19 Camba mengenai pentingnya menyikat gigi dua kali sehari, yaitu pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, serta menerapkan teknik menyikat gigi yang benar dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung upaya promotif dan preventif di lingkungan pendidikan, khususnya melalui peningkatan pengetahuan dan pembentukan kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini.
Cegah Kuman, Biasakan Hidup Bersih dan Sehat Sejak Dini: Pengabdian kepada Masyarakat Gelar Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi Anak Sekolah di UPTD SDN 19 Camba
Camba, 7 November 2026 – Sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan derajat kesehatan sejak usia dini, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di UPTD SDN 19 Camba yang berlokasi di Lingkungan Tobonggae, Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros. Kegiatan ini memberikan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada anak-anak sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, khususnya kebersihan tangan, serta membiasakan perilaku mencuci tangan dengan benar sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran kuman dan penyakit.
Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 09.30 WITA dengan edukasi PHBS yang dibawakan oleh dr. Annisa Nurul Alifiah Nurdin. Kegiatan dimulai dengan perkenalan dan permainan interaktif untuk membangun kedekatan serta menciptakan suasana yang menyenangkan antara pemateri dan peserta. Selanjutnya, anak-anak diajak mengikuti kuis cepat bertema “Siapa Monster Tak Kasat Mata di Tangan Kita?” sebagai pengantar untuk mengenalkan keberadaan kuman yang tidak dapat dilihat secara langsung serta pentingnya menjaga kebersihan tangan.
Dalam penyampaian materi, edukasi dikemas secara kreatif melalui beberapa tema menarik yang mudah dipahami oleh anak-anak. Materi pertama mengangkat tema “Awas! Kuku Panjang adalah Markas Rahasia Kuman” yang menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan dan memotong kuku secara rutin karena kotoran dan kuman dapat menempel di sela-sela kuku. Selanjutnya, materi “Persiapkan Senjata dan Kenali Waktu Serangan” memberikan pemahaman mengenai pentingnya mempersiapkan perlengkapan untuk mencuci tangan serta mengenali waktu-waktu penting untuk mencuci tangan guna mencegah penyebaran kuman.
Edukasi kemudian dilanjutkan dengan materi “Keluarkan Jurus 6 Langkah Ajaib” yang mengajarkan enam langkah mencuci tangan dengan benar. Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan juga diselingi dengan bernyanyi bersama melalui lagu “Tangan Bersih, Badan Sehat”. Melalui pendekatan edukasi yang interaktif, anak-anak diajak untuk tidak hanya memahami materi, tetapi juga mengingat dan membiasakan langkah-langkah mencuci tangan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan meningkatkan antusiasme peserta, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking berupa permainan “Tepuk Tangan Diam” dan “Berikan Haaa”. Permainan tersebut menjadi sarana interaksi sekaligus membangun semangat anak-anak selama mengikuti kegiatan edukasi.
Melalui kegiatan ini, Pengabdian kepada Masyarakat tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi kesehatan, tetapi juga menjadi upaya membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami. Diharapkan anak-anak UPTD SDN 19 Camba dapat lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan kuku dan tangan, mengetahui waktu yang tepat untuk mencuci tangan, serta mampu menerapkan enam langkah mencuci tangan dengan benar dalam aktivitas sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung upaya promotif dan preventif di lingkungan pendidikan, khususnya melalui peningkatan pengetahuan dan pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak usia sekolah.









