Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sejak Dini melalui Penyuluhan dan Praktik Menyikat Gigi di UPTD SDN 19 Camba

  • Whatsapp
dr. Aves Ardheansa Septuaginta memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut kepada siswa UPTD SDN 19 Camba.

PELAKITA.ID – CAMBA, 7 NOVEMBER 2026 – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-44 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin, seluruh Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS), Departemen Manajemen Rumah Sakit, FKM Universitas Hasanuddin, menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di UPTD SDN 19 Camba, Lingkungan Tobonggae, Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 7 November 2026.

Mengusung semangat “Berdaya, Berdampak, Mendunia”, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Melalui pendekatan promotif dan preventif, kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran anak-anak mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta membentuk kebiasaan menyikat gigi dengan benar sejak usia sekolah.

Membangun Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sejak Dini

Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan dan kuis sederhana kepada peserta mengenai kebiasaan menyikat gigi. Anak-anak diberikan pertanyaan mengenai frekuensi menyikat gigi dalam sehari sebagai bentuk pengenalan awal terhadap kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan yang dibawakan oleh dr. Aves Ardheansa Septuaginta.

Dalam penyampaian materi, anak-anak diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut serta cara menyikat gigi yang benar.

Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh yang perlu dijaga sejak usia dini.

Untuk meningkatkan antusiasme peserta sekaligus mempermudah pemahaman terhadap materi, kegiatan juga diselingi dengan bernyanyi bersama melalui lagu mengenai cara menyikat gigi.

Pendekatan ini dilakukan agar anak-anak dapat memahami dan mengingat pesan kesehatan dengan cara yang menyenangkan. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk menjadikan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

Mengukur Pemahaman melalui Permainan Edukatif dan Kuis Interaktif

Untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif berupa sesi tanya jawab dan kuis.

Dalam sesi tersebut, Esa diberikan pertanyaan mengenai jumlah langkah mencuci tangan yang benar, sedangkan Madina mendapatkan pertanyaan mengenai frekuensi dan waktu yang tepat untuk menyikat gigi.

Dalam kesempatan tersebut, Madina menjawab bahwa menyikat gigi dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari.

Sesi kuis berlangsung secara interaktif dengan melibatkan anak-anak untuk mengingat kembali informasi kesehatan yang telah disampaikan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk membangun keberanian peserta dalam menjawab pertanyaan dan berpartisipasi selama proses edukasi berlangsung.

Praktik Menyikat Gigi Bersama sebagai Bentuk Pembelajaran Langsung

Sebagai tindak lanjut dari penyuluhan yang telah diberikan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik menyikat gigi bersama yang ditujukan kepada siswa kelas 1–3.

Praktik ini bertujuan memberikan pengalaman secara langsung kepada anak-anak dalam mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar berdasarkan materi edukasi sebelumnya.

Melalui kegiatan praktik tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menerapkan informasi yang telah dipelajari.

Selain praktik menyikat gigi, kegiatan turut dilengkapi dengan permainan (game) untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan serta meningkatkan keterlibatan dan semangat peserta selama mengikuti kegiatan.

Menghadirkan Kontribusi Akademik bagi Kesehatan Anak Sekolah

Kegiatan penyuluhan dan praktik menyikat gigi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung upaya promotif dan preventif di lingkungan pendidikan. Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada anak, termasuk dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Angkatan 13 Tahun 2026 untuk mengimplementasikan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama proses pendidikan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui pendekatan edukasi yang interaktif dan praktik langsung, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang bermanfaat bagi anak-anak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa UPTD SDN 19 Camba semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, membiasakan menyikat gigi dua kali sehari, yaitu pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, serta menerapkan teknik menyikat gigi yang benar dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-44 FKM Universitas Hasanuddin, kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa edukasi kesehatan sejak usia dini merupakan investasi penting dalam membangun generasi yang lebih sehat dan peduli terhadap kebersihan diri.

Berdaya melalui ilmu pengetahuan, berdampak melalui pengabdian, dan mendunia melalui kontribusi nyata.

BERDAYA, BERDAMPAK, MENDUNIA.