MKTI Sulsel dan BPHL Wilayah XV Makassar Gelar FGD Multipihak, Prof Yusran Jusuf Dorong Agenda Hutan Lestari dan Produktif

  • Whatsapp
Ketua MKTI Sulawesi Selatan, Prof. Yusran Jusuf, menempatkan forum ini sebagai ruang penting untuk mempertemukan beragam perspektif dalam pengelolaan sumber daya hutan.

PELAKITA.ID – MAKASSAR — Pengelolaan hutan yang lestari dan produktif membutuhkan kolaborasi multipihak, pendekatan berbasis pengetahuan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara fungsi ekologis dan manfaat ekonomi.

Semangat inilah yang akan mewarnai Forum Group Discussion (FGD) Multipihak yang akan diselenggarakan Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XV Makassar bersama Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI) Sulawesi Selatan.

Forum bertema “Pengelolaan Hutan Lestari untuk Peningkatan Produktivitas Hutan, Ketahanan Ekosistem dan Kesejahteraan Masyarakat dalam Mendukung Aksi Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan” tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 November 2026, di Swiss-Belinn Panakkukang Makassar, Jalan Boulevard Nomor 55.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WITA ini akan mengagendakan pemetaan isu-isu prioritas dan perumusan Agenda Aksi Hutan Lestari dan Produktif. Registrasi peserta dijadwalkan berlangsung mulai pukul 12.30 WITA.

Ketua MKTI Sulawesi Selatan, Prof. Yusran Jusuf, menempatkan forum ini sebagai ruang penting untuk mempertemukan beragam perspektif dalam pengelolaan sumber daya hutan.

Hutan tidak semata-mata dipandang sebagai sumber daya ekonomi, tetapi juga sebagai sistem ekologis yang menopang kehidupan masyarakat, menjaga tata air, mempertahankan kualitas lingkungan, dan menghadapi ancaman perubahan iklim.

“Pengelolaan hutan lestari harus mampu mempertemukan kepentingan ekologis, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat. Kita membutuhkan kerja bersama yang tidak berhenti pada diskusi, tetapi melahirkan agenda aksi yang konkret, terukur, dan dapat dijalankan oleh para pemangku kepentingan,” demikian pandangan Prof. Yusran Jusuf.

Menurut perspektif tersebut, tantangan pengelolaan hutan saat ini bukan hanya bagaimana mempertahankan tutupan hutan, melainkan juga memastikan bahwa pemanfaatannya dilakukan secara bertanggung jawab.

Produktivitas hutan perlu dibangun tanpa mengabaikan daya dukung ekosistem, sementara masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hutan harus menjadi bagian penting dari proses pengelolaan dan penerima manfaatnya.

FGD ini dirancang dengan pendekatan partisipatif melalui prinsip “Semua Peserta adalah Pemateri”.

Setiap peserta diharapkan membawa kontribusi singkat, maksimal dua menit pada setiap putaran diskusi, berupa satu fakta atau data, satu persoalan, maupun satu praktik baik terkait kelestarian ekologis, produktivitas hutan, ekonomi hutan, dan kesejahteraan masyarakat.

Pendekatan tersebut membuka ruang bagi setiap peserta untuk menyampaikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari lapangan. Dengan demikian, forum tidak hanya menjadi tempat bertukar gagasan, tetapi juga proses membangun pemahaman bersama mengenai persoalan prioritas dan peluang aksi kolaboratif di sektor kehutanan.

Pengurus MKTI Sulawesi Selatan mengundang pimpinan dan mitra kehutanan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Pelakita.ID Apresiasi Undangan Forum Multipihak

Founder Pelakita.ID dan maritimeposts.com, Kamaruddin Azis, menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan kepada Pelakita.ID untuk menghadiri forum tersebut.

Menurutnya, pelibatan media dalam ruang dialog multipihak menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman publik mengenai pengelolaan sumber daya alam, khususnya kehutanan dan konservasi tanah serta air.

“Undangan ini kami apresiasi sebagai bentuk kepercayaan sekaligus kesempatan bagi media untuk memahami lebih dekat isu-isu kehutanan. Pengelolaan hutan lestari bukan hanya urusan pemerintah atau kalangan teknis, melainkan kepentingan bersama yang perlu dikomunikasikan secara terbuka kepada masyarakat,” ujar Kamaruddin Azis.

Ia memandang bahwa media memiliki peran strategis dalam menghubungkan pengetahuan, kebijakan, praktik lapangan, dan kepentingan masyarakat.

Isu kehutanan, konservasi tanah dan air, serta mitigasi kebakaran hutan dan lahan membutuhkan pemberitaan yang tidak semata menyoroti persoalan, tetapi juga mengangkat praktik baik, inovasi, dan peluang kolaborasi.

Bagi Pelakita.ID, keterlibatan dalam forum seperti ini menjadi kesempatan untuk memperdalam perspektif mengenai hubungan antara kelestarian lingkungan, tata kelola sumber daya alam, dan kesejahteraan masyarakat. Media diharapkan dapat mengambil bagian dalam menyebarluaskan gagasan dan hasil diskusi yang relevan bagi kepentingan publik.

Merumuskan Aksi Bersama untuk Hutan Sulawesi Selatan

Melalui FGD multipihak ini, MKTI Sulawesi Selatan dan BPHL Wilayah XV Makassar diharapkan dapat membangun kesepahaman serta merumuskan agenda aksi yang lebih terarah dalam pengelolaan hutan.

Kolaborasi lintas sektor menjadi penting agar hutan tidak hanya dipertahankan sebagai penyangga ekologis, tetapi juga dikelola secara produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Hutan yang lestari membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan dan program. Ia memerlukan komitmen bersama, praktik pengelolaan yang bertanggung jawab, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara fungsi ekologis, produktivitas, dan kesejahteraan.

FGD ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat komitmen tersebut sekaligus melahirkan Agenda Aksi Hutan Lestari dan Produktif bagi Sulawesi Selatan.