MAKASSAR – Memahami lembaga negara tidak harus selalu melalui ruang-ruang formal dan diskusi yang kaku. Isu kebangsaan, konstitusi, dan kedaulatan rakyat justru bisa dibicarakan dengan lebih dekat melalui percakapan santai, sambil menikmati secangkir kopi.
Semangat itulah yang dihadirkan dalam kegiatan “Ngobrol Santai Bareng Deng Ical”, yang akan berlangsung pada Kamis, 5 November 2026, pukul 19.00 WITA, bertempat di Enreco Coffee, Jalan Bougenville, Panakkukang, Makassar.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. H. Syamsu Rizal MI, S.Sos., M.Si., yang lebih akrab disapa Deng Ical, dalam sebuah sarasehan kebangsaan yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dengan melibatkan seluruh anggota MPR RI.
Mengangkat tema “Mengenai MPR RI: Memahami Peran, Fungsi, dan Kewenangan MPR sebagai Rumah Kebangsaan, Pengawal Konstitusi, dan Penjaga Kedaulatan Rakyat”, forum ini menjadi ruang untuk mendiskusikan kembali posisi strategis MPR RI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pembicaraan mengenai MPR RI menjadi penting karena lembaga ini memiliki kedudukan konstitusional dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.
Pemahaman masyarakat mengenai fungsi, kewenangan, dan tanggung jawab MPR diperlukan agar kehidupan demokrasi tidak hanya dipahami sebagai proses politik elektoral, tetapi juga sebagai upaya menjaga konstitusi dan kedaulatan rakyat.
Melalui format ngobrol santai, Deng Ical diharapkan dapat membawa isu-isu ketatanegaraan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda dan komunitas perkotaan.
Pendekatan dialogis semacam ini membuka kesempatan bagi peserta untuk bertukar pandangan, menyampaikan pertanyaan, sekaligus memperluas pemahaman tentang demokrasi dan kebangsaan.
Enreco Coffee dipilih sebagai ruang perjumpaan yang menghadirkan suasana lebih cair dan akrab. Di tempat seperti ini, percakapan tentang negara, konstitusi, demokrasi, dan masa depan kebangsaan dapat berlangsung tanpa kehilangan kedalaman substansinya.
Lebih dari sekadar pertemuan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa merawat kebangsaan membutuhkan ruang dialog yang terbuka. Sebab, memahami negara bukan hanya urusan para penyelenggara pemerintahan, melainkan juga tanggung jawab warga negara.
Kebangsaan perlu dibicarakan, konstitusi perlu dipahami, dan kedaulatan rakyat perlu terus dijaga. Kali ini, semuanya dimulai dari sebuah percakapan santai bersama Deng Ical di Makassar.









