Dari Alitta, Yasidin Menitipkan Harapan dalam Setiap Butir Telur Bebek

  • Whatsapp
Yasidin dan ikhtiarnya (Ilustrasi Pelakita.ID)

Merawat anak-anak setelah kepergian Tenriyati, alumni Smansa Makassar angkatan 95, Yasidin memilih bertahan dan membangun usaha ternak bebek di kampung halaman. Kini, telur-telur bebek dari Alitta, Pinrang, ia jajakan melalui jejaring alumni Smansa 95 hingga keluarga besar Universitas Hasanuddin.

PELAKITA.ID – Ada banyak cara seorang ayah menjaga kehidupan keluarganya tetap berjalan. Bagi Yasidin, jawabannya adalah tetap bekerja, merawat anak-anak, dan mengembangkan usaha yang bisa dikerjakan dari kampung halamannya di Alitta, Kabupaten Pinrang.

Sejak istrinya yang merupakan alumni Smansa Makassar angkatan 1995, Tenriyati, berpulang, kehidupan keluarga tentu tidak lagi sama. Ada ruang yang ditinggalkan, ada tanggung jawab yang kini harus dipikul sendiri, dan ada anak-anak yang tetap membutuhkan perhatian, kasih sayang, serta masa depan yang harus diperjuangkan.

Yasidin memilih tidak menyerah pada keadaan. Ia memutuskan merawat dan membesarkan anak-anaknya sembari mengembangkan peternakan bebek.

Dari usaha itulah ia berupaya membangun penghidupan keluarga, tanpa harus meninggalkan kampung halaman. Dengan basis warkop ke warkop. dari Kopizone, Pegasus, Red Corner hingga Enreco, Yasidin merintis usaha jualan telur bebek itu.

Bukan melalui promosi besar-besaran, melainkan dengan cara sederhana: menawarkan hasil ternaknya kepada jaringan pertemanan, terutama keluarga besar alumni SMA Negeri 1 Makassar (Smansa) angkatan 1995 dan jejaring alumni Universitas Hasanuddin.

Ada cerita yang membuat tawaran Yasidin terasa berbeda.

Di balik setiap butir telur bebek yang dijual, ada kerja sehari-hari seorang ayah yang sedang menata kehidupan keluarganya kembali. Merawat anak-anak yang usia SMA hingga yang sudah masuk universitas.

Yasin mengerti pentingnya berjejaring.

Dari kampung, membangun penghidupan

Alitta adalah tempat Yasidin menjalani hari-harinya. Di tengah kehidupan kampung, beternak bebek menjadi pilihan usaha yang dapat dikelola dengan sumber daya dan lingkungan yang tersedia.

Usaha ini bukan semata tentang berapa banyak telur yang bisa dijual dalam sehari. Lebih dari itu, ada upaya menjaga keberlangsungan penghidupan keluarga melalui pekerjaan yang produktif.

Yasidin memilih memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya. Ia merawat bebek, mengelola ternak, dan menjadikan hasilnya sebagai produk yang bisa dipasarkan.

Pilihan tersebut memperlihatkan bahwa usaha kecil di kampung juga memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas ketika ditopang jejaring yang tepat.

Di sinilah peran teman dan sahabat menjadi penting.

Selama ini, jaringan alumni bukan hanya ruang untuk mengenang masa sekolah atau mempererat silaturahmi. Ia juga dapat menjadi ruang saling membantu, termasuk membuka akses pasar bagi usaha anggota keluarga besar alumni.

Pendek cerita, telur bebek itu datang dari Alitta Pinrang, menuju ceruk Makassar, pada jiwa-jiwa yang amanah.

Telur bebek dan solidaritas alumni

Melalui jejaring Smansa 95 hingga alumni Unhas, Yasidin berupaya memperkenalkan telur bebek hasil ternaknya kepada konsumen yang lebih luas.

Tawaran ini sederhana. Siapa pun yang membutuhkan telur bebek untuk konsumsi rumah tangga, kebutuhan memasak, usaha kuliner, maupun bahan olahan pangan dapat menjajaki pembelian langsung dari Yasidin di Alitta, Pinrang.

Membeli produknya tentu merupakan transaksi ekonomi biasa. Akan tetapi, di balik transaksi itu ada kesempatan untuk ikut memperluas pasar usaha peternakan kecil di daerah.

Kita sering berbicara tentang pentingnya mendukung UMKM, menggerakkan ekonomi lokal, dan memperkuat kewirausahaan masyarakat. Cerita Yasidin memperlihatkan bahwa dukungan tersebut bisa dimulai dari lingkaran yang paling dekat: teman sekolah, sahabat kuliah, keluarga alumni, dan komunitas yang selama ini terhubung oleh persaudaraan.

Tidak harus dengan bantuan besar. Membeli beberapa butir, memesan secara rutin, atau meneruskan informasi kepada orang lain bisa menjadi bentuk dukungan yang berarti.

Membantu usaha, menjaga harapan

Tenriyati memang telah berpulang, tetapi tanggung jawab Yasidin terhadap anak-anaknya terus berjalan. Dalam situasi seperti itu, memilih bekerja dan mengembangkan usaha merupakan bagian dari ikhtiarnya menjaga keluarga.

Karena itu, ketika Yasidin menawarkan telur bebek dari Alitta, sesungguhnya ia sedang memperkenalkan lebih dari sebuah produk. Ia sedang membuka kesempatan bagi teman-teman dan jejaring alumni untuk mengenal usaha kecil yang tumbuh dari perjuangan sebuah keluarga.

Barangkali inilah makna lain dari persaudaraan alumni. Kita tidak hanya hadir ketika ada reuni, pertemuan, atau perayaan keberhasilan. Kita juga bisa hadir ketika seorang kawan sedang berusaha menjaga kehidupan keluarganya melalui pekerjaan yang halal dan produktif.

Mari dukung usaha Yasidin. Telur bebek dari Alitta, Pinrang, kini terbuka untuk dijajaki oleh keluarga besar Smansa 95, alumni Unhas, dan siapa saja yang ingin mendukung usaha peternakan lokal.

Sebab, terkadang bentuk solidaritas paling sederhana bukanlah memberi sesuatu secara cuma-cuma, melainkan membeli hasil kerja seseorang dengan harga yang pantas, lalu membantu memperkenalkannya kepada lebih banyak orang.

Dari Alitta, Yasidin terus bekerja, dari jaringan persahabatan, semoga jalan rezeki bagi keluarganya semakin terbuka.

___
Penulis Denun