The Australia-Indonesia Centre Menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Tidak Mengikat dengan Ocean Sciences

  • Whatsapp
Momen ketika para jurnalis lingkungan berada di Kawasan Laikang, di area budidaya rumput laut (dok: Pelakita.ID)

Ocean Sciences telah menyelesaikan rencana pengembangan Seaweed Innovation and Application Centre (Pusat Inovasi dan Aplikasi Rumput Laut) di Kabupaten Takalar, di sebelah selatan Kota Makassar.

PELAKITA.ID – The Australia-Indonesia Centre (AIC) kembali mengambil langkah maju dalam mendukung pengembangan industri rumput laut antara Australia dan Indonesia.

AIC telah menandatangani Nota Kesepahaman yang tidak mengikat dengan Ocean Sciences, perusahaan

Australia yang tercatat di Bursa Efek Australia (Ocean Sciences Ltd ASX: OSS). MoU ini menjadi dasar bagi
rencana kemitraan pengembangan rantai pasok rumput laut bernilai tambah antara Indonesia dan Australia.

MoU tersebut membentuk kerangka kerja sama Kemitraan Rantai Nilai Rumput Laut Indonesia–Australia,
dengan fokus awal pada pengembangan produk rumput laut bernilai tambah yang berpotensi dipasok ke
pasar Australia.

Kemitraan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah berlangsung, di mana AIC sebelumnya telah memperkenalkan Ocean Sciences kepada berbagai peluang bisnis dan calon mitra komersial yang relevan dengan strategi perusahaan.

MoU ini menggabungkan kemampuan operasional dan komersial Ocean Sciences di sektor rumput laut dengan jaringan penelitian, pemerintah, perguruan tinggi, dan industri yang dimiliki AIC. Kedua organisasi memiliki kegiatan operasional di Sulawesi Selatan, Indonesia.

AIC telah memiliki kehadiran dan kegiatan yang kuat di Sulawesi melalui kemitraannya dengan Universitas Hasanuddin, serta telah melakukan penelitian di wilayah-wilayah penghasil rumput laut terbesar di Indonesia sejak tahun 2019.

Ocean Sciences telah menyelesaikan rencana pengembangan Seaweed Innovation and Application Centre (Pusat Inovasi dan Aplikasi Rumput Laut) di Kabupaten Takalar, di sebelah selatan Kota Makassar.

Melalui MoU ini, kedua pihak akan menjajaki berbagai peluang kerja sama penelitian yang dapat mendukung komersialisasi, pengembangan rantai pasok langsung, peningkatan kapasitas pengolahan dan ketertelusuran produk, serta menghubungkan petani rumput laut dengan pasar yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Kedua pihak juga akan mempertimbangkan pengembangan proyek percontohan untuk menilai kemitraan
tersebut serta kelayakan komersialnya.

Boyd Whalan, Direktur Eksekutif The Australia-Indonesia Centre (AIC) merespons kabar baik tersebut dengan menyatakan bahwa AIC telah berada di garis depan kerja sama Australia dan Indonesia dalam sektor rumput laut.

“AIC telah berada di garis depan kerja sama Australia dan Indonesia dalam sektor rumput laut, sehingga kami antusias bekerja sama dengan Ocean Sciences untuk menjajaki peluang membangun industri rumput laut lokal di Sulawesi dan membuka hubungan perdagangan baru dengan Australia,” ujarnya.

Tentang The Australia-Indonesia Centre

The Australia-Indonesia Centre (AIC) merupakan organisasi bilateral yang didirikan oleh pemerintah Australia
dan Indonesia bersama sejumlah perguruan tinggi terkemuka. AIC memiliki misi untuk memperkuat
hubungan antara kedua negara melalui kerja sama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, dan
inovasi.

Tentang Ocean Sciences

Ocean Sciences Ltd sedang mengembangkan platform operasional berbasis ilmu pengetahuan yang
berfokus pada pasokan rumput laut Indonesia, budidaya terkendali, dan bioteknologi kelautan.

Perusahaan ini memanfaatkan kegiatan komersial untuk mengembangkan pemahaman pasar dan kapasitas
operasional, sementara kemitraan penelitian berperan dalam menguji berbagai aplikasi dan pemanfaatan
rumput laut yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.