JAKARTA, PELAKITA.ID – Olahraga menjadi lebih bermakna ketika tidak hanya menghadirkan kebugaran, tetapi juga membuka ruang perjumpaan, mempererat persahabatan, dan menyatukan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.
Semangat itulah yang dibawa Court Counsel Community (CCC) Padel Club, sebuah komunitas padel yang mempertemukan anggota dari beragam profesi dalam satu kecintaan terhadap olahraga.
Mengusung motto “Play, Fun, Healthy”, CCC Padel Club dibangun sebagai ruang untuk bermain, bersenang-senang, menjaga kesehatan, sekaligus merawat jejaring pertemanan.
Identitas komunitas ini tergambar dalam motonya yang lain, “Different Expertise, Same Passion”—berbeda keahlian, tetapi memiliki gairah yang sama. Notaris, pengacara, insinyur, dan profesional dari berbagai bidang bertemu di lapangan dengan semangat yang setara.
CCC Padel Club tidak ingin berhenti sebagai kelompok olahraga semata. Komunitas ini mulai menyusun sejumlah agenda yang memadukan aktivitas padel dengan perjalanan silaturahmi, baik di dalam maupun luar negeri. Lapangan menjadi titik temu, sementara persahabatan dan kebersamaan menjadi energi yang menjaga komunitas tetap hidup.

Dewi Andriani, notaris yang berpraktik di Jakarta sekaligus salah satu perintis CCC Padel Club, mengungkapkan bahwa agenda komunitas sudah mulai bergerak. Salah satunya adalah kunjungan ke Bandung untuk bersilaturahmi sekaligus bermain padel bersama sesama alumni SMA Negeri 1 Makassar atau Smansa.
“Udah dapat undangan dari Komandan Haris di Bandung pekan ini,” kata Dewi ketika ditemui di GORA Cafe and Eatery, kawasan Tebet, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.
Agenda tersebut memperlihatkan bagaimana olahraga padel dapat menjadi pintu masuk bagi pertemuan lintas kota dan lintas profesi.
Bagi para alumni, kegiatan semacam ini juga memberi kesempatan untuk merawat ikatan lama dalam suasana yang lebih santai, jauh dari rutinitas pekerjaan dan kesibukan masing-masing.

Tidak hanya Bandung, CCC Padel Club juga merencanakan kegiatan bersama di luar negeri. Dewi menyebut agenda gathering dan bermain padel di Malaysia telah masuk dalam rencana komunitas.
“Sudah ada agenda gathering dan berpadel ria di Malaysia,” ujar Dewi, yang baru saja meraih gelar doktor di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.
Rencana tersebut menunjukkan bahwa CCC Padel Club ingin menjadikan padel sebagai medium untuk memperluas pergaulan sekaligus memperkuat hubungan antaranggotanya.
Perjalanan bersama, pertandingan persahabatan, dan pertemuan informal dapat menjadi cara menyenangkan untuk membangun kedekatan, bahkan ketika para anggota datang dari bidang pekerjaan yang sangat berbeda.
Sejumlah anggota CCC Padel Club turut hadir dalam pertemuan di GORA Cafe and Eatery. Mereka antara lain Andi Arlys, Agustinus Hutabarat, Rakhmat Indra, Andi Unru, Andi Wati, dan Dewi Andriani. Pertemuan tersebut menjadi salah satu ruang untuk berbagi cerita sekaligus membicarakan rencana kegiatan komunitas ke depan.
Di tengah kehidupan profesional yang sering menuntut waktu, konsentrasi, dan tanggung jawab besar, komunitas seperti CCC Padel Club menawarkan ruang untuk mengambil jeda secara produktif.

Olahraga menjaga tubuh tetap aktif, pertemanan memberi energi sosial, dan perjumpaan informal membuka peluang kolaborasi yang mungkin tidak selalu muncul dalam ruang kerja formal.
Melalui motto “Play, Fun, Healthy”, CCC Padel Club menempatkan kegembiraan dan kesehatan sebagai bagian penting dari kebersamaan. Sementara itu, semangat “Different Expertise, Same Passion” menjadi pengingat bahwa perbedaan profesi bukanlah batas untuk membangun persahabatan.
Bagi CCC Padel Club, permainan di lapangan hanyalah permulaan. Yang ingin dirawat lebih jauh adalah hubungan antarmanusia, antaralumni Smansa—melalui olahraga, perjalanan bersama, dan silaturahmi yang terus tumbuh dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya.
“Tuh ayah yang paling semain main padel,” kata putri Andi Arlys. Arlys adalah ketua chapter IKA Smansa 89 yang getol main padel.
“Pace nampak sehat, bugar, luar biasa beliau,” balas Andi Unru.
___
Penulis Denun









