Pemimpin, Profesional, dan Jejak Pengabdian
PELAKITA.ID – Hari ini menjadi momen istimewa bagi Muhammad Sapri Andi Pamulu.
Di hari ulang tahunnya, sosok yang kini memimpin IKATEK Unhas ini kembali menjadi perhatian, bukan hanya karena perannya sebagai Ketua Umum, tetapi juga karena jejak panjang pengabdian dan profesionalismenya.
Perjalanan kepemimpinan Sapri di IKATEK Unhas sendiri bermula dari Musyawarah Nasional pada 12 April 2024 di Kampus Teknik Unhas, Gowa.
Saat itu, ia dipercaya secara aklamasi untuk menakhodai organisasi alumni teknik tersebut untuk periode 2024–2028, melanjutkan estafet dari Haedar A. Karim.
Sejak saat itu, arah organisasi mulai bergerak menuju penguatan peran alumni yang lebih strategis—tidak sekadar sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai kekuatan profesional yang berkontribusi nyata bagi pembangunan.
Lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sapri tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai integritas, kehormatan, dan tanggung jawab. Ia berasal dari garis keturunan bangsawan Bone, yang tersambung hingga Raja Bone ke-24, Sultan Muhammad Ismail Mukhtajuddin.
Warisan nilai ini bukan sekadar latar belakang, melainkan menjadi fondasi dalam membentuk karakter kepemimpinan yang tenang, terukur, dan berorientasi pada tanggung jawab moral.
Jejak Akademik: Konsistensi dan Prestasi
Perjalanan akademiknya dimulai di Universitas Hasanuddin, di mana ia menempuh pendidikan Teknik Sipil. Semangat belajarnya membawanya melanjutkan studi ke Australia.
Di Victoria University, ia meraih penghargaan sebagai mahasiswa terbaik di bidang manajemen proyek. Sementara itu, gelar doktor diperolehnya dari Queensland University of Technology melalui beasiswa penuh.
Tak hanya gelar, kontribusinya juga hadir dalam bentuk karya ilmiah, termasuk buku tentang strategi manajemen dalam industri konstruksi.
Sejak mahasiswa, Sapri dikenal aktif dan visioner. Ia pernah menjabat Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Unhas dan terlibat dalam forum mahasiswa teknik tingkat nasional.
Salah satu jejak pentingnya adalah menggagas media kampus Channel 9, yang menjadi ruang ekspresi dan literasi bagi mahasiswa. Di sana, ia memegang peran strategis sebagai penggerak utama.
Perannya di dunia alumni pun terus berlanjut—mulai dari Wakil Sekretaris Umum IKA Unhas hingga Sekretaris Dewan Pakar IKA Teknik Unhas—menjadi jembatan komunikasi lintas generasi.
Karier Profesional: Strategi, Infrastruktur, dan Kepemimpinan
Di dunia profesional, Sapri dikenal sebagai sosok yang matang dalam strategi bisnis konstruksi dan infrastruktur. Ia pernah berkiprah di PT Wiratman sebagai spesialis manajemen strategi.
Ia juga terlibat dalam pengembangan proyek energi berbasis Independent Power Producer (IPP) serta skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Kepercayaan besar datang ketika ia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Indah Karya pada 2021, setelah sebelumnya menjabat komisaris di PT Geomarindex.
Selain itu, ia aktif di American Society of Civil Engineers dan Persatuan Insinyur Indonesia, menunjukkan kiprahnya yang juga diakui di tingkat profesional.
Sebagai Ketua Umum IKATEK Unhas, Sapri membawa visi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Ia mendorong transformasi organisasi melalui digitalisasi, penguatan database alumni, serta perluasan jejaring di berbagai wilayah.
Lebih dari itu, ia ingin menjadikan IKATEK sebagai ruang kolaborasi lintas sektor—menghubungkan alumni teknik dengan berbagai disiplin untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Momentum Ulang Tahun: Refleksi dan Harapan
Di hari ulang tahunnya, sosok Muhammad Sapri Andi Pamulu tidak hanya dipandang sebagai pemimpin organisasi, tetapi juga sebagai representasi perjalanan panjang antara ilmu, pengalaman, dan pengabdian.
Dengan rekam jejak yang dimilikinya, harapan pun terus tumbuh—bahwa di bawah kepemimpinannya, IKATEK Unhas akan semakin berperan sebagai kekuatan intelektual dan profesional yang memberi dampak luas bagi pembangunan.
Ulang tahun bukan sekadar penanda usia, tetapi juga momen refleksi atas perjalanan yang telah dilalui, sekaligus titik tolak untuk langkah yang lebih besar ke depan.
___
Editor Denun









