Asri Tadda: IPMALUTIM adalah Legacy yang Harus Dijaga Bersama

  • Whatsapp
Ilustrasi Pelakita.ID
  • Lebih dari 70 persen rakyat Luwu Timur bergelut di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Generasi muda harus disiapkan untuk mengoptimalkan potensi inI.
  • IPMALUTIM adalah sebuah legacy yang harus terus dijaga bersama. Bukan hanya oleh Pemkab Luwu Timur, tetapi juga seluruh stakeholder, termasuk korporasi yang ada di Lutim dan tentu kita semua.
  • Kolaborasi dan sinergi seluruh pihak menjadi kebutuhan saat ini. Tema Milad ke-21 IPMALUTIM, ‘Narasi, Aksi, dan Sinergi’, sangat relevan dengan tantangan kita

PELAKITA.ID – Asri Tadda, salah satu pendiri Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Timur (IPMALUTIM), menyampaikan pesan reflektif saat memberi sambutan mewakili Dewan Senior pada perayaan Milad ke-21 IPMALUTIM di MaxOne Hotel, Rabu (20/8).

Ia mengenang keterlibatannya di generasi awal organisasi ini bersama Laode M. Ichman dan Suryadi Arsyad. Saat itu, Asri menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Litbang mendampingi Ketua pertama IPMALUTIM, Sutomo Jabir.

“IPMALUTIM adalah sebuah legacy yang harus terus dijaga bersama. Bukan hanya oleh Pemkab Luwu Timur, tetapi juga seluruh stakeholder, termasuk korporasi yang ada di Lutim dan tentu kita semua,” tegas Asri.

Menurutnya, IPMALUTIM merupakan wadah strategis untuk menyiapkan generasi muda terbaik Luwu Timur agar memiliki soft skill yang memadai untuk bersaing di masa depan.

Berorganisasi, lanjutnya, adalah kesempatan emas untuk mengasah potensi diri, kepemimpinan, sekaligus membangun jaringan yang lebih luas.

Asri bahkan menyarankan agar Pemkab Lutim menjadikan keanggotaan IPMALUTIM sebagai salah satu syarat memperoleh beasiswa.

“Mahasiswa baru, khususnya yang kuliah di Makassar, sebaiknya langsung dianggap sebagai anggota muda IPMALUTIM. Setelah mengikuti pengkaderan, statusnya bisa ditingkatkan menjadi anggota biasa. Jadi, sejak awal mereka sudah terkoneksi dengan organisasi ini,” ujarnya.

Ia menekankan perbedaan signifikan antara alumni perguruan tinggi yang pernah berorganisasi dengan yang tidak. “Mereka yang aktif berorganisasi biasanya lebih adaptif, lebih unggul, dan lebih meyakinkan. Inilah yang kita butuhkan untuk masa depan,” tambahnya.

Terkait kebutuhan tenaga kerja di Luwu Timur, Asri menilai perlunya proyeksi yang jelas. “Korporasi di Luwu Timur harus terbuka tentang kebutuhan tenaga kerja 5–10 tahun ke depan. Dari situ, kita bisa menyiapkan anak-anak daerah agar sesuai dengan kompetensi yang diperlukan sehingga bisa terserap dengan baik,” jelasnya.

Lebih jauh, Asri mengingatkan agar pembangunan di Luwu Timur tidak hanya terjebak pada sektor pertambangan. Menurutnya, potensi terbesar justru ada pada sektor non-tambang.

“Lebih dari 70 persen rakyat Luwu Timur bergelut di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Generasi muda harus disiapkan untuk mengoptimalkan potensi ini,” katanya.

Ia pun mendorong agar program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan tambang diarahkan untuk menyiapkan generasi muda yang mampu mengembangkan bisnis dan membuka lapangan kerja di sektor non-tambang.

“Karena itulah, kolaborasi dan sinergi seluruh pihak menjadi kebutuhan saat ini. Tema Milad ke-21 IPMALUTIM, ‘Narasi, Aksi, dan Sinergi’, sangat relevan dengan tantangan kita,” tutupnya.

Asri Tadda
Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT)
Sekretaris BPW KKLR Sulawesi Selatan
Dewan Senior/Pendiri IPMALUTIM