Mahasiswa K3 FKM Unhas Edukasi Tenaga Kesehatan Camba tentang Pencegahan MSDs

  • Whatsapp
Lima mahasiswa Departemen K3 FKM Unhas, yakni Nur Aura Syafrawa Rifai, Tazkiyah Amaliah Hamid, Arzyka Aulia Permata, Rifky Agung, dan A. Muhammad Faiz Al Akhyar, terlibat aktif dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Mereka turut membantu penyampaian materi dan mendampingi peserta.

Pengabdian ini juga dihadiri sejumlah dosen FKM Unhas, yaitu Prof. Dr. Atjo Wahyu, SKM., M.Kes., Dr. dr. Masyita Muis, S.Ked., MS., Prof. Yahya Thamrin, SKM., M.Kes., MOHS., Ph.D., A. Muflihah Darwis, SKM., M.Kes., Awaluddin, SKM., M.Kes., serta A. Wahyuni, SKM., M.Kes.

PELAKITA.ID – Mahasiswa Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Puskesmas Camba, Kabupaten Maros, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Puskesmas Camba pukul 10.00 WITA ini mengangkat tema “Literasi Pencegahan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Tenaga Kesehatan di Puskesmas Camba”.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian Terpadu FKM Unhas yang bertujuan meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai risiko gangguan otot dan rangka akibat aktivitas kerja serta langkah-langkah pencegahannya.

Lima mahasiswa Departemen K3 FKM Unhas, yakni Nur Aura Syafrawa Rifai, Tazkiyah Amaliah Hamid, Arzyka Aulia Permata, Rifky Agung, dan A. Muhammad Faiz Al Akhyar, terlibat aktif dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Mereka turut membantu penyampaian materi dan mendampingi peserta.

Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan akademik secara langsung di lapangan.

Pengabdian ini juga dihadiri sejumlah dosen FKM Unhas, yaitu Prof. Dr. Atjo Wahyu, SKM., M.Kes., Dr. dr. Masyita Muis, S.Ked., MS., Prof. Yahya Thamrin, SKM., M.Kes., MOHS., Ph.D., A. Muflihah Darwis, SKM., M.Kes., Awaluddin, SKM., M.Kes., serta A. Wahyuni, SKM., M.Kes.

Sebanyak 10 tenaga kesehatan Puskesmas Camba mengikuti kegiatan edukasi yang membahas Musculoskeletal Disorders (MSDs), yakni gangguan pada otot, tulang, sendi, dan jaringan pendukung tubuh yang dapat dipicu oleh aktivitas fisik maupun posisi kerja yang tidak tepat.

Materi ini relevan dengan pekerjaan tenaga kesehatan yang kerap melakukan aktivitas fisik, seperti berdiri dalam waktu lama, mengangkat dan memindahkan pasien, serta melakukan gerakan berulang.

Peserta diajak mengenali aktivitas berisiko sekaligus memahami cara mencegah MSDs dalam pekerjaan sehari-hari.

Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan akademik secara langsung di lapangan.

Prof. Dr. Atjo Wahyu, SKM., M.Kes. turut menjelaskan pentingnya peregangan untuk membantu menjaga kesehatan otot dan persendian.

Peserta juga diperkenalkan dengan gerakan senam dan peregangan sederhana yang dapat dilakukan di sela-sela pekerjaan guna mengurangi ketegangan otot akibat aktivitas kerja.

Pada sesi penutupan, Dr. dr. Masyita Muis, S.Ked., MS. mengingatkan pentingnya memperhatikan posisi tubuh saat melakukan berbagai aktivitas. Salah satu contohnya adalah kebiasaan mengangkat pot atau benda lainnya.

Posisi tubuh yang tidak tepat ketika mengangkat beban dapat meningkatkan tekanan pada bagian pinggang dan pinggul. Karena itu, penerapan postur tubuh yang benar perlu menjadi kebiasaan, baik di tempat kerja maupun dalam aktivitas sehari-hari.

Peserta diajak mengenali aktivitas berisiko sekaligus memahami cara mencegah MSDs dalam pekerjaan sehari-hari.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta tujuan ke-8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Edukasi pencegahan MSDs merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan tenaga kerja dan pentingnya lingkungan kerja yang aman.

Melalui kegiatan ini, Departemen K3 FKM Unhas berharap tenaga kesehatan Puskesmas Camba dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh, mulai dari memperhatikan postur kerja, menggunakan teknik yang tepat saat mengangkat beban, hingga melakukan peregangan secara rutin.

Langkah sederhana tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko MSDs serta mendukung kesehatan dan kenyamanan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.