PELAKITA.ID – MAKASSAR – Semangat membangun kota yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan dan anak akan mewarnai pelaksanaan Festival Perempuan dan Anak Makassar 2026. Mengusung tema “Nyalakan Harapan, Merawat Masa Depan”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi berbagai organisasi masyarakat sipil bersama Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat kepedulian dan gerakan perlindungan perempuan dan anak.
Festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 8 November 2026, mulai pukul 06.00 WITA, bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan Boulevard Makassar.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peluncuran atau kick-off kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.
Mengambil ruang publik sebagai tempat perjumpaan, festival ini dirancang tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana edukasi, advokasi, kampanye, dan penguatan partisipasi masyarakat dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Sejumlah agenda telah disiapkan untuk menyemarakkan festival, antara lain edukasi Stop Kekerasan Perempuan dan Anak, Pojok Konseling, Long March, Kampanye Berani Speak Up, Orasi Ilmiah Perlindungan Perempuan dan Anak, serta Booth UMKM.
Rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan pesan perlindungan, pemberdayaan ekonomi, edukasi publik, dan partisipasi warga dalam satu ruang kegiatan bersama.
Kehadiran Pojok Konseling menjadi salah satu elemen penting dalam festival ini. Ruang tersebut diharapkan dapat mendekatkan layanan konsultasi dan dukungan kepada masyarakat, khususnya perempuan dan anak yang membutuhkan informasi maupun pendampingan terkait persoalan kekerasan.
Sementara itu, kampanye Berani Speak Up membawa pesan penting bahwa kekerasan tidak boleh dianggap sebagai persoalan privat yang harus disembunyikan. Masyarakat perlu membangun keberanian untuk mengenali, mencegah, melaporkan, dan memberikan dukungan kepada korban kekerasan.
Festival ini melibatkan berbagai organisasi dan komunitas yang selama ini bergerak dalam isu perempuan, anak, pemberdayaan masyarakat, serta perlindungan kelompok rentan. Kolaborasi tersebut didukung Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA).
Keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi penanda bahwa perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga layanan tertentu.
Upaya tersebut membutuhkan kepedulian keluarga, lingkungan sosial, komunitas, dunia pendidikan, dan seluruh warga kota.
Momentum penyelenggaraan festival juga memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan 419 tahun Kota Makassar. Perayaan kota tidak hanya semestinya dimaknai melalui pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui kesungguhan menghadirkan lingkungan yang aman, adil, dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh warganya.
Melalui Festival Perempuan dan Anak Makassar 2026, penyelenggara berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa masa depan kota yang lebih baik harus dimulai dari perlindungan terhadap perempuan dan anak hari ini.
Kini jadi mengerti, kota yang maju bukan semata-mata kota dengan pembangunan fisik yang berkembang, melainkan kota yang mampu menjamin rasa aman, menghormati martabat manusia, dan memberikan ruang tumbuh bagi setiap anak.
Nyalakan Harapan, Merawat Masa Depan bukan sekadar slogan festival. Tema ini merupakan ajakan untuk mengubah kepedulian menjadi tindakan, memperkuat solidaritas, dan memastikan tidak ada perempuan maupun anak yang menghadapi kekerasan sendirian.









