FKM Universitas Hasanuddin Dorong Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil melalui Edukasi Pengelolaan ASI di Kabupaten Maros

  • Whatsapp
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-44 FKM Universitas Hasanuddin sekaligus wujud kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan ibu dan anak.

PELAKITA.ID — Departemen Biostatistik/KKB, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pengelolaan ASI bagi Ibu Hamil” di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-44 FKM Universitas Hasanuddin sekaligus wujud kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan ibu dan anak.

Edukasi ini berfokus pada pentingnya pemahaman ibu hamil tentang Air Susu Ibu (ASI) sebagai sumber nutrisi utama bagi bayi.

Melalui penyampaian materi kesehatan, para peserta diharapkan dapat mempersiapkan proses menyusui sejak masa kehamilan, termasuk memahami pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

Pengetahuan mengenai pengelolaan ASI menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kesehatan ibu dan bayi.

Pemahaman tentang cara memerah, menyimpan, serta memberikan ASI perah secara tepat diperlukan untuk menjaga kualitas dan keamanan ASI. Selain itu, pemahaman mengenai manfaat ASI diharapkan dapat meningkatkan kesiapan ibu dalam memberikan nutrisi optimal bagi bayinya.

Edukasi ASI dan Kontribusi terhadap Pencapaian SDGs

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi ASI bagi ibu hamil memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan, pemenuhan gizi, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.

SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being) menjadi tujuan utama yang relevan dengan kegiatan ini. Penyuluhan mengenai ASI merupakan bentuk promosi kesehatan yang berfokus pada peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya pemberian ASI secara optimal.

ASI berperan penting dalam mendukung pertumbuhan bayi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta membantu menurunkan risiko penyakit infeksi pada masa awal kehidupan. Kegiatan ini sejalan dengan target SDGs 3.2, yakni upaya mengakhiri kematian bayi baru lahir dan balita yang dapat dicegah.

SDGs 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) berkaitan dengan upaya pemenuhan kebutuhan gizi bayi sejak awal kehidupan. Target SDGs 2.2 menekankan pentingnya mengakhiri segala bentuk malnutrisi, termasuk permasalahan gizi pada anak.

ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi selama enam bulan pertama kehidupannya. Peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai pemberian ASI eksklusif diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi bayi sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan masalah gizi sejak dini.

SDGs 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) tercermin melalui pelaksanaan penyuluhan sebagai bentuk pendidikan kesehatan berbasis masyarakat. Penyampaian informasi mengenai manfaat ASI, teknik pengelolaan ASI, serta persiapan menyusui menjadi sarana untuk meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil.

Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta dalam mengambil keputusan terkait pemberian ASI dan perawatan bayi setelah persalinan.

SDGs 5: Kesetaraan Gender (Gender Equality) berkaitan dengan upaya pemberdayaan perempuan melalui peningkatan akses terhadap informasi kesehatan ibu dan anak. Penyuluhan memberikan kesempatan bagi ibu hamil untuk memperoleh pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, persiapan menyusui, serta pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi.

Peningkatan pemahaman tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan diri ibu dalam menjalani masa menyusui sekaligus mendorong dukungan keluarga terhadap pemenuhan hak kesehatan ibu dan anak.

Pengabdian Masyarakat sebagai Wujud Kontribusi Perguruan Tinggi

Kegiatan ini mencerminkan pelaksanaan salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Melalui edukasi kesehatan, perguruan tinggi memiliki kesempatan untuk menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Pemilihan ibu hamil sebagai sasaran edukasi merupakan langkah strategis karena masa kehamilan menjadi periode penting untuk mempersiapkan pemberian ASI setelah persalinan.

Pengetahuan yang diperoleh sejak dini diharapkan dapat membantu ibu memahami pentingnya ASI sekaligus membangun kesiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi masa menyusui.

Melalui kegiatan pengabdian ini, FKM Universitas Hasanuddin diharapkan terus berkontribusi dalam memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan yang tepat, relevan, dan mudah dipahami. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan kesehatan yang berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka Dies Natalis ke-44 FKM Universitas Hasanuddin ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat melalui pemenuhan kebutuhan gizi sejak awal kehidupan.