Suroso Isnandar Dirut Baru PLN, Pengamat: Sudah Tepat dan Tuan di Rumah Sendiri

  • Whatsapp
Suroso Isnandar (Wikipedia)

JAKARTA- Suroso Isnandar resmi diangkat menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero) menggantikan Darmawan Prasodjo dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Rabu (14/10/2026). Penggantian tersebut banyak mendapat tanggapan, apresiasi dan respon berbagai pihak.

“Pilihan Presiden menunjuk Suroso menggantikan Darmawan sudah tepat. Dan bagi kalangan internal PLN, semua sudah tahu beliau punya kapasitas dan kemampuan yang tidak diragukan lagi.

Ini memontum Suroso jadi tuan di rumah sendiri,” ujar Danni Irawan, pemerhati bidang kelistrikan yang dihubungi Kamis (22/10/2026) di Jakarta.

Menurut Danni yang tiga puluh tahun berkarir di PLN diberbagai posisi non teknis, terakhir menjabat sebagai Kadiv (EVP) Umum dan Manajemen di PLN Pusat mengenal sosok Suroso Isnandar sebagai tipe pekerja keras, low profile, serta banyak berinovasi dan meniti karir dari bawah.

“Saya mengenalnya sewaktu Suroso masih di PLN P2B Jamali, kemudian promosi menjadi General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi (2019-2021),” kenangnya.

Selain sebagai Dirut PT PLN, Suroso juga diketahui masih merangkap sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN sejak 18 Juni 2025 sampai ada penggantinya.

Danni meyakini Suroso sebagai Dirut baru dapat membawa perubahan yang siginifikan baik secara internal maupun terhadap program elektrifikasi dan transisi energi dari fosil ke green energy.

Apalagi pemerintah telah menargetkan untuk membangun PLTS sebesar 100 GW untuk listrik pedesaan, khususnya pulau-pulau di Infonesia, saya sangat prihatin melihat ketersediaan listrik di pulau-pulau, di Kecamatan Sangkarrang Kota Makassar yang terdiri dari beberapa pulau, listriknya hanya menyala 3-6 jam sehari semalam. T

erjadi gap luar biasa pada penyediaan tenaga listrik antara kota Makassar daratan dengan Kota Makassar kepulauan, padahal pulau-pulau tersebut berada didepan mata.

Bagaimana dengan desa dan pulau lainnya?

Suroso, lanjut Danni, memiliki pengalaman panjang dalam bidang ketenagalistrikan, khususnya dalam pengelolaan sistem pembangkitan, penyaluran, hingga transformasi digital.

Tantangan sebagai “nakhdoda baru” PLN bagi Suroso kedepan tentu tidak ringan. Ibarat pelaut, banyak ombak yang menghadang di lautan menuju pulau harapan.

Oleh karena itu, Danni menitipkan saran dan masukan agar PLN membenahi agenda program di sektor distribusi dan perekturan SDM berdasarkan kebutuhan dan kompetensi melalui sistem meritokrasi.

“Hilangkan titip menitip personil. Banyak kok para mantan General Manager yang memiliki kemampuan terbaik di bidang distribusi dan pelayanan yang bisa membantu Dirut melakukan transformasi dan percepatan transisi energi,” kata Danni.

Tentang Suroso

Suroso Isnandar dilahirkan di Klaten Jawa Tengah, pada 12 Agustus 1971. Masa kecilnya dihabiskan di sebuah desa di Kabupaten Klaten yang pada saat itu belum teraliri listrik. Ia baru merasakan listrik ketika duduk di kelas III sekolah menengah pertama.

Aliran listrik tersebut merupakan hasil usaha masyarakat setempat yang bergotong royong menyediakan tiang dan kabel, dengan ayah Suroso turut memimpin upaya tersebut. Pengalaman itu mendorongnya bercita-cita menjadi tukang listrik.

Pada 1989, Suroso diterima di ITB dan menempuh pendidikan Teknik Elektro. Setelah menyelesaikan Tahap Persiapan Bersama, ia memilih peminatan Teknik Tenaga Listrik pada semester keempat. Setelah lulus pada 1994, ia sempat bekerja di sektor swasta sebelum bergabung dengan PLN.

Pada masa krisis moneter 1998, ia ditugaskan dalam proyek pembangunan PLTU Suralaya di Merak.

Dalam periode tersebut, ia memperoleh beasiswa British Council untuk melanjutkan pendidikan di University of Abertay, Skotlandia. Ia meraih gelar Master of Science dalam ”Power System Engineering and Management” pada 1999 dengan predikat ”summa cum laude”.

___
Penulis Rusman Madjulekka