Peluang Besar Jadi Ketua Demokrat Sulsel, Saatnya ‘Appi Ukur Jas’

  • Whatsapp
  • Tambahan dukungan DPD membuat Appi mengantongi total 26 dukungan, terdiri atas 24 DPC Demokrat kabupaten/kota, satu organisasi sayap partai, dan satu DPD.
  • Sebelumnya, saat mendaftar sebagai calon ketua, ia telah membawa 25 dukungan. Secara matematis, angka itu menempatkan Appi dalam posisi kuat menjelang Musda, meskipun proses dan keputusan formal tetap menjadi kewenangan forum sesuai mekanisme organisasi.

PELAKITA.ID — MAKASSAR — Politik organisasi selalu menyimpan cerita tentang momentum, konsolidasi, dan kemampuan membaca arah. Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Munafri Arifuddin atau Appi berada pada posisi yang menarik perhatian.

Dukungan yang semula telah terkumpul dari mayoritas pemilik suara kini bertambah lengkap setelah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sulsel secara resmi menyerahkan dukungannya.

Penyerahan surat dukungan berlangsung di Sekretariat DPD Demokrat Sulsel, Kamis (22/10/2026), sehari menjelang Musda yang dijadwalkan digelar di Hotel Claro Makassar.

Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah nampak menyungging senyum bersama Sekretaris DPD Haidar Majid saat keduanya menyerahkan dukungan tersebut melalui Anggota DPRD Sulsel, Fatma Wahyuddin.

Secara organisatoris, langkah ini menandai semakin solidnya dukungan yang mengiringi pencalonan Appi.

Haidar menyebut dukungan DPD kepada Appi sebenarnya telah disampaikan sejak awal, tetapi penyerahan dokumen resminya baru dilakukan menjelang pelaksanaan Musda.

“Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, dukungan DPD juga akan menyusul. Hari ini, kami sudah menyerahkannya melalui Ibu Fatma,” ujarnya. Pernyataan tersebut memperjelas bahwa dukungan terakhir ini bukan muncul tiba-tiba, melainkan bagian dari rangkaian konsolidasi menjelang forum pengambilan keputusan partai.

Tambahan dukungan DPD membuat Appi mengantongi total 26 dukungan, terdiri atas 24 DPC Demokrat kabupaten/kota, satu organisasi sayap partai, dan satu DPD.

Sebelumnya, saat mendaftar sebagai calon ketua, ia telah membawa 25 dukungan. Secara matematis, angka itu menempatkan Appi dalam posisi kuat menjelang Musda, meskipun proses dan keputusan formal tetap menjadi kewenangan forum sesuai mekanisme organisasi.

Fatma Wahyuddin menyambut baik penyerahan dukungan tersebut dan berharap Musda berjalan lancar. “Alhamdulillah, surat dukungan DPD sudah diserahkan Pak Ketua,” katanya.

Sementara itu, kehadiran Sekretaris Jenderal DPP Demokrat Herman Khaeron yang dijadwalkan menghadiri Musda memberi bobot tersendiri pada agenda konsolidasi partai di Sulawesi Selatan.

Bagi Appi, jika dukungan yang telah terkumpul berujung pada mandat kepemimpinan, tantangannya bukan lagi menghimpun dukungan, melainkan mengubahnya menjadi energi organisasi.

Dukungan dari 24 DPC kabupaten/kota, organisasi sayap, dan DPD menyimpan harapan sekaligus tanggung jawab. Setiap wilayah memiliki karakter politik, kebutuhan kader, dan tantangan elektoral yang tidak selalu sama. Karena itu, konsolidasi pasca-Musda perlu bergerak dari kesamaan pilihan menuju kesamaan agenda dan kerja nyata.

Demokrat Sulsel juga membutuhkan kepemimpinan yang mampu mempertemukan kepentingan organisasi dengan kebutuhan publik. Kaderisasi yang terbuka, penguatan kapasitas pengurus daerah, komunikasi politik yang sehat, dan keberpihakan pada isu-isu keseharian masyarakat dapat menjadi ukuran penting bagi keberlanjutan partai.

Dengan cara itu, Musda tidak berhenti sebagai pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi kesempatan memperbarui orientasi dan memperkuat kepercayaan masyarakat.

Pada Jumat, 23 Oktober 2026, Musda V Demokrat Sulsel akan menjadi ruang untuk menguji seluruh dinamika tersebut melalui mekanisme partai. Appi datang dengan dukungan yang secara angka tampak menyeluruh.

Kekuatan sesungguhnya dari seorang ketua tidak hanya ditentukan oleh banyaknya dukungan sebelum terpilih, melainkan oleh kemampuannya menjaga kepercayaan setelah mandat diberikan.

Jadi jelas, seperti kata Nurliah Daeng Sompa di Jalan Kakatua II Kanal, “Saatnya Appi Ukur Jas”, ucapnya pada saat jelang penghitungan Pilwakot Makassar beberapa waktu lalu. Lanti’mi tettere’…

Warga Kakatua itu adalah loyalis Appi di Pilwakot, bersama warga Pabbatang lainnya.

Jadi begitumi, untuk ke depannya, peluang Appi menjadi ujian kepemimpinan. Konsolidasi dapat membuka jalan menuju kursi ketua, tetapi kerja organisasi, soliditas kader, dan manfaat bagi masyarakatlah yang akan menentukan arti kepemimpinan itu dalam jangka panjang.

Musda bukan garis akhir dari pertarungan dukungan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar bagi masa depan Demokrat Sulawesi Selatan.

Okemi, ukur jas-mi pale’…

___
Denun, Cikini, 22 Oktober 2026