Padukan Konsep Livelihood, Tradisi dan Wisata, 22 Si’e Bantuan PT Vale Diserahterimakan ke Pemdes Nikkel

  • Whatsapp
Serah terima 22 Si’e—lumbung padi tradisional—dari PT Vale Indonesia Tbk dalam kerangka Program PPM PKPM Terfokus kepada Pemerintah Desa Nikkel digelar secara resmi pada Kamis, 29 Januari 2026.

PELAKITA.ID – Desa Nikkel, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur — Sebuah ikhtiar kolaboratif yang memadukan tradisi, ketahanan pangan, dan pengembangan wisata desa resmi menapaki babak baru.

Serah terima 22 Si’e—lumbung padi tradisional—dari PT Vale Indonesia Tbk dalam kerangka Program PPM PKPM Terfokus kepada Pemerintah Desa Nikkel digelar secara resmi pada Kamis, 29 Januari 2026.

Kegiatan ini berlangsung khidmat namun penuh kehangatan, dihadiri oleh berbagai pihak yang terlibat langsung dalam proses perencanaan hingga pendampingan program. Digelar dia area Lumbung Wisata Nikkel.

Serah terima 22 Si’e—lumbung padi tradisional—dari PT Vale Indonesia Tbk dalam kerangka Program PPM PKPM Terfokus kepada Pemerintah Desa Nikkel digelar secara resmi pada Kamis, 29 Januari 2026.

Hadir Camat Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Arief Fadillah Amier, S.Kom., M.Si, Kepala Desa Nikkel, Muth’im, perwakilan PT Vale Indonesia, tim PKPM Terfokus, serta jajaran The COMMIT Foundation sebagai lembaga pendamping.

Turut pula menyaksikan pendamping dan fasilitator lapangan, perwakilan BPD Nikkel, tokoh masyarakat, pemilik lumbung wisata, hingga pengelola BUMDes.

Dalam sambutannya, Camat Arief menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang ia sebut sebagai contoh praktik baik pembangunan desa berbasis kolaborasi dan kearifan lokal.

Menurutnya, keberadaan 22 Si’e bukan sekadar soal lumbung padi, tetapi juga tentang cara baru memandang potensi desa secara utuh.

“Inisiatif ini luar biasa karena memadukan banyak hal sekaligus—wisata golf, tradisi lumbung masyarakat desa, keindahan Danau Matano, sekaligus fungsi penting sebagai pengaman padi atau gabah warga setelah panen,” ujarnya.

Jarak dari Lumbung Wisata hanya sekitar 300 meter dan dianggap bisa terhubung sebagai bagian dari wisata terpadu, apalagi bersebelahan dengan pesisir Matano.

Warga berterima kasih ke PT Vale karena telah menjadikan aset si’e mereka dalam wujud baru dan enak dipandang mata, Mereka kini menyimpan masa depan mereka di si’e tersebut. (dok: Pelakita.ID)

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat.

“Terima kasih kepada PT Vale, Pemerintah Desa Nikkel, dan pendamping dari The COMMIT Foundation yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan yang luar biasa ini,” kata Arief Fadillah Amier.

Lebih jauh, Camat Nuha menegaskan bahwa keberlanjutan program seperti ini ke depan membutuhkan dukungan yang lebih luas.

“Ke depan, ini harus mendapat dukungan—bukan lagi hanya dari desa atau Dana Desa, tetapi dari mitra-mitra pengembangan ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Nikkel menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya program 22 Si’e.

Ia menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan warga, khususnya para pemilik sawah dan pelaku pertanian desa.

“Program ini sangat berguna bagi warga kami, terutama pemilik sawah. Lumbung ini bukan hanya tempat menyimpan gabah, tetapi juga simbol kemandirian dan kekuatan ekonomi desa,” ujar Muth’im.

PT Vale bersama Pemerintah Lutim melalui Camat Nuha, Pemerintah dan Desa Nikkel mewujudkan kolaborasi lintas aktor, garansi keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat untuk Luwu Timur Juara (dok: Istimewa)

Dari pihak PT Vale, hadir Sainab Husain Paragay bersama Safaruddin selaku penanggung jawab PKPM Terfokus.

Safaruddin menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang berbasis potensi lokal dan berorientasi pada keberlanjutan.

Mewakil The COMMIT Foundation hadir Direktur Eksekutif Ashar Karateng, Site Manager Jumardi Lanta, serta Tenaga Ahli PPM, Kamaruddin Azis, yang selama prosesnya memastikan program berjalan partisipatif dan selaras dengan kebutuhan desa.

Site Manager The COMMIT Foundation, Jumardi Lanta, menyebut selama satu tahun terakhir, pendampingan program difasilitasi oleh tim The COMMIT Foundation.

“Baik dalam hal desain, konsultasi warga, monitoring pelaksanaan hingga fasilitasi serah terima seperti ini. Kami senang sekali karena hari ini telah digelar serah terima kegiatan dari PT Vale ke Pemerintah Desa dan Pemerintah Desa ke pengelola atau pengguna lumbung,” ucap alumni Teknik Arsitektur Unhas itu.

Dikatakan, pengerjaan 22 lumbung ini diinisiasi sejak pertengahan bulan lalu.

Camat Nuha menambahkan, serah terima 22 Si’e ini menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menandai tumbuhnya sebuah model pembangunan desa yang menghubungkan tradisi, pangan, wisata, dan kolaborasi multipihak.

Selama ini, di Desa Nikkel, lumbung atau sie’ tidak hanya menyimpan padi—tetapi juga harapan akan masa depan desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

”Barangkali di Sulawesi Selatan ini, dua kabupaten yang masih kuat dalam tradisi membangun sie’ sebagai unit bangunan khusus hanya Toraja dan Luwu Timur,” tambah Safaruddin.

Serah terima ditandai dengan penandatanganan berita acara, dari perwakilan PT Vale Syafaruddin dengan Pemerintah Desa Nikkel yang diwakili oleh Kades Muth’im dan dari Kades diserahterimakan ke perwakilan penerima bangunan lumbung yang diwakili oleh Ketua RW Suryamin.

Acara ditutup dengan menikmati peyong, kopi hitam plus pisang goreng nikmat sajian ibu-ibu Desa Nikkel dan foto bersama.

Redaksi