PELAKITA.ID – Iwan Dento kembali menorehkan prestasi gemilang di dunia pariwisata Indonesia. Tahun 2025, ia dinobatkan sebagai salah satu Local Hero Pariwisata melalui Wonderful Indonesia Award yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi bagi insan dan pemangku kepentingan di sektor pariwisata — mulai dari pemerintah daerah, individu, pengelola destinasi, pelaku wisata, hingga penyelenggara event — yang telah berkontribusi nyata dalam memajukan pariwisata tanah air.
Bagi Iwan, menjadi salah satu dari tiga pemenang Local Hero Pariwisata 2025 bukanlah perjalanan yang singkat. Ia berhasil menembus proses seleksi ketat, yang diawali dari 50 besar kandidat, hingga akhirnya meraih posisi puncak sebagai tokoh inspiratif di bidang pariwisata lokal.

Ini bukan penghargaan pertama yang diterimanya dari Kemenparekraf.
Pada 2024, Iwan Dento juga masuk dalam daftar sepuluh penerima Tanda Kehormatan Presiden Satya Lencana Kepariwisataan, sebuah pengakuan resmi atas dedikasinya dalam menjaga dan mengembangkan pariwisata di tanah kelahirannya.
Tentang penghargaan terbaru ini, Iwan Dento menyampaikan:
“Ini adalah apresiasi kedua dari Kementerian Pariwisata setelah sebelumnya (2024) menjadi salah satu dari sepuluh penerima penghargaan Tanda Kehormatan Presiden Satya Lencana Kepariwisataan. Terima kasih untuk semua — keluarga, kerabat, dan seluruh kawan-kawan. Ini adalah proses panjang untuk menjaga tanah lahir kita. Kuru’ sumanga’.”
Kiprah Iwan Dento menjadi inspirasi bagi banyak orang, membuktikan bahwa komitmen, kerja keras, dan kecintaan terhadap daerah asal dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Melalui dedikasinya, Iwan tidak hanya memajukan pariwisata, tetapi juga mengangkat potensi lokal ke tingkat nasional, bahkan internasional.
Siapa Iwan Dento?
Iwan Dento, lahir dengan nama Muhammad Ikhwan pada 10 Oktober 1980 di Maros, Sulawesi Selatan, dikenal sebagai aktivis lingkungan dan advokat pelestarian alam.
Berasal dari Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa — yang berdekatan dengan kawasan karst dan ekowisata Rammang‑Rammang — Iwan sejak muda telah memiliki kepedulian besar terhadap lingkungan dan identitas alam Maros. Komitmen ini menjadikannya figur penting dalam upaya menjaga kelestarian kawasan karst yang menjadi salah satu warisan alam dan budaya daerah tersebut.

Sejak 2009, Iwan aktif memobilisasi masyarakat untuk menolak izin tambang marmer dan gamping di kawasan karst. Upaya gigihnya membuahkan hasil: pada 2013, izin tambang dibatalkan, dan perpanjangan izin dihentikan.
Ia menegaskan bahwa kawasan karst bukan sekadar lanskap, melainkan identitas, rumah bagi flora dan fauna endemik, sumber air, serta situs prasejarah yang harus dilestarikan. Langkah ini menandai awal dari transformasi kawasan karst menjadi ekowisata yang berkelanjutan.
Bersama warga setempat, Iwan merintis ekowisata Rammang‑Rammang sejak 2015. Kawasan ini kini menjadi destinasi wisata alam unggulan, di mana pengunjung dapat menyusuri sungai dengan perahu, menjelajahi gua purba, dan menikmati pemandangan karst sekaligus merasakan kekayaan budaya lokal.
Ia juga memprakarsai berbagai inisiatif konservasi, termasuk pengelolaan sampah, pertanian organik, pelestarian flora dan fauna, serta regulasi perlindungan lingkungan, sehingga wisata dan konservasi berjalan beriringan.
Dedikasi Iwan Dento telah mendapat pengakuan nasional. Pada 2022, ia menerima penghargaan Kick Andy Heroes sebagai “penjaga karst Rammang‑Rammang”, dan pada 2023 dianugerahi Kalpataru kategori Perintis Lingkungan.
Upayanya membuktikan bahwa pelestarian alam dan pengembangan pariwisata bisa bersinergi: membawa kesejahteraan bagi masyarakat lokal sambil menjaga warisan geologi, ekologi, budaya, dan sejarah, serta menjadikan kawasan karst Maros–Pangkep sebagai aset wisata yang lestari bagi generasi mendatang.
