Gelar Dialog Akhir Tahun, ISLA Unhas Akan Bedah Mozaik Pembangunan Kelautan di Tangan Kabinet Prabowo-Gibran

  • Whatsapp
Ilustrasi kegiatan

Dialog ini dijadwalkan berlangsung pada 6 Desember 2025, pukul 09.00-13.00 WIB, bertempat di Boska Coffee, Jakarta Selatan.

Acara ini bertujuan untuk mengupas tuntas dan memberikan masukan konstruktif mengenai visi dan kebijakan maritim yang akan dijalankan oleh pemerintahan baru, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, di tengah tantangan dan peluang sektor kelautan Indonesia.

Latar Belakang Narasumber

Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama yang ahli di bidang masing-masing:

  1. Dr. Lukijanto, S.T, M.Sc. Beliau adalah Asisten Deputi Infrastruktur Umum dan Sosial di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPW). Dengan latar belakang pendidikan S3 di bidang maritime system engineering, Dr. Lukijanto akan memberikan perspektif mengenai strategi pembangunan infrastruktur umum dan sosial yang mendukung sektor kelautan di bawah koordinasi kementeriannya.

  2. Dr. Ady Chandra, S.Pi, M.Si. Saat ini menjabat sebagai Direktur Kepelabuhanan Perikanan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Beliau memiliki rekam jejak yang mumpuni dalam manajemen perikanan, termasuk pernah menjadi Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung. Dr. Ady Chandra diharapkan dapat memaparkan kebijakan KKP terkait pengelolaan dan pengembangan pelabuhan perikanan sebagai urat nadi logistik kelautan.

  3. Kris R. Mada Merupakan Jurnalis Senior dari Kompas. Kehadirannya sebagai jurnalis senior harian Kompas akan membawa sudut pandang media dan publik mengenai isu-isu kelautan, sekaligus memandu diskusi agar tetap relevan dengan kepentingan nasional.

Dialog ini akan dipandu oleh Andi Nurjaya Nurdin – alumni Kelautan Unhas 90 sebagai Moderator dan Atrasina Adlina alumni Identitas Unhas dan juga alumni Kelautan sebagai Master of Ceremony.

Tujuan dan Harapan Ketua ISLA Unhas, Darwis Ismail

Ketua Umum Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA-UNHAS), Darwis Ismail, S.T, M.M.A, yang juga merupakan owner dari Boska Coffee, telah memimpin organisasi ini untuk periode kedua (2021-2025).

Dalam kepemimpinannya, Darwis Ismail secara konsisten menyuarakan pentingnya perhatian pemerintah terhadap sektor kelautan. Salah satu harapan terbesarnya kepada pemerintahan baru adalah perlunya alokasi anggaran yang memadai untuk sektor maritim.

Ia pernah mengusulkan agar Presiden Prabowo mengalokasikan 5 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Kelautan dan Perikanan.

Secara umum, Darwis Ismail menegaskan bahwa ISLA Unhas mengusung spirit kolaborasi. Dengan lebih dari 3.000 alumni yang tersebar di berbagai profesi dan instansi, baik pemerintah maupun swasta, tujuannya adalah memaksimalkan potensi dan jaringan alumni tersebut untuk memberikan ide dan gagasan besar demi memajukan sektor kelautan Indonesia.

Harapannya melalui Dialog Akhir Tahun ini, ISLA Unhas dapat:

  • Memberikan sumbang saran yang konstruktif bagi pembangunan kelautan nasional, sejalan dengan visi misi Kabinet Prabowo-Gibran.

  • Memperkuat posisi ISLA Unhas sebagai organisasi yang aktif dalam membela kelestarian lingkungan laut Indonesia, seperti yang ditunjukkan melalui kecamannya terhadap aktivitas penambangan yang mengancam ekosistem Raja Ampat.

  • Meningkatkan kesadaran akan urgensi penanganan masalah kelautan, dan mendorong pemerintah untuk bertindak tegas dalam penegakan hukum terkait lingkungan dan pertambangan.

Dialog Akhir Tahun ini diharapkan menjadi forum penting bagi para stakeholder untuk menyelaraskan harapan dan kebijakan, memastikan bahwa visi Indonesia sebagai negara maritim dapat terwujud di bawah kepemimpinan nasional yang baru.