Abd Rahman Bando Tak Maccaleg, Siap Maju Pilwakot dengan Syarat

  • Whatsapp
Dr Abd Rahman Bando (dok: Istimewa)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – Berita bahwa Abdul Rahman Bando (ARB) pada Pemilu 2024 lalu, ARB mengendarai Demokrat untuk maju caleg DPR RI di daerah pemilihan (Dapil) Sulsel 1, tetapi tidak terpilih dianggap tidak tepat.

Rahman menilai ada ada narasi yang tidak tepat terkait pencalegan itu.

“Ada narasi tidak tepat terkait bertarung di Pileg DPR RI dapil 1 lewat Partai Demokrat.  Saya tidak pernah jadi Caleg sampai hari ini,” sebutnya kepada Pelakita.ID, Jumat, 3/5/2024.

Read More

Dia menambahkan bahwa dirinya belum pernah menyampaikan narasi dengan siapa akan berpasangan.

Meski demikian dia menyebut terbuka peluang untuk dia maju di Pilwakot Makassar sepanjang ada partai pengusung dan tentu sejumlah proses pembuktian seperti survey, jajak pendapat atau aspirasi dari bawah.

“Yang benar adalah saya menyampaikan bahwa insya Allah berniat dan berkeinginan maju kembali jika partai pengusung cukup,” kata Abd Rahman Bando yang juga disebut merupakan pengurus Partai Demokrat Sulsel ini.

Tentang ARB

Pengabdian Dr Abd. Rahman Bando sebagai pamong penuh warna prestasi dan inspirasi.

Dia pembelajar kehidupan nan ulet, dia sukses membawa perubahan bagi diri, organisasi dan sekitarnya.

Di antara ruas-ruas pengabdian itu, terkandung nilai atau prinsip yang harus dipegang teguh.

Prinsip yang tak hanya mengantarkan dia pada ending yang indah sebagai ASN tetapi juga kejutan setelah dipinang sebagai calon wakil wali kota di Makassar.

Mendengar ceritanya – berikut bukti-bukti yang terpapar di dunia maya yang bisa disigi – menuntun kita untuk memahami bagaimana orang biasa, seorang anak kampung, petani menjadi agen perubahan di tengah kompleksitas kehidupan, pada organisasi apapun, di tatanan masyarakat manapun.

Dia adalah leader’ yang tak pernah diam untuk kreatif dan inovatif.

Keberadaannya di kontestasi pemilihan Wali Kota Makassar, adalah salah satu bukti bahwa dia telah melesat sebagai aparat sipil negara yang memulai dari nol dan bersiap mengabdikan diri pada arena yang lebih luas dan menantang.

Rahman muda telah menyiapkan diri dengan mendalami Ilmu Kepenyuluhan Pertanian di universitas terpandang di Makassar, UNHAS, menjadi penyuluh kependudukan hingga menjadi suluh bagi organisasi setingkat dinas di Kota Daeng.

Dia datang ke Makassar berbaju anak kampung, dari ketinggian Enrekang, yang lebih memilih belajar dari dan pada masyarakat.

 Saat kaum muda seusianya lebih banyak santai atau membunuh waktu dengan bermain, dia memanfaarkan sumber daya tersedia dan membekali diri dengan perkakas keilmuan.

Dia memilih menjadi ‘pedagang yang kuliah’ pada kesempatan yang lain.

“Sebagian kawan tertawa saat lihat saya bawa karung, ke kampus. Saat sebagai mahasiswa di Unhas, saya sudah berbisnis saat itu, berdagang hasil kebun dari kampung halaman,” katanya kepada Kamaruddin Azis dari Pelakita.ID saat dijumpai di Kawasan Kalibata Mall, Jakarta Selatan pada 4 Agustus 2020.

Tak keliru jika Wali Kota Makassar, sebelum-sebelumnya, mendapuknya jadi Kadis, dari Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kepala BKKBN hingga Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Kelautan.

Dia, ARB adalah contoh pamong yang berhasil menyelami hakikat sebagai abdi negara.

Berlatar kehidupan yang agraris, lalu menebar inspirasi dan kemajuan untuk Makassar, untuk masyarakat pedalaman, hingga pesisir dan pulau-pulau di Kota Makassar.

 Lantaran komitmen dan kesungguhanya mengelola sumber daya program, dia diminta untuk memboyong dan mempresentasikan success story pengelolaan program pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau-pulau di Makassar hingga Roma, Italia dalam tahun 2017.

Redaksi

 

 

 

Related posts