DP2 Kota Makassar dan FIKP Unhas perkuat kapasitas pembudidaya ikan di Longwis

  • Whatsapp
Pelatihan penanganan hama penyakit ikan dan CBIB kerjasama DP2 Pemkot Makassar dan FIKP Unhas (dok: istimewa)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – Komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk membangun ketangguhan pangan dan menggeliatnya Wisata Lorong ditunjukkan Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar bekerjasama Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan FIKP Universitas Hasanuddin dengan membekali pembudidaya ikan keterampilan Cara Budidaya Ikan yang Baik berikut penanganan hamanya.

“Pelatihan bagi pembudidaya ikan di Kota Makassar ini merupakan upaya kami untuk membantu pengendalian hama dan penyakit ikan sekaligus memperkuat praktik budidaya ikan yang baik  CBIB yang sesuai kaidah semestinya,” jelas Evi Apriati, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, 16/8/2022.

Menurut Evi, teknis kegiatan ini melalui pelaksanaan dua paket pelatihan. “Mengenai pengendalian hama dan penyakit ikan untuk 10 peserta serta Pelatihan CBIB bagi 15 peserta,” tambahnya.

Evi menyatakan komitmen DP2 ini sebagai upaya melengkapi tanggung jawab pihaknya dalam berkontribusi penguatan kapasitas pembudidaya dengan dilatih oleh pelatih terakreditasi.

“Budidaya ikan di perkotaan dengan adanya Longwis atau Lorong Wisata jangan cuma tanaman tapi ada juga perikanan. Ada 2 SKPD terkait yakni DKP dan DP2. Longwis itu bukan keinginan SKPD tapi keinginan masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan, di perkotaan seperti Makassar, harus budidaya air tawar karena laut sudah kewenangan provinsi. “Jangan lagi nila dan lele tapi akan dicoba udang dan lobster air tawar. Ini yang kita mau dorong budidaya ikan berbasis wisata lorong,” lanjutnya.

Dijelaskan pula bahwa di Tello praktik budidaya harus ada kombinasi budidaya. “Kecamatan masing-masing harus punya unggulan. Untuk lobster kita punya mitra di Surabaya untuk buyer-nya,” ungkapnya.

Dia juga berharap ada dukungan dari pihak perusahaan yang punya skema CSR. “Harapan kita agar peserta pelatihan bisa lebih banyak,” lanjut Evi.

Sementara itu, fungsional Budidaya Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Syamsul Bahri,  menyatakan pelatihan berisi materi di kelas dan praktek di laboratorium, serta kunjungan pembelajaran ke Kabupaten Maros.

Pelatihan diisi paparan dari dosen, praktisi, dan peneliti dari Loka Budidaya. Untuk memastikan perubahan pengetahuan dan keterampilan peserta dilaksanakan pula pre dan post-test pelatihan.

Akademisi FIKP, Dr Ahamd Faizal menjelaskan apa yang dikontribusikan pihaknnya ini adalah komitmen pengabdian kepada masyarakat melalui Tridarma Perguruan Tinggi. “Tidak lengkap sekolah mengajar dan meneliti, kalau tidak ada hilirisasi pengabdian dan hari ini kami berupaya mentransfer ilmu walaupun juga ada diskusi atau sharing dari para peserta,” ucapnya.

Ahmad menyebutkan bahwa fasilitas Unhas di Pulau Barrang Lompo adalah hatchery. “ini akan dikembangkan menjadi pusat pembibitan kima, dan bibitnya akan ditebar untuk kepentingan konservasi di berbagai daerah,” jelasnya.

Ahmad juga mengapresiasi inisiatif Pemkot Makassar yang mendorong praktik budidaya ikan di lorong-lorong wisata. Sebagai gambaran, dengan meningkatnya skill peserta ini maka diharapkan Lorong Wisata atau Longwis akan menggeliat dan bisa menjaring atensi wisata budidaya.

Nasura, peserta dari pembudidaya ikan nila Kelurahan Tello Baru mengaku senang ikut pelatihan ini karena dapat menambah wawasan.

“Lumayan menambah wawasan dan menambah teman baru. Saya sangat menikmati pelatihan ini,” ucap Nasura.

Sementara Majid, pembudidaya ikan dari Kelurahan Bira menyebut materi pelatihan sangat bagus.  Hal serupa juga disampaikan oleh Abd. Rauf, pembudidaya ikan nila dan ikan hias sistem KJA Kelurahan  Tanjung Merdeka. KJA-nya merupakan lokasi wisata yang asik untuk bisa menikmati danau Tanjung Bunga.

“Terima kasih Pemkot Makassar dan Unhas atas pelatihan yang bermanfaat ini,” pungkas Rauf.

 

Editor: K.Azis

 

 

Related posts