Akademisi Unhas dan UNM Tingkatkan Pemahaman Warga Pulau Terkait Manfaat Mangrove dan Antisipasi Perubahan Iklim

  • Whatsapp
Narasumber dan peserta Kegiatan Pengabdian Masyarakat Dosen Universitas Hasanuddin UNHAS dan Universitas Negeri Makassar UNM digelar di Pulau Sabangko, Kabupaten Pangkep, Rabu, 1 Mei 2024.

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – Kegiatan Pengabdian Masyarakat Dosen Universitas Hasanuddin UNHAS dan Universitas Negeri Makassar UNM digelar di Pulau Sabangko, Kabupaten Pangkep, Rabu, 1 Mei 2024.

“Ini merupakan upaya bersama kami untuk meninggalkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan mengelola kawasan hutan mangrovenya agar faedah jangka panjang,” ujar Prof Abdul Rasyid Jalil dari FIKP Unhas.

“Judul kegiatan ini adalah Penyuluhan Peran Hutan Mangrove Dalam Mitigasi Perubahan Iklim di Pulau Sabangko,” jelasnya.

“Tujuannya secara spesifik adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap peran hutan mangrove dalam mitigasi perubahan iklim. Yang kedua meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan hutan mangrove untuk kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, serta mitigasi perubahan iklim,” terang guru besar Fisika Oseanografi ini.

Sebagai peserta adalah kelompok masyarakat di Pulau Sabangko.

Prof Abdul Rasyid di depan warga Pulau Sabangko (dok: Istimewa)

Guru Besar Unhas yang akrab disapa Prof Cido itu menyebut Pulau Sabangko punya vegetasi mangrove yang masih cukup besar, dan telah dimanfaatkan warga untuk menjaga bentang pantai termasuk mencegah limbasan air laut masuk ke permukiman,” terang Prof Cido.

Pada kegiatan itu selain Prof. Dr. Ir. Abd. Rasyid Jalil, M.Si dari Unhas hadir pula Dr. Ir. Syafiuddin, M.Si. (Unhas) dan Dalvi Mustafa, S.Pi., M.Sc. (Unhas). Sementara dari UNM hadir Abdul Malik, S.T., M.Si., Ph.D. dan Abdul Mannan, S.Si., M. Pd. (UNM).

Pada sosialisasi dengan warga Pulau Sabangko ini, Prof Abdul Rasyid membagikan perspektif tentang ancaman pemasanan global terhadap komunitas, permukiman dan masa depan lingkungan pesisir dan laut.

Malik, Ph.D menjelaskan ruang lingkup ekosistem mangrove, jenis dan biologinya termasuk pentingnya konservasi mangrove untuk keberlangsungan fungsi ekologi dan sosial ekonomi masyarakat Sabangko.

Sementara Dr Syafiuddin memberikan penjelasan tentang prospek budidaya kuda laut di pesisir sebagai salah satu solusi pengembangan ekonomi dan keseimbangan ekosistem di tengah ancaman perubahan iklim.

Selain dosen, sosalisasi ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa seperti  Muhammad Dzaky H.M. dari Ilmu Kelautan Unhas, Muh. Alif Ilmu Kelautan Unhas dan Muh. Salman E.H dan Geografi UNM.

 

Redaksi

Related posts