Pakar UNDIP dan UNHAS serukan kolaborasi pengelolaan terumbu karang

  • Whatsapp
Infografis MarinePodcasts

PELAKITA.ID – Pelakita.ID bekerjasama Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO), Triangle Diving Club dan Marine Diving Club Undip menggelar ‘MarinePodcasts’ Seberapa Penting Konservasi Terumbu Karang untuk Masa Depan Bangsa, 7/5/2021.

Acara ini dipandu oleh founder Pelakita.ID, Kamaruddin Azis dan menghadirkan Dr Munasik Motawi, M.Sc akademisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro serta Dr Syfayudin Yusuf, S.T, M.Si akademisi dan peneliti terumbu karang dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin.

Read More

Dr Munasik adalah alumni Ilmu dan Teknologi Kelautan Undip, meraih gelar M.Sc dari University of Ryukyus Jepang serta Doktor lulsan UGM sementara Dr Ipul, begitu sebutannya adalah alumni ITK Unahs angkatan 1989, meraih S2 dan S3 pada IIPB University.

Dr Munasik aktif mendorong kolaborasi pengelolaan kawasan terumbu karang di Karimunjawa dan menyebut adanya sinergi antara Perguruan Tinggi, Pemerintah, Swasta dan Masyarakat.

Menurutnya, kerjasama itu melibatkan Pemerintah Jepara, UNDIP dan CSR PLN. Ini sudah berjalan selama hampir lima tahun untuk pengelolaan terumbu karang yang dapat memberi manfaat lingkungan, sosial dan ekonom.

“Kami di Undip bekerjasama dengan Pemerintah Jepara dan PLN melalui skema CSR mendorong konservasi dan pemulihan ekosistem karang di Karimunjawa,” katanya.  “Dampaknya pun sudah bisa dilihat di sekitar Pulau Panjang,” katanya.

Sementara Dr Ipul banyak terlibat pada replantasi karang di Laut Spermonde atau WPP 713, seperti di Pulau Bontosua dan Pulau Badi di Sulawesi Selatan.

Pengalamannya pada beberapa riset karang sejak tahun 90-an hingga saat ini memberinya kesadaran bahwa pengelolaan terumbu karang meniscayakan pemahaman mendasar tentang biologi dan dinamika ekologi karang.

“Tidak bisa hanya sekadar bikin proyek replantasi atau menanam karang tanpa pemahaman biologi atau kemampuan hidup karang, misalnya pada kemampuan hidup, kondisi oseanografi dan lain sebagainya,” katanya.

Ada beberapa poin penting yang disampaikan keduanya, di antaranya masih adanya destructive fishing yang menggerus luasan karang nasional, perlunya penegakan hukum dan dukungan bagi peneliitian terumbu karang. Mereka juga menyebut perlunya kampus untuk terbuka dan terhubung dengan dunia luar.

Selain itu, mereka mendorong tumbuhnya riset terumbu karang yang relevan dengan kebutuhan publik.

Mereka menyerukan pentingnya kolaborasi penelitian dan pengelolaan kawasan terumbu karang di Indonesia dan menekankan perlunya pemahaman dan komitmen pemangku kepentingan lain untuk bersama-sama mengembangkan atau menyelesaikan persoalan yang ada terkait terumbu karang ini.

Mereka, termasuk para peserta MarinePodcasts juga memberi pandangan atas agenda ICRG atau Indonesia Coral Reef Garden. Ada yang optimis, ada yang juga yang mengingatkan perlunya kesungguhan untuk menjalankannya secara tepat.

Seperti apa? Sila simak di sini.

 

(KAS)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *