PELAKITA.ID – MAROS – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-44 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), Program Studi Magister Ilmu Gizi menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “SMART Eating Challenge: Pembatasan Konsumsi Ultra-Processed Food (UPF) bagi Remaja” di SMA Negeri 2 Maros, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi akademisi dalam meningkatkan literasi gizi remaja, khususnya dalam membangun kesadaran untuk memilih makanan yang lebih sehat dan membatasi konsumsi pangan ultra-proses atau ultra-processed food (UPF) yang semakin mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Sebanyak kurang lebih 40 siswa dari kelas X hingga XII mengikuti kegiatan tersebut. Menariknya, meskipun dilaksanakan pada hari Sabtu yang merupakan hari libur sekolah, para siswa tetap menunjukkan antusiasme dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan edukasi.
Kegiatan diawali dengan arahan Ketua Program Studi Magister Ilmu Gizi FKM Unhas, Rahayu Indriasari, S.KM., MPCHN., Ph.D.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan makan sehat sejak usia remaja, mengingat masa ini merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan asupan gizi berkualitas.
Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan konsumsi remaja. Berbagai makanan dan minuman yang dijual di kantin maupun di sekitar sekolah sering kali menjadi pilihan siswa karena praktis, memiliki cita rasa yang menarik, serta mudah diperoleh. Namun, sebagian produk tersebut termasuk kategori pangan ultra-proses yang dapat mengandung gula, garam, dan lemak dalam jumlah tinggi.

“Remaja perlu mulai membiasakan diri untuk lebih cermat dalam memilih makanan. Tidak hanya mempertimbangkan rasa, harga, atau kemasan yang menarik, tetapi juga memperhatikan kandungan gizi dan dampaknya terhadap kesehatan. Membatasi konsumsi makanan ultra-proses merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan sejak bangku sekolah,” demikian pesan utama yang disampaikan dalam arahannya.
Ia juga menekankan bahwa edukasi gizi bukan semata-mata mengajarkan siswa untuk menghindari jenis makanan tertentu, melainkan membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengambil keputusan yang lebih baik dalam memilih makanan sehari-hari.
Edukasi Gizi Dikemas melalui Permainan Interaktif
Berbeda dari penyuluhan kesehatan yang umumnya didominasi penyampaian materi, kegiatan SMART Eating Challenge dirancang dengan pendekatan edukasi yang lebih partisipatif dan menyenangkan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pretest untuk memperoleh gambaran awal pengetahuan siswa mengenai UPF, karakteristiknya, serta kaitannya dengan kesehatan.
Selanjutnya, siswa mendapatkan edukasi mengenai pengertian pangan ultra-proses, contoh produk yang sering dikonsumsi remaja, dan pentingnya memperhatikan informasi nilai gizi pada kemasan pangan.
Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, materi edukasi dipadukan dengan berbagai permainan (games) yang dilaksanakan secara individu maupun kelompok. Melalui pendekatan ini, siswa diajak untuk berpikir kritis, berdiskusi, serta mengidentifikasi pilihan makanan yang lebih sehat berdasarkan situasi yang dekat dengan kehidupan mereka.
Konsep permainan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman siswa bahwa memilih makanan sehat tidak harus selalu sulit atau mahal.
Kebiasaan sederhana, seperti mengutamakan makanan bergizi seimbang, memilih air putih, memperhatikan label pangan, dan mengurangi frekuensi konsumsi makanan atau minuman tinggi gula, garam, serta lemak, dapat menjadi langkah awal dalam membangun pola makan yang lebih baik.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan keterlibatan aktif para siswa dalam sesi edukasi maupun permainan. Antusiasme peserta menjadi salah satu hal menarik dalam pelaksanaan pengabdian ini, terutama karena mereka secara sukarela meluangkan waktu pada hari libur untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di luar aktivitas akademik rutin.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diorganisasi bersama oleh tim dosen Program Studi Magister Ilmu Gizi FKM Unhas, termasuk Dr. Hasan Basri, S.KM., serta melibatkan sejumlah mahasiswa Magister Ilmu Gizi.
Keterlibatan mahasiswa pascasarjana menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengalaman langsung dalam mengomunikasikan pesan-pesan gizi kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Ilmu Gizi FKM Unhas berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai risiko konsumsi UPF secara berlebihan, tetapi juga semakin termotivasi untuk menerapkan kebiasaan makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat turut dibagikan kepada teman sebaya dan keluarga sehingga pesan edukasi gizi menjangkau lingkungan yang lebih luas.
Pelaksanaan SMART Eating Challenge juga menjadi wujud komitmen FKM Unhas dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada upaya promotif dan preventif.
Momentum Dies Natalis ke-44 FKM Unhas menjadi kesempatan untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk kelompok remaja sebagai generasi penerus bangsa.
Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kesadaran terhadap pola konsumsi yang mendukung kesehatan, Tujuan 4 (Quality Education) melalui edukasi gizi yang inklusif dan partisipatif, serta Tujuan 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penguatan kesadaran remaja dalam memilih dan mengonsumsi pangan secara lebih bijak.









