Menakar Peluang Unhas di Pimnas 2026

  • Whatsapp
Muhammad Ruslin (dok: Istimewa)

PELAKITA.ID — Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, akan mengikuti kompetisi ilmiah mahasiswa tingkat nasional ke-39 tahun 2026 di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, pada 2–7 November 2026. Ajang ini bernama Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-39.

Bermodal dua kali kemenangan pada Pimnas sebelumnya, Unhas belum tentu bisa kembali menjadi jawara dan menorehkan sejarah hattrick juara umum tiga kali berturut-turut pada Pimnas tahun ini. Dibutuhkan konsistensi dan dukungan faktor nonteknis.

Target yang dicanangkan Unhas rasanya cukup realistis, dengan peluang yang terbuka lebar. Hitung-hitungannya, menurut saya, dapat dilihat dari sejumlah faktor yang menjadi penentu peluang juara.

Pertama, performa peserta. Selama beberapa tahun terakhir, mahasiswa Unhas diketahui tampil konsisten dan produktif. Hal ini ditandai dengan jumlah tim yang lolos seleksi untuk mengikuti Pimnas yang cukup signifikan.

Sebagai gambaran, pada Pimnas ke-37 tahun 2024 di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Unhas meloloskan 34 tim dan menempati peringkat ketiga dalam jumlah peserta, di bawah UGM dan IPB.

Setahun berikutnya, pada Pimnas ke-38 yang digelar di kampus sendiri, Unhas meloloskan 20 tim dan menempati peringkat teratas dalam jumlah peserta. Tahun ini, Unhas menjadi perguruan tinggi dengan jumlah tim lolos Pimnas terbanyak kedua. Kompetisi tersebut akan digelar di Undip, Semarang.

Kedua, kekuatan skuad dan pendampingan. Mahasiswa peserta Pimnas dari Unhas rata-rata memiliki kemampuan di atas rata-rata dan telah menjalani proses pembinaan yang cukup panjang, dengan bimbingan khusus dari dosen pendamping.

Ketiga, soliditas tim dan strategi. Dalam beberapa tahun terakhir, Unhas menunjukkan tren peningkatan prestasi. Bahkan, dalam dua tahun terakhir, Unhas berhasil mendominasi sebagai “Raja Pimnas”, sekaligus memutus dominasi perguruan tinggi di Pulau Jawa yang telah lama mewarnai persaingan juara Pimnas sejak pertama kali digelar.

Soliditas tim dan proses regenerasi melalui kehadiran “tunas-tunas baru” menjadi modal positif bagi Unhas untuk menjaga konsistensi prestasi tersebut.

Apa Kuncinya?

“Sinergi, komitmen, dan membenahi manajemen Program Kreativitas Mahasiswa,” ujar Prof. Muhammad Ruslin, Wakil Rektor Unhas Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

Prof. Ruslin, begitu ia biasa disapa, memiliki pengalaman manajerial yang inovatif ketika menjabat Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Pendidikan Unhas. Rumah sakit tersebut menjadi salah satu RSGM pendidikan terbaik di Indonesia.

Pengalaman lainnya diperoleh ketika Ruslin mengelola atmosfer akademik di tingkat fakultas sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas. Cukup banyak capaian yang dihasilkan. Bahkan, ia termasuk salah satu dekan dengan prestasi terbaik di Unhas pada masa itu.

Rupanya, Ruslin ingin membawa apa yang telah dilakukannya di tingkat fakultas ke skala universitas, dengan menambahkan sentuhan inovasi dan kreativitas lainnya.

Ruslin telah lama memendam pemikiran itu. Bersama koleganya, Prof. Jamaluddin Jompa, yang kini menjabat Rektor Unhas, ia berjuang memikirkan pengembangan kampus riset dan penguatan atmosfer akademik di Unhas.

Ruslin langsung bergerak cepat. Bekerja sat-set. Anggota timnya pun harus mengikuti irama kerjanya. Pikirannya telah dipenuhi berbagai rencana. Ia bukan tipe pejabat yang baru menggelar rapat perencanaan setelah dilantik. Konsepnya sudah matang bahkan sebelum pelantikan.

Jika ekosistem seperti ini terus berlangsung, jangan heran jika Unhas menjadi pelopor dalam melahirkan hasil riset yang berdampak bagi masyarakat. Aktivitas universitas tetap ramai, wisuda tetap meriah, dan laboratorium semakin inovatif. Dari laboratorium yang hidup dan produktif, diharapkan lahir lompatan besar bagi kemajuan bangsa.

Ini bukan pekerjaan ringan. Pertaruhannya pun berat. Namun, Unhas sudah memiliki modal dan pengalaman yang kuat. Sebagai juara bertahan, Unhas sangat termotivasi untuk mempertahankan Piala Adikarta Kertawidya untuk ketiga kalinya.

“Dua kali juara umum tentu membanggakan sekaligus menjadi motivasi. Kami optimistis, dengan persiapan matang, kerja keras, dan pendampingan dosen yang baik, Unhas berpeluang untuk kembali meraih prestasi terbaik,” ujar Prof. Ruslin dengan optimistis. *

(Rusman Madjulekka)