Panen 6 Ton Ikan dalam Setengah Hari, Nelayan Barru Raup Rp200 Juta Berkat Apartemen Ikan Pemprov Sulsel

  • Whatsapp
Ilustrasi. Sumber: https://www.instagram.com/reels/De1UkLVD-Ha/

PELAKITA.ID — Program apartemen ikan yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai memperlihatkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat pesisir.

Di Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, fasilitas terumbu karang buatan ini membantu nelayan memperoleh hasil tangkapan hingga 6 ton ikan bakuta senilai Rp200 juta hanya dalam waktu setengah hari.

Capaian tersebut menjadi gambaran bagaimana intervensi pengelolaan sumber daya pesisir yang tepat dapat membuka peluang peningkatan produktivitas sekaligus pendapatan nelayan. Kehadiran apartemen ikan juga memberi alternatif daerah penangkapan yang lebih dekat, sehingga nelayan tidak harus melaut terlalu jauh ke tengah laut untuk mendapatkan hasil yang melimpah.

Kepala Desa Kupa, Suardi Haruna, menyampaikan apresiasi atas pembangunan fasilitas apartemen ikan yang merupakan bantuan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada 2025.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat nelayan di wilayahnya.

Bagi nelayan skala kecil, kemudahan menemukan gerombolan ikan di sekitar wilayah penangkapan menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi usaha. Jarak melaut yang lebih dekat berpotensi menghemat waktu dan biaya operasional, sekaligus membuka kesempatan bagi nelayan untuk memperoleh hasil tangkapan yang lebih baik.

Apartemen ikan merupakan struktur buatan yang ditempatkan di perairan untuk menyediakan habitat bagi biota laut. Struktur tersebut dapat menjadi tempat berlindung, mencari makan, dan berkumpulnya ikan, sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas perikanan di kawasan sekitarnya.

Keberhasilan di Desa Kupa menunjukkan pentingnya memastikan bahwa pembangunan infrastruktur pesisir tidak berhenti pada penyediaan fasilitas. Manfaatnya perlu terus dipantau melalui data hasil tangkapan, perubahan pendapatan nelayan, efisiensi biaya melaut, serta kondisi ekosistem perairan.

Dengan pengelolaan dan pemantauan yang berkelanjutan, apartemen ikan berpotensi menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat ekonomi nelayan kecil sekaligus mendorong pengelolaan sumber daya laut yang lebih bertanggung jawab.

Hasil tangkapan 6 ton ikan bakuta senilai Rp200 juta dalam setengah hari menjadi capaian yang menjanjikan bagi nelayan Desa Kupa. Tantangan berikutnya adalah memastikan manfaat ekonomi tersebut dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh lebih banyak nelayan, tanpa mengabaikan daya dukung lingkungan laut.

___
Sumber: https://www.instagram.com/reels/De1UkLVD-Ha/