Darwis Ismail Pimpin ISKINDO 2026–2031, Membawa Semangat Alumni Kelautan Unhas untuk Indonesia

  • Whatsapp
Alumni Ilmu dan Teknologi Kelautan Unhas, Darwis Ismail, S.T, M.M.A, terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) periode 2026–2031 dalam Kongres IV ISKINDO di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026. Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum untuk melanjutkan konsolidasi organisasi sekaligus memperluas kontribusi sarjana kelautan bagi pembangunan maritim Indonesia.

PELAKITA.ID — Darwis Ismail terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) periode 2026–2031 dalam Kongres IV ISKINDO di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026. Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum untuk melanjutkan konsolidasi organisasi sekaligus memperluas kontribusi sarjana kelautan bagi pembangunan maritim Indonesia.

Dalam penghitungan suara yang tercatat pada papan hasil voting, Darwis memperoleh 15 suara, unggul atas Hendra Yusran Siry yang meraih 6 suara. Terdapat satu suara tidak sah, sehingga jumlah suara yang tercatat dalam penghitungan tersebut sebanyak 22 suara.

Kongres IV ISKINDO dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Forum ini juga menjadi ajang konsolidasi keluarga besar ISKINDO yang diikuti 27 perwakilan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) ISKINDO dari berbagai daerah di Indonesia baik secara daring maupun luring.

Terpilihnya Darwis menandai babak baru perjalanan organisasi profesi sarjana kelautan tersebut.

Ia diharapkan mampu merawat fondasi yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya sekaligus memperkuat peran ISKINDO sebagai penghubung antara keahlian profesional, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat pesisir.

Dalam sambutannya, Darwis berjanji untuk mengajak semua unsur, beragam latar belakang, dan asal alumni Kelautan untuk bersama membesarkan organisasi.

Melanjutkan Fondasi Kepemimpinan Riza Damanik

Pergantian kepemimpinan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menyampaikan apresiasi kepada M. Riza Damanik, yang memimpin ISKINDO pada periode 2021–2026. Selama masa kepemimpinannya, konsolidasi organisasi dan penguatan jejaring sarjana kelautan menjadi bagian penting dari perjalanan ISKINDO.

Riza saat ini adalah deputi bidang UMKM, pada Kementerian UMKM.

Riza sebelumnya menekankan bahwa Indonesia memiliki sedikitnya 36.000 alumni kelautan yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, lembaga legislatif, TNI, perguruan tinggi, hingga dunia usaha.

Potensi sumber daya manusia tersebut merupakan modal besar yang perlu dihubungkan dengan kebutuhan pembangunan dan pengelolaan laut Indonesia.

Dalam sambutan pembukaan kongres, Riza juga mengingatkan bahwa tantangan utama bukan sekadar besarnya potensi laut Indonesia, melainkan kemampuan bangsa menyiapkan sumber daya manusia profesional untuk mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pesan tersebut relevan sebagai landasan bagi kepemimpinan baru. ISKINDO membutuhkan kesinambungan program, perluasan jejaring kerja, dan ruang kontribusi yang semakin nyata bagi anggotanya, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, tekanan terhadap ekosistem laut, pengembangan ekonomi pesisir, serta kebutuhan lapangan kerja bagi lulusan kelautan.

Terima kasih kepada M. Riza Damanik atas pengabdian dan kepemimpinannya selama periode 2021–2026. Estafet kepemimpinan yang kini beralih kepada Darwis Ismail diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan dan meneruskan kerja organisasi dengan semangat kolaborasi.

Alumni Kelautan Unhas yang Menempuh Jalur Kewirausahaan

Darwis Ismail merupakan alumni Ilmu dan Teknologi Kelautan Universitas Hasanuddin angkatan 1992.

Perjalanan profesionalnya memperlihatkan salah satu jalur pengabdian sarjana kelautan: mengembangkan usaha, membangun jejaring, membuka kesempatan kerja, dan mendukung kegiatan yang berhubungan dengan sektor kelautan serta perikanan.

Dalam artikel profil yang diterbitkan Pelakita.ID, Darwis digambarkan sebagai pengusaha yang telah lama bergerak di bidang kelautan, perikanan, dan pertanian.

Ia juga mengembangkan usaha budidaya udang serta membangun jejaring profesional di Jakarta. Pengalaman tersebut mempertemukan latar belakang keilmuan kelautan dengan praktik kewirausahaan dan pengembangan ekonomi.

Perjalanan organisasinya juga cukup panjang. Sebelum terpilih memimpin ISKINDO, Darwis pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA Unhas), Bendahara Umum ISKINDO periode 2016–2018, Sekretaris Dewan Pakar periode 2018–2020, serta Wakil Ketua Umum ISKINDO periode 2021–2026.

Rekam jejak ini memberinya pengalaman dalam mengelola organisasi alumni dan membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Salah satu aspek yang menonjol dalam perjalanan Darwis adalah perhatiannya terhadap jejaring alumni.

Dalam profilnya, Pelakita.ID menyoroti keterlibatannya membantu alumni muda mengakses peluang kerja dan melanjutkan studi, serta kepedulian terhadap sesama alumni yang membutuhkan dukungan.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa jejaring profesional dapat berfungsi bukan hanya sebagai modal usaha, tetapi juga sebagai sarana solidaritas dan pembukaan kesempatan bagi generasi berikutnya.

Membawa Gagasan ke Arah Kerja Nyata

Menjelang Kongres IV, Darwis telah menyampaikan sejumlah gagasan untuk memperkuat relevansi ISKINDO.

Di antaranya adalah mendorong penguatan kelembagaan kelautan dan perikanan di daerah, memperluas peluang ekonomi perikanan, serta membangun sistem profesionalisasi yang lebih jelas bagi sarjana kelautan.

Ia juga menaruh perhatian pada perlunya hubungan yang lebih erat antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Dengan semakin banyaknya perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan kelautan, penguatan kompetensi lulusan dan pembukaan jalur karier menjadi agenda penting agar keahlian mereka dapat dimanfaatkan secara optimal.

Gagasan tersebut dapat menjadi titik berangkat bagi kepengurusan ISKINDO 2026–2031 untuk menyusun program kerja yang terukur. Organisasi dapat memperkuat kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan organisasi profesi, sekaligus membangun mekanisme yang membantu anggota memperoleh akses terhadap informasi kerja, pengembangan keahlian, riset terapan, dan peluang kewirausahaan.

Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan gagasan menjadi agenda bersama yang dapat dijalankan secara berkelanjutan. Dengan jejaring 27 DPW yang hadir dalam kongres, ISKINDO memiliki modal organisasi untuk menghubungkan kebutuhan daerah dengan kompetensi sarjana kelautan di tingkat nasional.

Kepemimpinan Darwis juga akan berada dalam kesinambungan sejarah organisasi yang dibangun oleh para pendahulu, termasuk Riza Damanik. Karena itu, transisi ini bukan sekadar pergantian ketua umum, melainkan kesempatan untuk menjaga tradisi kolaborasi sambil memperkuat orientasi kerja yang menjawab kebutuhan anggota dan masyarakat.

Bagi keluarga besar sarjana kelautan, harapannya jelas: ISKINDO semakin kuat sebagai rumah bersama bagi para profesional, ruang bertemunya gagasan dan keahlian, serta jembatan yang menghubungkan ilmu kelautan dengan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dengan pengalaman kewirausahaan, perjalanan organisasi, dan kedekatannya dengan jejaring alumni, Darwis Ismail memulai amanah periode 2026–2031 dengan peluang untuk memperluas kontribusi sarjana kelautan bagi Indonesia. Tantangan selanjutnya adalah memastikan semangat kongres tumbuh menjadi kerja bersama yang konsisten, terukur, dan bermanfaat bagi masa depan maritim bangsa.