Unhas Sosialisasikan Tim Ekspedisi Patriot 2026, Dorong Kontribusi Akademik untuk Wilayah Tertinggal

  • Whatsapp
Melalui Pokja Tim Ekspedisi Patriot Unhas, kegiatan Sosialisasi dan Pemasukan Abstrak TEP 2026 digelar di Aula LPPM Universitas Hasanuddin pada Rabu (6/5).

PELAKITA.ID – Universitas Hasanuddin kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional melalui keterlibatan aktif dalam program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026.

Kementerian Transmigrasi menunjukkan langkah strategis baru dalam membangun kawasan transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan dan pengabdian masyarakat dengan menunjuk 10 perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia untuk terlibat dalam program nasionalnya.

“Dari seluruh kampus yang dipilih, Universitas Hasanuddin menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang berasal dari luar Pulau Jawa,” kata Dr Ilham Alimuddin, salah satu fasilitator asal Unhas untuk program TEP 2026 ini.

Ilham menyebut, penunjukan ini menegaskan posisi strategis Universitas Hasanuddin sebagai representasi kekuatan akademik kawasan timur Indonesia.

“Kehadiran Unhas di antara kampus-kampus elite nasional bukan hanya menjadi simbol pengakuan kapasitas institusi, tetapi juga memperlihatkan pentingnya perspektif Indonesia timur dalam agenda pembangunan dan transmigrasi masa depan,” ujar pria yang juga dosen di Fakultas Teknik Unhas ini.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis Kementerian Transmigrasi, Universitas Hasanuddin mulai menyiapkan tim khusus untuk mendukung pelaksanaan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026.

Pengelolaan program di tingkat universitas dikoordinasikan oleh Rijal Idrus selaku Ketua Tim Pokja Pengelola TEP Unhas, dengan dukungan tim reviewer internal yang terdiri dari Prof Darmawan Salman, Prof Agussalim, dan Prof Jasmal A/ Syamsu.

Tim ini akan berperan dalam proses seleksi, penguatan substansi proposal, hingga memastikan kesiapan akademik dan teknis para peserta yang akan diterjunkan ke kawasan transmigrasi prioritas di Indonesia.

Insiatif UNHAS

Program hasil kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dan 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia ini menjadikan Unhas sebagai satu-satunya mitra perguruan tinggi dari kawasan Indonesia Timur.

Melalui Pokja Tim Ekspedisi Patriot Unhas, kegiatan Sosialisasi dan Pemasukan Abstrak TEP 2026 digelar di Aula LPPM Universitas Hasanuddin pada Rabu (6/5).

Kegiatan ini menjadi tahapan awal untuk menghimpun gagasan, inovasi, dan komitmen sivitas akademika dalam mendukung pembangunan wilayah tertinggal berbasis ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Sekretaris LPPM Unhas, Suharman Hamzah, dalam sambutannya menekankan pentingnya kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat yang masih membutuhkan perhatian pembangunan.

“Kehadiran kita dibutuhkan bagi saudara-saudara kita yang berada di wilayah yang membutuhkan, bukan hanya di kota-kota besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok Indonesia. TEP juga dirancang untuk mendorong lahirnya pusat-pusat ekonomi baru berbasis kawasan sebagai strategi pengentasan kemiskinan di daerah sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, Pokja TEP Unhas memaparkan peran strategis Universitas Hasanuddin yang akan mengirimkan para “Patriot” terbaiknya ke tiga wilayah prioritas, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Papua.

Ketua Pokja TEP Unhas, M. Rijal Idrus, turut mengajak para peserta untuk membawa semangat pengabdian dalam setiap langkah program.

“Kita harus menjadi Patriot hebat, karena kita hadir sebagai darah Hasanuddin, sang pejuang tangguh, si Ayam Jantan dari Timur,” kata Rijal yang disambut antusias peserta.

Di akhir kegiatan, para panelis memaparkan berbagai materi terkait pengenalan program TEP, pembagian wilayah penugasan untuk Unhas, hingga mekanisme penulisan dan pengiriman abstrak bagi dosen yang akan menjadi ketua tim lapangan.

Kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai aspek pelaksanaan program, mulai dari mekanisme kerja hingga tantangan yang mungkin dihadapi di lapangan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan lahir berbagai gagasan inovatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah tertinggal sekaligus menjadi model pengabdian berkelanjutan yang memberikan dampak nyata.

Tim Ekspedisi Patriot juga diharapkan menjadi ruang aktualisasi bagi insan akademik dalam mengimplementasikan keilmuan sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan dan kebangsaan.