Catatan Said Didu Usai Bertemu Presiden Prabowo

  • Whatsapp
Iluustrasi M. Said Didu

Oleh: Muhammad Said Didu

PELAKITA.ID – Muhammad Said Didu membagikan hasil pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Seperti apa, mari simak uraiannya berikut ini sebagaimana terbagi di WAG Alumni Unhas.

Sejumlah pihak menanyakan isi pertemuan kami dengan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung pada 30 Januari 2026. Berikut penjelasan singkat mengenai pertemuan tersebut.

Pertemuan dimulai sekitar pukul 17.00 dan berakhir kurang lebih pukul 20.45. Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo secara langsung memaparkan berbagai kebijakan strategis yang dirancang untuk mempercepat proses perbaikan dan pembenahan bangsa.

Meski didampingi sekitar sepuluh staf kepercayaan, Presiden menyampaikan presentasi dan penjelasan secara mandiri.

Diskusi berlangsung terbuka dan dinamis. Presiden menunjukkan sikap yang sangat responsif, mendengarkan dengan saksama berbagai pandangan, serta berdialog secara mendalam mengenai sejumlah isu strategis, termasuk isu-isu yang bersifat sensitif.

Seluruh peserta pertemuan diberi ruang yang sama untuk menyampaikan pendapat dan pandangan secara bebas.

Dalam pertemuan tersebut, terdapat kesepahaman bahwa agenda dan program pengembalian kedaulatan negara dan rakyat harus ditempatkan sebagai prioritas utama.

Hal ini mencakup upaya pemberantasan korupsi, penguatan kembali pengelolaan sumber daya alam untuk kepentingan rakyat, serta pemulihan kedaulatan di berbagai sektor.

Berbagai isu strategis dan sensitif turut dibahas, antara lain reformasi Polri, persoalan Gaza terkait BoP (Boarding of Peace), serta sejumlah isu penting lainnya.

Pembahasan ini mencerminkan keterbukaan Presiden Prabowo dalam menerima masukan dan berdiskusi secara jujur serta konstruktif.

Pasca pertemuan tersebut, kami menegaskan sikap untuk tetap bersikap kritis dan berada pada posisi oposisi terhadap pihak-pihak yang menghambat agenda pengembalian kedaulatan politik, ekonomi, hukum, pengelolaan sumber daya alam, serta kedaulatan wilayah negara yang selama ini dinilai telah dikuasai oleh oligarki beserta jejaring kepentingannya.

Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kesediaannya menerima kami dan membuka ruang dialog yang terbuka demi kepentingan bangsa dan negara.