Komunitas ‘Manggala Tanpa Sekat’ Lakukan Penuangan Eco Enzim di Kolam Lindi TPA Tamangapa

  • Whatsapp
Komunitas Manggala Tanpa Sekat kembali melakukan aksi lingkungan dengan mengunjungi kolam lindi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala, pada Sabtu, 24 Januari 2026.

PELAKITA.ID – Komunitas Manggala Tanpa Sekat kembali melakukan aksi lingkungan dengan mengunjungi kolam lindi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala, pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap hari Sabtu, khususnya sejak pertengahan Januari 2026.

Dalam kegiatan tersebut, para relawan melakukan penuangan eco enzim secara bersama-sama ke kolam lindi.

Aksi ini bertujuan untuk membantu mensterilisasi dan mengurangi bau sampah, yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama bagi warga di sekitar wilayah Kecamatan Manggala.

Selain aksi lapangan, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi dan bincang-bincang bersama Mashud Asikin, pemerhati sampah Kota Makassar.

Dalam perbincangan tersebut, Mashud menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi berkelanjutan, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Menurut Mashud, masyarakat perlu dibiasakan melakukan pemilahan sampah basah dan sampah kering sejak dari rumah.

Langkah ini dinilai krusial untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPA, sekaligus menjadi fondasi menuju target Zero Waste (nol sampah) di Kota Makassar.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada TPA. Kesadaran harus dimulai dari rumah, dari lingkungan terkecil,” ujar Mashud dalam diskusi tersebut.

Ia juga menitipkan harapan besar agar program pengelolaan sampah ini dapat ditopang penuh oleh kerja-kerja RT dan RW.

Keberhasilan program, menurutnya, sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif aparat lingkungan dalam mendukung kebijakan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Salah satu indikator capaian yang disoroti adalah keberadaan teba, atau lubang penampungan sampah basah, di setiap lingkungan RT dan RW di tingkat kelurahan.

Selain itu, Mashud juga mendorong masyarakat untuk memproduksi eco enzim, cairan ramah lingkungan hasil temuannya yang berfungsi mengurai bau sampah dan mempercepat proses penguraian organik.

“Kalau ini bisa berjalan dengan baik dan konsisten, insyaallah kita bisa bebas sampah dan menuju Zero Waste 2029,” tambahnya optimistis.

Menutup perbincangan, Ismail Ardha Wahid selaku perwakilan komunitas menyampaikan salam dari Daeng Nuntung, redaksi Pelakita.

Salam tersebut dibalas hangat oleh Mashud Asikin, yang mengenang kebersamaan lama mereka saat sama-sama berkecimpung di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara komunitas, pemerhati lingkungan, dan masyarakat akar rumput memiliki peran penting dalam upaya mengatasi persoalan sampah kota secara berkelanjutan.

____

Wawancara: Ismail Ardha Wahid