Coming Soon! Seminar Tradisi dan Kebudayaan: Menyusuri Jejak Sejarah Galesong

  • Whatsapp
Ilustrasi kegiatan oleh Pelakita.ID

PELAKITA.ID – Galesong dikenal sebagai salah satu kawasan penting dalam sejarah dan kebudayaan Sulawesi Selatan. Wilayah pesisir ini bukan sekadar ruang geografis, melainkan simpul peradaban yang sejak lama menyimpan jejak sejarah maritim, tradisi lokal, serta dinamika sosial-budaya yang berpengaruh hingga ke kawasan Indonesia Timur.

Dari Galesong, lahir narasi tentang pelaut, perlawanan, budaya pesisir, dan nilai-nilai lokal yang membentuk identitas masyarakatnya.

Seiring perubahan zaman, sebagian narasi sejarah dan kebudayaan Galesong perlahan terpinggirkan dari ingatan kolektif, terutama di kalangan generasi muda.

Modernisasi, perubahan pola hidup, serta minimnya ruang diskusi kebudayaan menyebabkan sejarah lokal kerap hanya hidup dalam cerita lisan yang makin jarang dibicarakan.

Karena itu, diperlukan ruang dialog dan refleksi yang mampu menghidupkan kembali pemahaman tentang sejarah dan tradisi Galesong secara kontekstual dan relevan dengan masa kini.

Atas dasar itulah, PP IKA Universitas Hasanuddin bersama IKA Unhas Takalar, DPP Garuda Astacita Nusantara, Balla Barakka ri Galesong, dan Pelakita.ID merencanakan penyelenggaraan Seminar Tradisi dan Kebudayaan bertajuk “Menyusuri Jejak Sejarah Galesong”.

Kegiatan ini dirancang sebagai medium pembelajaran lintas generasi, yang mempertemukan akademisi, budayawan, alumni, dan masyarakat umum dalam suasana dialogis dan reflektif.

Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran publik terhadap nilai-nilai sejarah, tradisi, dan kebudayaan Galesong sebagai bagian penting dari identitas budaya Sulawesi Selatan.

Secara khusus, kegiatan ini diharapkan mampu menggali dan mendiskusikan jejak sejarah Galesong dari perspektif akademik dan kultural, memperkuat peran komunitas dan alumni dalam pelestarian tradisi lokal, serta menjadikan Balla Barakka ri Galesong sebagai ruang belajar sejarah dan kebudayaan yang hidup.

Selain itu, seminar ini juga diharapkan dapat mendorong dialog lintas generasi tentang pentingnya merawat ingatan kolektif dan identitas lokal, agar sejarah tidak hanya dipandang sebagai masa lalu, tetapi juga sebagai pijakan untuk memahami masa kini dan merancang masa depan.

Rencananya, seminar akan dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026, pukul 09.00–13.00 WITA, bertempat di Balla Barakka ri Galesong, Takalar. Lokasi ini dipilih karena memiliki makna simbolik sebagai ruang budaya dan pusat aktivitas pelestarian tradisi Galesong.

Dalam seminar ini akan hadir sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi dan keterkaitan langsung dengan tema yang dibahas. Amrullah Amir, S.S., M.A., Ph.D, peneliti Sejarah Indonesia Timur dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, akan memaparkan perspektif akademik mengenai sejarah dan posisi Galesong dalam konteks kawasan Indonesia Timur.

Sementara itu, Prof. Aminuddin Salle, S.H., M.H, Founder Balla Barakka ri Galesong, akan berbagi pandangan dan pengalaman tentang pelestarian nilai-nilai budaya serta sejarah Galesong dari sudut pandang komunitas dan kearifan lokal.

Diskusi seminar akan dipandu oleh Salahuddin Alam Dettiro, Direktur Eksekutif PP IKA Unhas, sebagai moderator.

Adapun pengantar seminar akan disampaikan oleh Kamaruddin Azis Nuntung, Founder Pelakita.ID sekaligus penulis buku Semesta Galesong (Panyingkul, 2009), yang akan memberikan pengantar reflektif tentang Galesong sebagai ruang sejarah dan kebudayaan.

Peserta seminar direncanakan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari alumni Universitas Hasanuddin lintas fakultas dan angkatan, akademisi dan peneliti sejarah serta kebudayaan, aktivis budaya dan komunitas lokal, hingga mahasiswa dan masyarakat umum yang memiliki minat terhadap sejarah dan tradisi Galesong.

Melalui seminar ini, penyelenggara berharap akan lahir sejumlah luaran penting, antara lain terselenggaranya forum kebudayaan yang partisipatif dan bermakna, terdokumentasikannya gagasan serta narasi sejarah Galesong, meningkatnya kesadaran publik tentang pentingnya pelestarian tradisi dan sejarah lokal, serta terbangunnya jejaring kolaborasi antara akademisi, komunitas, dan alumni.

Pada akhirnya, Seminar Tradisi dan Kebudayaan “Menyusuri Jejak Sejarah Galesong” diharapkan menjadi ruang belajar bersama yang tidak hanya mengingat masa lalu, tetapi juga menautkannya dengan realitas masa kini dan cita-cita masa depan.

Dengan demikian, sejarah dan kebudayaan Galesong dapat terus hidup, dipahami, dan diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi berikutnya.