PELAKITA.ID – Sulawesi Capacity Development Project (CD Project) telah berkontribusi sejak 2007 dalam pengembangan kapasitas fasilitator masyarakat, perencana, dan pengambil kebijakan di enam provinsi Sulawesi, termasuk menyelenggarakan pelatihan di Jepang.

Alumni proyek ini berperan sebagai narasumber dan fasilitator dalam berbagai pelatihan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta merumuskan mekanisme baru dalam kolaborasi pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat.
Pendekatan yang dikembangkan terus disebarluaskan ke berbagai wilayah dengan memanfaatkan pengalaman dan metode pelatihan yang telah diperoleh. Namun, setelah proyek lima tahun ini berakhir pada September 2012, dibutuhkan bentuk keorganisasian baru untuk memastikan keberlanjutan inisiatif ini.

Setelah melalui berbagai diskusi dan pertemuan yang melibatkan tokoh kunci, akademisi, praktisi, serta fasilitator, pada 3 Maret 2012 “COMMIT” resmi dideklarasikan sebagai organisasi yang berfungsi sebagai Resource Bank dari CD Project.
Mengapa menggunakan kata ’community’ sebab komunitas merupakan elemen fundamental dalam pembangunan, namun sering kehilangan kapasitasnya untuk berkembang secara mandiri.
Inisiatif adalah kunci keberhasilan dan keberlanjutan yang hanya dapat tumbuh melalui fasilitasi yang tepat oleh berbagai aktor, termasuk pemerintah, NGO, perguruan tinggi, dan sektor swasta.
COMMIT hadir untuk mengembangkan kapasitas para aktor ini agar mampu mendorong perubahan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Visi COMMIT
Visi COMMIT adalah menjadi garda terdepan dalam mendorong inisiatif masyarakat untuk transformasi.
Misinya meliputi peningkatan kapasitas fasilitator masyarakat berbasis mekanisme kolaborasi, penguatan organisasi dalam memberikan layanan kepada pemerintah dan NGO, mendorong kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan masyarakat, serta mengembangkan kajian dan publikasi terkait praktik pembangunan berbasis komunitas.
Program utama COMMIT mencakup peningkatan kapasitas melalui pelatihan, seminar, dan lokakarya berbasis siklus mikro pemberdayaan masyarakat, konsultasi desain perencanaan dan pengembangan program pemberdayaan, penguatan kapasitas organisasi pemerintah dan NGO, serta advokasi kebijakan berbasis komunitas dan mekanisme kolaborasi.

Di sejumlah provinsi terdapat focal point The COMMIT Foundation, mereka di antaranya, Sulawesi Tenggara : Ruslan Dg. Situju, Sulawesi Utara, Noni Tangkilisan, Di Sulawesi Barat ada Mirfan, di Gorontalo ada Nur Sahijja Bone.
Di Sulawesi Tengah terdapat Azis Gapnal, di Nusa Tenggara Timur terdapat Yohannes Ghewa, di Nusa Tenggara Barat ada Ellena Khusnul Rahmawati dan di Maluku ada Jamal Riry.
Pengalaman Program
Sejak pendiriannya sejumlah program kolaboratif multi aktor dan lapisan kelembagaan telah dilaksanakan. Sejumlah program peningkatan kapasitas aparatur telah dijalankan dan memberi dampak positif bagi tumbuh kembangnya pembangunan daerah.
Tak hanya itu, program-program sosial, penguatan jejaring, transfer kapasitas berbasis desa, hingga pendampingan pemberdayaan masyarakat di lokasi tambang juga telah dan sedang dikontribusikan oleh The COMMIT Foundation.
Beberapa di antaranya penguatan kapasitas pendamping lokal dan pendamping desa kerjasama Kementerian Desa dan Daerah tertinggal serta Japan International Cooperation Agency.

Kerjasama Pemda Wakatobi untuk penguatan kapasitas aparatur dimana tidak kurang 400 perencana diperkuat, kerjasama Pemerintah Pohuwato hingga Pemda Wajo hingga Pemda Supiori Papua dan untuk penguatan kapasitas aparatur desa.
Juga kerjasama dalam pengkajian dan pengembangan protokol program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Wakatobi atas dukungan JICA CDCCS, atau Japan International Cooperation Agency – Capacity Development for Climate Change Strategy.
The COMMIT Foundation juga memperkuat kapasitas pelaku pembangunan di beberapa negara seperti aparat Pemerintah Bhutan, penguatan kapasitas 5 batch untuk Pemerintah Afghanistan kerjasama JICA, kerjasama pengembangan kapasitas mahasiswa Universitas Chuo Jepang hingga knowledge sharing antar NGO, media dan komunitas.

Demikian pula dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam penguatan kapasitas pendamping masyarakat di pulau-pulau terluar Indonesia.
Tim COMMIT juga memperkuat kapasitas perencana pemerintah daerah dalam sejumlah aspek spesifik seperti kesehatan. Dalam tahun 2022, The COMMIT Foundation memperkuat kapasitas perencanaan di Pemda Bintuni Papua Barat untuk pengentasan amemia dan dikerjasamakan dengan Universitas Gunma Jepang.
Teranyar adalah dengan PT Vale Indonesia Tbk dalam fasilitasi pendampingan Pengembangan Kawasan dan Perdesaan Mandiri di daerah lingkar tambang. Kerjasama ini bahkan sudah digelar sejak tahun 2018 hingga sekarang.
Penulis K. Azis