Universitas Alkhairaat Siapkan 51 Surveyor untuk Pemetaan 42 Lokasi KNMP 2027 di Sulteng

  • Whatsapp

Dr. Fachrudin A. Yahya, S.Pi., M.Si., Manajer Program Survei Penyiapan dan Perencanaan KNMP 2027

PELAKITA.ID — Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi melepas 51 personel tim survei untuk melakukan survei terhadap 42 titik lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2027 yang tersebar di empat kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Keterlibatan tim survei Unisa, yang mencakup manajer program, ketua tim (team leader), koordinator kabupaten, hingga tenaga administrasi, menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan lokasi sekaligus meletakkan fondasi pemberdayaan masyarakat pesisir yang berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan.

“Sebanyak 42 lokasi akan disurvei untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus menjadi bagian penting dari proses penyiapan, perencanaan, dan rekayasa sosial sebelum memasuki tahap awal pembangunan,” ujar Dr. Fachrudin A. Yahya, S.Pi., M.Si., Manajer Program Survei Penyiapan dan Perencanaan KNMP 2027, di sela-sela pembekalan mitra pembangunan di Hotel Swiss-Belhotel Palu, Rabu (28/10/2026).

Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh personel survei telah mengikuti pelatihan intensif dan pembekalan teknis selama beberapa hari. Pelaksanaan survei dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai pekan depan.

Fachrudin mengatakan, tim survei Unisa bertugas memverifikasi data usulan lokasi dari pemerintah daerah dan KKP, berdialog langsung dengan masyarakat, mengidentifikasi potensi usaha perikanan, serta memetakan peluang pengembangan model bisnis lokal yang sesuai dengan karakteristik setiap kawasan.

“Alhamdulillah, Unisa diberikan kepercayaan oleh KKP untuk terlibat dalam proses penyiapan dan perencanaan lokasi Kampung Nelayan Merah Putih. Karena itu, kami akan mengawal proses survei ini dengan baik dan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Bagi kami, ini sebuah kehormatan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” kata Fachrudin, yang juga menjabat Dekan Fakultas Perikanan Unisa Palu.

Menurutnya, survei tidak hanya bertujuan memastikan kesiapan lokasi secara fisik, tetapi juga menggali potensi ekonomi masyarakat nelayan sebagai dasar penyusunan perencanaan yang lebih terarah.

Data yang dihimpun diharapkan mampu memperlihatkan kondisi riil desa, kapasitas produksi perikanan, kebutuhan sarana dan prasarana, serta peluang pengembangan usaha yang dapat menopang keberlanjutan KNMP.

Fachrudin menambahkan, desa-desa nelayan nantinya akan dipetakan berdasarkan klaster bisnis, mulai dari desa yang berperan sebagai pusat kegiatan (hub) hingga desa penyangga.

Pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar penguatan pendampingan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan rantai pasok perikanan yang terintegrasi dengan lembaga ekonomi lainnya.

“Kami akan menghitung berapa besar volume ikan yang dapat ditampung di cold storage dan menyiapkan pembeli atau off-taker yang dapat menyerap hasil produksi nelayan. Dengan begitu, diharapkan tercipta stabilitas harga ikan sekaligus terjaganya mutu hasil perikanan,” jelasnya.

Bagi Unisa, keterlibatan dalam persiapan dan perencanaan KNMP 2027 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya para surveyor, dalam melakukan pengumpulan dan analisis data sebagai dasar pembangunan kawasan pesisir.

Fachrudin menegaskan, kualitas perencanaan sangat ditentukan oleh ketersediaan data yang akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, hasil survei diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi menjadi rujukan dalam menentukan model pendampingan, pemberdayaan, dan pengembangan usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap lokasi.

“Perencanaan berbasis data yang kuat menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Survei ini akan menjadi dasar objektif untuk menentukan model pendampingan, pemberdayaan, dan bisnis ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Unisa Palu, Dr. Ahsan Mardjudo, S.Pi., M.Si., menilai sektor kelautan dan perikanan memiliki peran strategis sebagai salah satu penggerak pembangunan menuju Indonesia sebagai negara maju.

Menurutnya, penguatan konsep ekonomi biru perlu terus didorong agar potensi sumber daya kelautan dan perikanan dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Keterlibatan perguruan tinggi dalam proses penyiapan dan perencanaan KNMP, lanjutnya, menjadi bentuk kontribusi nyata dunia akademik dalam mendukung pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, data lapangan, dan kebutuhan masyarakat.

Melalui survei terhadap 42 lokasi tersebut, Unisa Palu diharapkan dapat berkontribusi dalam memastikan bahwa perencanaan KNMP 2027 tidak hanya memenuhi persyaratan kesiapan lokasi, tetapi juga memperhitungkan potensi ekonomi, kelembagaan masyarakat, dan keberlanjutan usaha perikanan.

Dengan demikian, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Sulawesi Tengah dapat menjadi fondasi bagi penguatan ekonomi pesisir yang lebih produktif, terintegrasi, dan berkelanjutan.