- Laut Indonesia menghadapi tantangan tak mengenal batas organisasi maupun wilayah. Pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan kelautan dan perikanan, gap pengembangan wilayah, isu perubahan iklim, tantangan gap kapasitas kemitraan multipihak di arena maritim, tekanan terhadap ekosistem, persoalan tata kelola sumber daya, dan kebutuhan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir menuntut kehadiran komunitas ISKINDO yang mampu bekerja bersama.
- Dalam konteks itu, solidaritas kelautan bukan sekadar slogan, melainkan kemampuan menyatukan pengetahuan, kompetensi, jejaring, dan kepedulian menjadi tindakan nyata.
- Konsolidasi internal, pengembangan kompetensi, penguatan etik organisasi, serta perluasan kemitraan perlu berjalan beriringan agar organisasi tidak hanya aktif dalam agenda kongres, tetapi juga konsisten memberikan manfaat di antara satu periode kepemimpinan dan periode berikutnya.
PELAKITA.ID — Terpilihnya Darwis Ismail, S.T., M.M.A., sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) periode 2026–2031 menandai babak baru perjalanan organisasi profesi yang menghimpun sarjana kelautan Indonesia sejak tahun 2015 itu.
Ucapan selamat dan harapan datang dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah daerah, organisasi profesi, jejaring alumni, hingga keluarga besar ISKINDO yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan organisasi.
Di balik ucapan selamat tersebut, tersimpan harapan yang lebih besar: agar ISKINDO semakin solid, tangguh, dan relevan dalam menjawab tantangan zaman. Bahwa organisasi ini tidak cukup hanya menjadi tempat berhimpun para sarjana kelautan, tetapi perlu memperkuat perannya sebagai ruang konsolidasi gagasan, pengembangan kompetensi, perluasan jejaring profesional, serta penggerak solidaritas bagi masyarakat dan komunitas kelautan Indonesia.
Harapan dari Mitra ISKINDO
Ucapan selamat datang dari sejumlah tokoh dan organisasi di luar kepengurusan ISKINDO. Mereka berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus memperluas manfaat keilmuan kelautan bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan nasional.
“Selamat dan sukses atas terpilihnya Darwis Ismail, S.T., M.MA. sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) Periode 2026–2031.” Ucapan selamat ini datang dari Ketua Umum IKA Unhas, Andi Amran Sulaiman, beserta seluruh jajaran alumni Universitas Hasanuddin.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Amran yang merupakan Menteri Pertanian menyampaikan pula doa dan harapan agar ketua terpilih senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan petunjuk dalam menjalankan amanah.
“Terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor kelautan Indonesia, masyarakat, bangsa, dan negara. Selamat bertugas dan sukses mengemban amanah baru ini,” sebut Ketua IKA Unhas, Andi Amran Sulaiman.
Verrianto Madjowa, alumni Ilmu dan Teknologi Kelautan Universitas Sam Ratulangi angkatan 1989 sekaligus pendiri dan pengelola Darilaut.id, menyampaikan selamat atas terpilihnya Darwis Ismail.
Menurutnya, keberlanjutan organisasi seperti ISKINDO penting di tengah perubahan lingkungan laut yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ia berharap, di bawah kepemimpinan Darwis, gaung ISKINDO semakin luas, tidak hanya di kalangan sarjana kelautan dan pekerja profesional, tetapi juga menjangkau masyarakat pesisir, nelayan, dan pembudidaya.
Bagi Verrianto, berhimpun dalam satu organisasi profesi merupakan modal penting untuk menyatukan visi, memperkuat kontribusi keilmuan, dan menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi Indonesia maupun lingkungan laut secara lebih luas.
Rahman Dako, aktivis lingkungan, kawan sekampus Veri juga menyampaikan harapannya.
“Selamat untuk Saudara Darwis Ismail yang terpilih sebagai Ketua ISKINDO 2026-2031. Semoga mampu menjalankan amanah organisasi yg bermafaat bagi semua anggota dan berguna bagi bangsa dan negara. Terima kasih kepada Saudara Riza Damanik dan kawan-kawan atas upaya-upaya yang telah dilakukan di periode sebelumnya,” jelas pria yang akrab disapa Aga.
Harapan serupa disampaikan Dewan Pengurus Pusat Shrimp Club Indonesia (SCI), Prof Andi Tamsil. Organisasi tersebut mengucapkan selamat kepada Darwis Ismail atas amanah sebagai Ketua Umum ISKINDO periode 2026–2031.
“Kami berharap kepemimpinan baru melahirkan sinergi dan inovasi nyata bagi kemajuan sektor kelautan Indonesia,” ucap Tamsil.
Dukungan juga datang dari Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye.
Ia menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Darwis dan berharap kepemimpinan baru semakin memperkuat kerja sama dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Harapan itu memiliki konteks konkret karena Pemerintah Kabupaten Takalar dan jejaring terkait telah menjalin kemitraan dalam mendorong investasi pabrik pakan udang dan ikan di daerah tersebut.

Cahyadi Rasyid, Asdep Perikanan Budidaya Kemenko Pangan ikut memberi ucapan.
“Selamat dan sukses atas terpilihnya Darwis Ismail, S.T., M.M.A. sebagai Ketua Umum ISKINDO periode 2026–2031 pada Kongres IV di Jakarta. Semoga di bawah nakhoda baru ISKINDO semakin progresif, solid, dan mampu mempererat sinergi alumni kelautan untuk membawa organisasi berlayar lebih jauh di tengah dinamisnya gelombang zaman,” harapnya.
Menurut Cahyadi, kepemimpinan baru ISKINDO harus mentransformasi potensi para sarjana kelautan dalam mengisi lapangan kerja sektor kelautan, menjawab tantangan global dan mengakselerasi kemajuan iptek maritim.
“ISKINDO diharapkan menempatkan alumni sebagai garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan ekonomi biru. Penguatan kompetensi profesi, menjaga maritim untuk kemakmuran bangsa,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Ikatek Unhas, M. Sapri Andi Pamulu, berharap Darwis senantiasa diberi kesehatan, kelancaran, dan petunjuk dalam menjalankan amanah.
“Semoga Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor kelautan, masyarakat, bangsa, dan negara,” pesan Sapri.
Ucapan selamat turut disampaikan Muhammad Ilyas, Ketua IKA FIKP Unhas. Ia yang merupakan angkatan pertama Ilmu dan Teknologi Kelautan Unhas (1988) bersama jajaran pengurus dan alumni berharap kepemimpinan Darwis dapat memperkuat jejaring alumni kelautan serta menghadirkan inovasi bagi kemajuan maritim Indonesia.
Berbagai ucapan tersebut memperlihatkan bahwa ekspektasi terhadap ISKINDO tidak berhenti pada urusan internal organisasi.
Ada harapan agar organisasi ini semakin mampu menjembatani dunia akademik, pemerintah, dunia usaha, organisasi profesi, dan komunitas masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya laut.
Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan dukungan tersebut menjadi kolaborasi yang berkelanjutan.
“ISKINDO perlu membuka ruang kerja sama yang memungkinkan keahlian para sarjana kelautan digunakan untuk menjawab persoalan nyata, mulai dari pengelolaan pesisir, konservasi ekosistem, pengembangan perikanan, adaptasi perubahan iklim, hingga peningkatan kapasitas masyarakat pesisir,” harap Ilyas.
Gusnar Ismail, aktivis lingkungan dan literasi kelautan mengucapkan selamat. “Menatap perjalanan ISKINDO, berdiri sejak 2015, kepemimpinan beliau adalah babak baru yang dinanti untuk meneruskan legacy hebat dari M. Zulficar Mochtar dan M. Riza Damanik. Semoga ISKINDO semakin transformatif, inovatif dan menjadi pilar utama dalam kemajuan sektor maritim & kelautan Indonesia. Selamat bekerja dan menginspirasi,” ucapnya saat ditemui di arena Kongres IV ISKINDO di Hotel Aryaduta, Tugu Tani Jakarta, 23 Oktober 2026.
Suara Keluarga ISKINDO: Konsolidasi, Kompetensi, dan Solidaritas Profesi
Pelakita.ID mencatat sejumlah harapan, hikmah, reorientasi serta pembenahan organisasi ke depan.
Satriyo Panalaran, dari ISKINDO Lampung, mewakili semangat keluarga organisasi di daerah, menyampaikan selamat, memberikan penghargaan kepada panitia kongres yang dinilainya telah mempersiapkan dan menyelenggarakan kegiatan dengan baik, dalam suasana yang megah sekaligus hangat.
Apresiasi terhadap kepemimpinan sebelumnya menjadi bagian penting dari kesinambungan organisasi.
“Pergantian ketua bukan berarti memulai semuanya dari awal, melainkan melanjutkan pekerjaan yang telah dirintis, mengevaluasi hal-hal yang belum optimal, dan memperkuat fondasi untuk periode berikutnya,” terangnya.
Riza Damanik sendiri menyampaikan terima kasih kepada Dewan Pembina, Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO), pengurus DPP periode 2021–2026, pengurus DPW, serta seluruh anggota ISKINDO di berbagai daerah atas kerja sama yang telah terbangun.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin masih terdapat hal-hal yang belum berjalan optimal, sembari berharap organisasi ke depan menjadi lebih baik, solid, dan membanggakan.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kekuatan organisasi profesi tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang menjadi ketua, tetapi juga oleh kemampuan seluruh anggotanya menjaga rasa memiliki, menghormati perbedaan, dan bekerja bersama untuk kepentingan yang lebih besar.
Riza berharap ke depan, konsolidasi ke perlu diarahkan pada beberapa agenda strategis. Beberapa poin telah disampaikannya seperti memperkuat solidaritas antarsarjana kelautan lintas angkatan, perguruan tinggi, wilayah, dan bidang pekerjaan.
“Jejaring tersebut perlu menjadi ruang saling mendukung, bertukar pengetahuan hingga membuka peluang kolaborasi, serta membantu anggota mengembangkan karier di dunia akademik, pemerintahan, industri, konsultansi, maupun organisasi masyarakat sipil. Mari menatap ke depan,” kata dia.
Kedua, lanjut Riza, meningkatkan daya saing dan pengakuan kompetensi lulusan kelautan. Perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut organisasi untuk lebih peka membaca perkembangan profesi dan menyiapkan anggotanya menghadapi pasar kerja nasional maupun global.
Bidang seperti ekologi laut, pengelolaan terumbu karang, pengelolaan wilayah pesisir terpadu, pencemaran laut, konservasi, serta bidang keahlian kelautan lainnya memerlukan kompetensi yang jelas dan dapat diakui.
ISKINDO berpeluang mengambil peran dalam memetakan kebutuhan tersebut, memperkuat hubungan dengan dunia kerja, serta mendorong pengembangan sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan standar dan kebutuhan profesi.
Dengan begitu, organisasi dapat membantu memperluas kesempatan kerja bagi alumni sekaligus memberikan keyakinan kepada mahasiswa dan lulusan baru bahwa ilmu kelautan memiliki ruang kontribusi yang luas.
Ketiga, memperkuat etika profesi. Organisasi sarjana tidak hanya bertanggung jawab meningkatkan kemampuan teknis anggotanya, tetapi juga membangun standar perilaku yang menjunjung integritas, rasa hormat, dan tanggung jawab profesional.
Penulis menggarisbawahi harapan alumni bahwa dalam proses dan situasi apapun berorganisasi, perbedaan pendapat semestinya disampaikan melalui argumentasi yang sehat, bukan dengan narasi dominasi superioritas.
Pelajaran pentingnya adalah kode etik yang dijalankan secara konsisten akan menjadi salah satu fondasi kepercayaan dan kedewasaan organisasi. Kode etik yang dicirikan dalam konsistensi penyelesaian agenda-agenda yang disepakati bersama, solidaritas keilmuan, relasi antaralumni lintas kampus yang oleh ketua sebelumnya Riza Damanik dianggap sebagai ‘semakin kompleks’, dari enam kampus menjadi duapuluh tujuh hingga 2026. Butuh komunikasi, konsistensi silaturahmi, bukan semata sekali dalam lima tahun.
Keempat, memperluas manfaat ISKINDO bagi komunitas kelautan. Solidaritas profesi seharusnya tidak berhenti pada hubungan antaranggotanya, tetapi berkembang menjadi kepedulian terhadap nelayan, pembudidaya, masyarakat pesisir, pelaku usaha, dan generasi muda yang akan melanjutkan pembangunan kelautan Indonesia.
Prioritas yang perlu menjadi atensi bersama adalah bahwa organisasi perlu hadir dalam percakapan publik, menyumbangkan pemikiran berbasis ilmu pengetahuan, serta membangun kemitraan untuk mencari solusi atas persoalan kelautan.
Tetap optimis ke depan
Ady Candra, Sekretaris Jenderal ISKINDO periode sebelumnya berharap ketua terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik dan memperoleh dukungan seluruh anggota. Sejumlah anggota lainnya juga menyampaikan harapan agar ISKINDO semakin maju, kuat, dan mampu mewujudkan visi organisasi sebagai rumah bersama alumni kelautan Indonesia.
Darwis merespons dukungan tersebut dengan menyampaikan terima kasih kepada para senior dan alumni kelautan di berbagai daerah. Ia pun berharap ISKINDO ke depan menjadi lebih baik dan mampu menjadi tempat bernaung yang menjawab harapan para alumni.
Alumni Ilmu dan Teknologi Kelautan Unhas angkatan 1992 ini juga menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah menyelenggarakan kongres dengan lancar serta meminta dukungan semua pihak untuk menjalankan kepemimpinan baru.
Respons tersebut sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan kepemimpinan tidak dapat dibebankan kepada ketua umum seorang diri. Diperlukan kerja kolektif pengurus pusat dan wilayah, dukungan para senior, partisipasi anggota, serta keterbukaan terhadap gagasan baru dari generasi muda kelautan.
Begitulah, pada periode 2026–2031, ISKINDO memiliki kesempatan untuk memperkuat dirinya sebagai organisasi profesi yang lebih terhubung, tangguh, dan berpengaruh.
Konsolidasi internal, pengembangan kompetensi, penguatan etik organisasi, serta perluasan kemitraan perlu berjalan beriringan agar organisasi tidak hanya aktif dalam agenda kongres, tetapi juga konsisten memberikan manfaat di antara satu periode kepemimpinan dan periode berikutnya.
Laut Indonesia menghadapi tantangan yang tidak mengenal batas organisasi maupun wilayah. Perubahan iklim, tekanan terhadap ekosistem, persoalan tata kelola sumber daya, dan kebutuhan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir menuntut kehadiran komunitas kelautan yang mampu bekerja bersama.
Solidaritas kelautan bukan sekadar slogan, melainkan kemampuan menyatukan pengetahuan, kompetensi, jejaring, dan kepedulian menjadi tindakan nyata. Selamat kepada Darwis Ismail atas amanah sebagai Ketua Umum ISKINDO periode 2026–2031. Terima kasih kepada Riza Damanik dan seluruh jajaran pengurus periode sebelumnya atas pengabdian yang telah diberikan.
___
Penulis Kamaruddin Azis, founder Pelakita.ID dan maritimeposts.com









