Konsolidasi organisasi, penguatan jejaring alumni, pengembangan riset kelautan, dan solidaritas lintas generasi menjadi modal penting bagi ISKINDO untuk memperluas kontribusinya bagi pembangunan maritim Indonesia.
PELAKITA.ID – Pergantian kepemimpinan dalam sebuah organisasi bukan sekadar berakhirnya masa jabatan dan dimulainya periode baru. Lebih dari itu, pergantian kepemimpinan merupakan momentum untuk merawat capaian, memperkuat fondasi kelembagaan, serta merumuskan langkah yang lebih relevan dengan tantangan zaman.
Harapan itulah yang mengemuka dari M. Riza Damanik setelah menuntaskan amanah sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) periode 2021–2026.

Riza menyampaikan rasa syukur atas berakhirnya masa kepemimpinannya sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama menjalankan amanah organisasi.
Ia menilai sejumlah ikhtiar telah dilakukan untuk memperkuat ISKINDO, mulai dari pembenahan sistem keanggotaan hingga pengembangan dukungan bagi riset dan pendidikan generasi muda kelautan.
Selama periode kepemimpinannya, ISKINDO mengembangkan sistem pendataan anggota dan pendaftaran kartu anggota secara digital, memperluas kepengurusan wilayah hingga 27 provinsi, serta membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menghadirkan empat jurnal kelautan terakreditasi.

Organisasi ini juga menyediakan ISKINDO Research Grant untuk membantu biaya penelitian mahasiswa, khususnya anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (HIMITEKINDO) yang sedang menyelesaikan skripsi.
Berbagai inisiatif tersebut memperlihatkan pentingnya organisasi profesi yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial dan konsolidasi internal, tetapi juga menyediakan manfaat nyata bagi anggotanya.
“Penguatan basis data, perluasan jaringan wilayah, publikasi ilmiah, dan dukungan penelitian merupakan fondasi yang dapat dikembangkan untuk memperbesar kontribusi sarjana kelautan terhadap ilmu pengetahuan, kebijakan publik, serta pengelolaan sumber daya laut Indonesia,” jelas Riza melalui akun media sosialnya.
Riza juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dewan Penasihat, Majelis Pertimbangan Organisasi, pengurus pusat dan wilayah, serta para alumni kelautan yang telah memberikan dukungan selama masa kepemimpinannya.
Penghargaan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa keberlanjutan organisasi tidak dapat ditopang oleh seorang ketua umum semata, melainkan membutuhkan partisipasi kolektif dan kesediaan setiap generasi untuk mengambil bagian.
Tongkat kepemimpinan ISKINDO selanjutnya berada di tangan Darwis Ismail, alumni Kelautan Universitas Hasanuddin angkatan 1992, yang terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat ISKINDO periode 2026–2031 dalam Kongres IV ISKINDO pada Oktober 2026.
Bagi kepengurusan baru, tantangannya adalah melanjutkan fondasi yang telah dibangun sekaligus memastikan bahwa keberadaan ISKINDO semakin dirasakan oleh para alumni, mahasiswa, perguruan tinggi, pelaku usaha, masyarakat pesisir, dan pemangku kepentingan pembangunan kelautan.
“Organisasi ini memiliki ruang besar untuk mempertemukan kompetensi akademik, pengalaman profesional, dan gagasan lintas generasi dalam menjawab persoalan sektor kelautan Indonesia,” kata Riza.
Kepemimpinan Darwis diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas solidaritas sarjana kelautan, dan meningkatkan kerja sama lintas kampus maupun lintas sektor.

Jejaring alumni yang tersebar di berbagai daerah dan bidang profesi merupakan modal sosial yang penting, terutama jika dikelola menjadi kolaborasi yang produktif, bukan sekadar jaringan komunikasi.
Pada saat yang sama, penguatan riset dan publikasi ilmiah perlu terus menjadi agenda strategis.
Indonesia membutuhkan kontribusi pemikiran dan rekomendasi berbasis sains untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari keberlanjutan sumber daya ikan, kesehatan ekosistem pesisir, perubahan iklim, pengembangan ekonomi biru, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada laut.
ISKINDO dapat mengambil peran sebagai penghubung antara pengetahuan akademik, kebutuhan masyarakat, dan proses pengambilan kebijakan.
Menurut Riza, perhatian kepada mahasiswa dan sarjana muda juga penting agar regenerasi organisasi berjalan secara berkelanjutan.
“Program dukungan penelitian, ruang aktualisasi profesional, mentoring, serta pelibatan generasi muda dalam agenda strategis organisasi dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa, alumni baru, dan para senior,” sebut Riza.
“Dengan demikian, ISKINDO tidak hanya menjadi rumah bersama bagi para sarjana kelautan, tetapi juga ruang tumbuh bagi gagasan dan kepemimpinan baru,” terangnya.
Harapan lainnya adalah agar ISKINDO semakin mampu mengarusutamakan solidaritas kelautan Indonesia di tengah perubahan ekonomi, sosial, teknologi, dan lingkungan.
Solidaritas tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kerja nyata, kolaborasi lintas disiplin, keberpihakan pada keberlanjutan sumber daya laut, serta dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.
Ucapan selamat Riza kepada Darwis Ismail karena itu sekaligus menjadi pesan tentang pentingnya kesinambungan dan pembaruan.
Capaian kepengurusan sebelumnya dapat menjadi pijakan, sementara kepemimpinan baru memiliki kesempatan untuk memperluas manfaat organisasi dan memperkuat relevansinya terhadap kebutuhan bangsa.
Dengan semangat kebersamaan, ISKINDO diharapkan semakin bermanfaat bagi para alumni, dunia pendidikan, pembangunan kelautan, serta bangsa dan negara.
Amanah kepemimpinan lima tahun ke depan bukan hanya tentang menggerakkan organisasi, tetapi juga merawat kepercayaan dan menyatukan potensi sarjana kelautan untuk masa depan maritim Indonesia yang lebih berkelanjutan dan menyejahterakan.
Redaksi









