Blok Masela Belum Berproduksi, INPEX Masela Sudah Jalankan Investasi Sosial di Bomaki

  • Whatsapp
Program tersebut berlangsung dalam konteks kondisi sosial-ekonomi masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang masih menghadapi berbagai tantangan kesejahteraan. Desa Bomaki menjadi salah satu wilayah yang menghadapi tekanan ekonomi akibat karakter mata pencaharian masyarakat yang banyak bergantung pada sektor pertanian dan pekerjaan informal.

PELAKITA.ID – Saumlaki, 22 September 2026 — Blok Masela, proyek pengembangan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) berskala besar di Laut Arafura, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, hingga kini masih berada dalam tahapan pengembangan dan belum memasuki fase produksi meski telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Di tengah proses tersebut, INPEX Masela, Ltd. telah mulai menjalankan berbagai bentuk investasi sosial di wilayah sekitar operasi, termasuk melalui dukungan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di desa-desa yang menjadi bagian dari wilayah penyangga proyek.

Salah satu bentuk dukungan itu terlihat di Desa Bomaki, ketika sebanyak 200 keluarga menerima bantuan bahan pangan pokok secara gratis.

Program tersebut berlangsung dalam konteks kondisi sosial-ekonomi masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang masih menghadapi berbagai tantangan kesejahteraan.

Desa Bomaki menjadi salah satu wilayah yang menghadapi tekanan ekonomi akibat karakter mata pencaharian masyarakat yang banyak bergantung pada sektor pertanian dan pekerjaan informal.

Pendapatan rumah tangga relatif tidak tetap karena dipengaruhi musim, kondisi cuaca, hasil produksi, serta perubahan harga komoditas yang menjadi sumber penghidupan warga.

Situasi tersebut turut memengaruhi kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan.

Ketergantungan terhadap hasil pertanian dan komoditas seperti kopra membuat sebagian rumah tangga menghadapi ketidakpastian pendapatan, terutama ketika produksi menurun atau harga pasar mengalami perubahan.

Dalam kondisi demikian, pemenuhan pangan yang cukup, beragam, dan bergizi bagi keluarga, khususnya balita, menjadi tantangan tersendiri yang berkaitan dengan perhatian terhadap persoalan stunting dan gizi buruk di Desa Bomaki.

Merespons kondisi tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui Program Investasi Sosial INPEX Masela, Ltd., bersama Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia sebagai mitra pelaksana, menyalurkan paket sembako kepada 200 keluarga penerima manfaat yang tersebar di 10 Rukun Tetangga (RT) Desa Bomaki.

Setiap paket bantuan terdiri atas beras premium sebanyak lima kilogram, minyak goreng 750 mililiter, satu rak telur, serta gula pasir sebanyak satu kilogram.

Kepala Desa Bomaki, Virgilius Lamere, mengatakan bahwa penetapan penerima bantuan dilakukan melalui proses pendataan dan survei dari tingkat RT sehingga distribusi dapat diarahkan kepada warga yang dinilai berhak menerima.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan INPEX Masela, Ltd. sekaligus berharap hubungan kerja sama antara perusahaan dan pemerintah desa dapat terus berkembang.

“Bantuan ini sangat besar dibanding bantuan-bantuan yang lalu,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Agus Rettob, menyebut penyaluran bantuan pangan tersebut sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.

Menurutnya, nilai bantuan tidak semata-mata diukur dari nominal barang yang diterima, tetapi dari manfaat langsung yang dirasakan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya mengembangkan kemampuan produksi pangan masyarakat agar Desa Bomaki secara bertahap tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi mampu membangun ketahanan pangan secara mandiri.

Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah daerah berencana membantu masyarakat melalui penyediaan bibit tanaman serta pembangunan mesin air di pekarangan warga.

Dukungan itu diarahkan agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produksi pangan rumah tangga sekaligus memperkuat upaya menuju swasembada pangan di tingkat desa.

Dari pihak perusahaan, Special Regional External Relation INPEX Masela, Ltd., Hanny Grasius Gladius Tanamal, mengatakan bahwa penyaluran bantuan merupakan bagian dari perhatian perusahaan terhadap kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Ada 200 paket bahan makanan untuk Desa Bomaki yang kami serahkan hari ini,” katanya.

Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada distribusi bahan pangan, tetapi dapat berkembang menuju penguatan ketahanan pangan masyarakat Bomaki.

Koordinator Program, Wa Ode Husmayani, menjelaskan bahwa bantuan sembako diberikan secara cuma-cuma kepada keluarga yang membutuhkan sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga penerima manfaat sekaligus memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Penyaluran bantuan pangan di Bomaki memperlihatkan bahwa keterlibatan sosial perusahaan dapat dimulai bahkan ketika sebuah proyek berskala besar belum memasuki tahap produksi.

Bagi masyarakat di wilayah penyangga, kehadiran investasi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur atau aktivitas ekonomi pada masa mendatang, tetapi juga menyentuh kebutuhan sosial yang dihadapi keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks pengembangan Blok Masela, investasi sosial semacam ini menjadi bagian penting dari hubungan antara proyek, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat lokal.

Keberlanjutan proyek pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan dan menyalurkan gas, tetapi juga dengan sejauh mana proses pembangunan mampu membuka ruang bagi peningkatan kesejahteraan, penguatan ketahanan pangan, dan pengurangan kerentanan masyarakat di desa-desa sekitar wilayah operasi.