4 Tahun IKAFE Unhas, Menginspirasi Lewat Kreativitas dan Semangat Riang Gembira

  • Whatsapp
HBH Ikafe di Jakarta, 5 April 2026

PELAKITA.ID – Genap empat tahun sudah perjalanan kepengurusan Pusat (PP) Ikafe Unhas di bawah kepemimpinan Ketua Umum Hendra Noor Saleh dan Sekjen Suaib Mappasila.

Sebagai yang kerap membaca linimasa kegiatan sejumlah organisasi ikatan alumni Unhas beberapa tahun terakhir, penulis membaca pencapaian ini bukan sekadar upaya mengisi pergantian kalender, melainkan sebuah transformasi fundamental.

Tidak bisa dipungkiri, Ikafe Unhas telah berhasil memposisikan diri sebagai organisasi yang modern, inovatif, dan sangat aktif dengan mengandalkan kekuatan kolektif lintas kampus di seluruh Indonesia. Sejumlah jejak digital mereka di Pelakita.ID menjadi alas sintesa itu.

Kunci keberhasilan mereka terletak pada satu filosofi yang konsisten: semangat “riang gembira.” Ini bukan sekadar slogan, melainkan bahan bakar organisasi yang memastikan setiap program dijalankan tanpa rasa kendor, menjaga ritme kerja tetap tinggi namun tetap dalam suasana yang hangat dan inklusif.

Momen Halal Bihalal (HBH) 2026: Manifestasi Strategis Kebersamaan

Puncak dari narasi keberhasilan ini terefleksikan dalam acara Halal Bihalal (HBH) Idul Fitri 1427 Hijriah yang berlangsung pada hari Jumat, 4 April 2026, bertempat di Tanah Air Resto TVRI Senayan.

Acara ini menjadi oyek kegiatan menarik tentang bagaimana sebuah pertemuan sederhana dapat diubah menjadi ruang interaksi yang organik dan bermakna.

Beberapa elemen penting yang menonjol dalam acara tersebut meliputi aura kebersamaan yang kreatif. Ada senyum tulus dari para alumni lintas angkatan yang membuktikan bahwa desain acara yang cair mampu membangkitkan antusiasme peserta.

Kedua, eliminasi sekat hierarkis. Salah satu pemandangan paling inspiratif adalah kehadiran tokoh senior angkatan 1960–1970-an, seperti Iqbal Latanro dan Umar Usman, yang tanpa ragu berbaur, bernyanyi, dan menari bersama para junior. Ini adalah bentuk nyata dari cross-generational engagement.

Acara ini menjadi oyek kegiatan menarik tentang bagaimana sebuah pertemuan sederhana dapat diubah menjadi ruang interaksi yang organik dan bermakna.

Ketiga, dukungan Dewan Pembina: Kehadiran Fankar Umran selaku Dewan Pembina Ikafe Unhas memberikan bobot legitimasi sekaligus memperkuat struktur pendukung organisasi dalam suasana yang penuh keakraban.

Sosodara, Ikafe Unhas menunjukkan bahwa organisasi alumni bisa dikelola dengan standar profesionalitas korporasi namun tetap memiliki sentuhan personal. Sejumlah kegiatan, interaksi, kolaborasi telah Pelakita.ID simpan sebagai jejak perjalanan Ikafe. Silakan di-browsing dengan hashtag ’ikafe, pelakita’ jika mau.

Pada HBH yang digelar hari ini, yang berseliweran dari WAG ke WAG, di bawah koordinasi panitia yang dipimpin oleh Ryan Saputra Alam, terdapat beberapa inovasi dalam tata kelola yang patut dicatat:

Model Pendanaan Mandiri dan Sukarela: Hendra Noor Saleh (yang akrab disapa Kohen) memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi keluarga besar Ikafe Unhas yang secara sukarela menyokong pendanaan acara.

Ini menunjukkan tingkat kepemilikan (sense of belonging) yang sangat tinggi dari anggotanya.

Sinergi Strategis dengan Sponsor: Kehadiran PT Askrindo sebagai sponsor kegiatan menegaskan bahwa Ikafe Unhas memiliki nilai tawar dan kredibilitas di mata mitra profesional, yang merupakan pilar penting bagi organisasi modern.

Transformasi Apresiasi Menjadi Inklusif: Alih-alih hanya mengandalkan keberuntungan melalui doorprize, panitia melakukan langkah strategis dengan memberikan bingkisan kepada seluruh peserta yang hadir.

Ini mengubah persepsi dari sekadar hadiah menjadi bentuk apresiasi menyeluruh bagi setiap individu yang berkontribusi hadir.

Lessons Learned: Inspirasi bagi Ikatan Alumni (IKA) Lain

Melalui kacamata strategi komunitas, praktik yang dijalankan oleh Ikafe Unhas menawarkan pelajaran berharga bagi organisasi alumni lainnya di Indonesia:

Kegembiraan sebagai Penawar “Organizational Fatigue”: Menjadikan semangat riang gembira sebagai nilai inti terbukti efektif mencegah kekendoran dan kejenuhan dalam berorganisasi.

Inklusivitas Lintas Generasi sebagai Fondasi Keberlanjutan: Kemampuan membaurkan senior dan junior secara alami adalah kunci agar legacy organisasi tetap relevan dan terus terwariskan.

Simbolisme “Legacy Kebersamaan”: Kebijakan pembagian bingkisan harus dimaknai melampaui nilai nominal materi. Ini adalah simbol dari warisan kebersamaan yang nyata dan dapat dibawa pulang oleh setiap anggota.

Optimalisasi Kekuatan Kolektif: Memanfaatkan jaringan lintas wilayah dan bidang melalui partisipasi sukarela menciptakan organisasi yang tangguh dan mandiri secara finansial.

Menjaga Legacy untuk Masa Depan

Perayaan empat tahun kepengurusan ini merupakan momentum penting untuk merenungkan kembali pondasi organisasi. Sebagaimana ditegaskan oleh Hendra Noor Saleh, semangat riang gembira ini harus terus dijaga dan diwariskan lintas generasi.

Menjaga “legacy kebersamaan” adalah tugas kolektif yang memastikan Ikafe Unhas tidak hanya sekadar eksis, tetapi terus tumbuh dan memberikan dampak.

Semoga model kepemimpinan dan semangat yang ditunjukkan oleh Ikafe Unhas dapat menjadi inspirasi bagi seluruh ikatan alumni di Indonesia untuk terus bergerak maju dalam harmoni dan kreativitas.

___
Salam dari Sorowako, Luwu Timur

Penulis Denun