PELAKITA.ID – Dari desa, kekuatan ekonomi dan ketahanan pangan nasional mulai dibangun. Hal itu tercermin dari budidaya ikan tematik lele dengan sistem bioflok yang dikembangkan di KDKMP Ngablak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa desa mampu menjadi simpul penting dalam menjawab tantangan gizi dan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, bersama Bupati Boyolali, Agus Irawan, turun langsung meninjau kegiatan budidaya tersebut.
Kunjungan ini menegaskan dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap penguatan ekonomi desa berbasis perikanan budidaya yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan program nasional.
Budidaya lele dengan sistem bioflok dipilih karena efisiensi lahan, penghematan air, serta produktivitas yang tinggi. Melalui kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat, KDKMP Ngablak saat ini mampu menyiapkan sekitar 300 kilogram lele per minggu.

Produksi tersebut diproyeksikan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia.
Lebih dari sekadar produksi ikan, budidaya tematik ini mendorong pergerakan ekonomi lokal. Kegiatan tersebut membuka peluang kerja, memperkuat kelembagaan kelompok pembudidaya, serta menumbuhkan rantai nilai perikanan dari hulu hingga hilir di tingkat desa.
Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pembudidaya, tetapi juga oleh masyarakat sekitar.
Budidaya tematik lele di Ngablak menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak harus selalu bergantung pada sektor besar dan padat modal. Dengan inovasi teknologi, kolaborasi kelembagaan, dan dukungan kebijakan yang tepat, desa mampu menjadi motor penggerak masa depan yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan
. Dari kolam-kolam bioflok di Ngablak, harapan tentang gizi yang lebih baik dan ekonomi desa yang kuat terus bertumbuh.









