Pengalaman Warga BTP Ikut Pemilihan RT, Proses Demokrasi yang Perlu Perbaikan Berkelanjutan

  • Whatsapp
Ema Husain di lokasi pemilihan RT (dok: Ema Husain)

PELAKITA.ID – Pemilihan Ketua RT merupakan bentuk paling dasar dari praktik demokrasi di tingkat akar rumput. Di ruang kecil inilah warga belajar menggunakan hak pilih, menyampaikan aspirasi, dan mengawasi jalannya tata kelola lingkungan mereka sendiri.

Melalui proses ini, budaya partisipasi, musyawarah, dan akuntabilitas tumbuh secara alami dan kemudian mengalir ke proses demokrasi yang lebih besar—dari pemilihan RW hingga pemilu lokal dan nasional.

Dengan kata lain, demokrasi yang matang lahir dari interaksi sehari-hari di lingkungan masing-masing, tempat warga saling mengenal dan bersama-sama menentukan masa depan wilayah tempat mereka hidup.

Kekuatan demokrasi kota justru berakar pada kualitas proses di tingkat RT, karena di sinilah kedekatan sosial, solidaritas, dan rasa memiliki dapat terbentuk paling kuat. Ini pula yang menjadi alasan mengapa saya sangat antusias terlibat.

Suasana pemilihan RT di BTP (dok: Ema Husain)

Saya berpartisipasi dan menemukan beberapa hal yang terasa perlu perbaikan ke depan.

Beberapa hal masih perlu disempurnakan agar proses ini semakin inklusif dan sehat.

Salah satunya adalah penyempurnaan regulasi pemilihan, terutama pada aspek yang memastikan keadilan, transparansi, dan kesempatan yang setara bagi semua warga.

Saya hadir karena mewakili kepala rumah tangga, suami sedang keluar kota, secara otomatis saya harus terlibat meski masih ada juga panitia yang meminta surat mandat.

Untuk itulah, saya kira, perbaikan aturan ini bukan sekadar upaya teknis, tetapi langkah penting untuk menjaga harmoni sosial, meningkatkan kepercayaan warga, dan memperkuat fondasi demokrasi lokal.

Dengan perbaikan berkelanjutan, pemilihan RT dapat menjadi contoh praktik demokrasi positif—proses yang tidak hanya memilih pemimpin lingkungan, tetapi juga membangun warga yang lebih dewasa secara politik dan lebih peduli terhadap masa depan bersama.

Inilah proses strategis yang sangat perlu bagi warga, sebab pembangunan kota kita bermula dari sini. Tanpa RT dan RW yang kuat kota kita tidak bisa bisa tumbuh baik, demokratis dan adil.

Penulis Ema Husain, warga BTP Tamalanrea