IKA Unhas gelar Mubeslub, alumni temui Andi Amran Sulaiman

  • Whatsapp
AndiAmran Sulaiman saat menerima alumni Unhas dan panitia Mubeslub IKA Unahs (dokL pelakita.ID)

PELAKITA.ID – Pertemuan antara H. Andi Amran Sulaiman (AAS) dengan tokoh pergerakan kemahasiswaan Unhas tahun 90-an, Steering Committee, Organizing Committee Musyawarah Besar Luar Biasa IKA Unhas berlangsung di AAS Building, Jalan Urip Sumoharjo, 27/10/2021.

Beberapa alumni Unhas sekaligus tokoh pergerakan mahasiswa Unhas tahun 90-an yang hadir seperti Ni’matullah Erbe, Dr Aminuddin Syam (Senat Mahasiswa Unhas), Salahuddin Alam Dettiro hingga Andi Irwan Patawari. Nampak pula M Ramli Rahim (MIPA), hingga Ziaul Haq (Perikanan) dan Kamaruddin Azis (Kelautan).

Diterima di lantai dua AAS Building dan menerapkan protokol kesehatan ketat dimana peserta pertemuan menjalani rapid test antigen, Andi Amran yang juga Menteri Pertanian periode 2014-2019 tersebut menyambut hangat para koleganya tersebut.

“Eh pak ketua, siniki,” katanya saat melihat Ni’matulah’Ulla’  Erbe bersantap coto di sudut meja, Ulla pun berpindah ke sisi Andi Amran yang mengenakan kemeja putih dan kopiah hitam.

Salahuddin Alam, sekretaris OC Mubeslub IKA Unhas menyampaikan bahwa proses menuju Mubeslub ini merupakan itikad untuk bersama-sama sepakat membesarkan IKA Unhas. “Disebut Mubeslub setelah steering dan organizing committee menghadap JK beberapa waktu lalu,” jelas Salahuddin.

Dia juga menyampaikan bahwa Ketua IKA Unhas H.M Jusuf Kalla berharap agar ke depan IKA Unhas dipimpin oleh alumni yang merupakan tokoh nasional.

“Pilih ketua yang berkiprah di tingkat nasional meski tak harus tinggal di Jakarta,” kata Salahuddin yang duduk di samping Ni’matullah, wakil ketua DPRD Sulawesi Selatan.

“Bagaimana pun, Pak JK selaku tokoh senior asal Sulsel di tingkat nasional mesti didengar dan tetap dimintai pandangannya tentang masa depan IKA Unhas,” sebut Dettiro yang disambut senyum dan anggukan dari Andi Amran.

Terkait itu Andi Amran memberikan apresiasi atas kunjungan beberapa koleganya ini. Menggunakan paparan powerpoint, dia menceritakan bagaimana perjalanan hidup, studi hingga profesionalisme-nya sebagai bagian dari Grup Tiran yang tenar itu.

Dia bercerita bahwa pengalaman di kampus Unhas membuatnya bisa sejauh ini karena memang punya visi tentang bagaimana mengubah kehidupan diri dan berkontribusi pada orang lain.

Dia juga menunjukkan bagaimana kehidupan di kampus, di pondokan, tempat dimana dia menghabiskan masa kuliah dengan suasana memprihatinkan. Termasuk flashback pada foto keluarganya ber-setting 90-an yang menunjukkan adiknya, Plt Gubernur Andi Sudirman Sudirman dan saudaranya yang lain meracik racun tikus di teras rumah di Bone.

“Tidur di ranjang seperti ini, lembab dan tergenang kalau air naik,” katanya seraya menunjukkan foto ruang dalam pondoknya.

Nampak seorang pria tidur di atas ranjang dengan seprei dan bantal lusuh. Pondok itu adalah Pondok Hidayatullah yang terletak di sisi workshop Unhas.

Dia juga menunjukkan jejak-jejak perjuangannya semasa menjadi mahasiswa dan membagikan memori mempromosikan racun tikus ke Gubernur H.Z Basri Palaguna hingga memperoleh hak paten yang menurutnya telah menghantar menjadi Menteri Pertanian beberapa waktu lalu.

Secara diplomatis dia menyebut bahwa apa yang dilakukan sejauh ini adalah perjuangan yang didasarkan pada memberi manfaat pada sesama dan tak ingin menimbulkan masalah buat orang lain.

“Tidak ingin memanfaatkan organsiasi seperti IKA ini untuk kepentingan diri dan kelompok,” ucapnya.  IKA Unhas menurut AAS adalah organisasi yang diisi alumni yang cerdas atau pintar. “Ini kekuatan luar biasa kita, IKA ini diisi orang yang pintar-pintar,” imbuhnya.

Meski demikian, hal tersebut menurutnya belum berkontribusi maksimal dalam pembangunan daerah khususnya Indonesia bagian Timur.

Terkait rencana pelaksanaan Mubeslub, dia menyatakan bahwa sebaiknya, marwah organisasi seperti IKA Unhas ttetap dijaga dengan mengedepankan kebersamaan, persaudaraan dan saling menghormati, tetap sipakaraja, sipakatau dan sipakaenre.

Pertemuan tersebut menjadi momen mengenang pengalaman bermahasiswa Sang Menteri termasuk bagaimana dia meretas ide-ide perubahan yang menurutnya kadang tak diterima di kampung halaman sendiri tapi bisa suskes di tempat lain.

Amran Sulaiman membagikan juga pengalamannya mengelola bisnis, membagikan tips mengelola sumberdaya proyek. Mulai dari pemanfaatan lahan tambak hingga pembukan pabrik gula di Bombana dalam tahun 2020. Titan saat ini sedang membangun smelter di Sulawesi Tenggara.

Terkait harapan beberapa alumni yang berharap dia memimpin IKA Unhas ke depan, tak dijawab langsung tetapi direspon dengan menyatakan bahwa jangan sampai setelah Mubes ataupun pemilihan ketua ada yang merasa tersakiti.

 

Penulis: K. Azis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *