Denyut Lantebung dan mereka yang menanam harapan

  • Whatsapp
Menanam untuk masa depan Kota Makassar

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – Angka berapa bertengger di usiamu kini? 40? 50? Jika ini ditanyakan ke alumni SMA Negeri I Makassar angkatan 89, mereka akan menyebut angka 50 – sebagian mungkin bilang 49 jika prematur masuk kelas, atau bahkan lebih kalau pernah tinggal kelas.

Lalu, sosodara, di bentang usia itu apa yang sudah dilakukan untuk diri, keluarga atau pada sesama manusia? Mungkin sudah sangat banyak ya, banyak sekali.

Read More

Bagaimana dengan aksi peduli lingkungan? Pada alam, apakah kita ikut merawat mereka. Bisa ya, bisa juga mungkin.

Apakah kita tak buang sampah semena-mena, serampangan dan ikut jadi penyumbang polusi? Semoga tidak.

Tentang anggota SOSBOFI, setelah tiga tahun lalu menanam pohon di Galesong Takalar – mungkin sekarang sudah lima meter tingginya, kini mereka menggelar aksi tanam pohon di pesisir Lantebung, Kota Makassar, Kawasan ini merupakan salah satu ‘benteng terakhir’ greenbelt atau sabuk pengaman hijau Makassar.

Memilih Lantebung karena memang merupakan salah satu andalan, andalan untuk masih bisa melihat mangrove yang padat dan dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan sebagai cadangan plasma nutfah pesisir atau mangrove.

Seperti apa gambaran Lantebung kini dan apa yang dilakukan keluarga SOSBOFI terutama anggota komunitas passapeda GoGoSS89 yang menginisiasi aksi konservasi ini, yuk, simak pada gambar berikut.

 

Lantebung, harapan Makassar yang perlu dijaga. Manfaat ekologi, ekonomi dan sosial akan diperoleh terus menerus jika kita komitmen merawat dan mengembangkannya.

 

Hamparan di muara sungai kecil ini jadi wahana tumbuhnya mangrove, mari mananaminya, jangan biarkan gersang tanpa pohon. Dengan pohon, abrasi dan gelombang dahsyat bisa dicegah.

 

Daeng Sangkala, 46, bertahan hidup dari memasang jaring dan perangkap rajungan. Baginya, mangrove yang sehat dan padat adalah rezeki. Ikan-ikan dan kepiting berkembang dan jadi bahan pangan untuk dia dan keluarga. Lebihnya, akan dijual ke warga kota Makassar.

 

Saraba, penetima Kalpataru kebanggaan Lantebung (atau Makassar, bahkan Indonesia) ini lahir dari perjuangan yang panjang dan tidak mudah. Disebut demikian sebab terlalu banyak orang yang ambisiius saat melihat mangrove, mereka ingin menebangnya dan mengubahnya jadi areal tambak. Saraba hadir sebagai penyelaman. 

 

Mangrove yang sehat dan padat, jadi rumah untuk udang-udang. Coba lihat udang dari laut di sekitar Lantebung yang gemuk ini.

 

SOSBOFI melalui GoGoSS89 hadir untuk menjaga mangrove Lantebung, masa depan Kota Makassar.

 

Terima kasih sudah datang berbagi cinta untuk Lantebung, untuk Kota Makassar.

Related posts