Departemen PKIP FKM Unhas Bersama Yayasan Gaya Celebes Perkuat Kolaborasi Penanggulangan HIV/AIDS di Makassar, Dukung Pencapaian SDGs

  • Whatsapp
Kolaborasi antara Departemen PKIP FKM Unhas, YGC, dan puskesmas se-Kota Makassar mencerminkan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan tinggi, organisasi masyarakat sipil, dan fasilitas pelayanan kesehatan.

PELAKITA.ID — Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP), Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), bersama Yayasan Gaya Celebes (YGC) tengah melaksanakan pertemuan koordinasi di Puskesmas Kassi-Kassi, Kota Makassar.

Kegiatan ini melibatkan para penanggung jawab dari puskesmas se-Kota Makassar sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan HIV/AIDS, khususnya terkait pelayanan kesehatan bagi kelompok populasi kunci.

Pertemuan ini berfokus pada isu HIV/AIDS serta kebutuhan layanan kesehatan bagi kelompok transgender (TG), laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), dan orang yang menyuntikkan narkoba (people who inject drugs atau PWID). Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelayanan kesehatan yang inklusif, memperkuat akses terhadap informasi dan layanan, serta meningkatkan perhatian terhadap berbagai hambatan sosial yang dapat memengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan.

Kolaborasi antara Departemen PKIP FKM Unhas, YGC, dan puskesmas se-Kota Makassar mencerminkan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan tinggi, organisasi masyarakat sipil, dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui koordinasi ini, para pihak berupaya memperkuat peran masing-masing dalam mendukung promosi kesehatan, pencegahan HIV, serta akses terhadap pemeriksaan, pengobatan, dan pendampingan sesuai kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini memiliki keterkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, yang menekankan pentingnya menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua orang di segala usia. Dalam konteks penanggulangan HIV/AIDS, tujuan tersebut mencakup penguatan upaya pencegahan, perluasan akses terhadap layanan kesehatan, serta peningkatan kualitas pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini relevan dengan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) , terutama melalui dorongan untuk mengurangi hambatan sosial dan diskriminasi yang dapat membatasi akses kelompok populasi kunci terhadap pelayanan kesehatan.

Pendekatan promosi kesehatan yang inklusif dan tidak menghakimi menjadi penting agar setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh informasi, pemeriksaan, pengobatan, dan pendampingan kesehatan dengan tetap menjunjung tinggi kerahasiaan serta martabat manusia.

Keterkaitan lainnya terlihat pada SDG 17 yakni Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya kerja sama multipihak dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Pertemuan ini mempertemukan unsur akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam satu ruang koordinasi. Kemitraan tersebut menjadi modal penting untuk menyelaraskan upaya, memperkuat komunikasi, dan mendorong kesinambungan program penanggulangan HIV/AIDS di Kota Makassar.

Dari perspektif promosi kesehatan dan ilmu perilaku, penanggulangan HIV/AIDS tidak cukup hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga perlu memperhatikan faktor pengetahuan, perilaku, lingkungan sosial, stigma, dan diskriminasi. Oleh karena itu, pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor menjadi penting untuk mendukung pemanfaatan layanan kesehatan secara optimal serta membangun lingkungan pelayanan yang aman, ramah, dan inklusif.

Melalui pertemuan yang tengah berlangsung ini, Departemen PKIP FKM Unhas bersama YGC dan para penanggung jawab puskesmas se-Kota Makassar diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan mengembangkan langkah kolaboratif yang berkelanjutan.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya mendukung upaya penanggulangan HIV/AIDS di tingkat lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian target pembangunan berkelanjutan melalui penguatan kesehatan masyarakat, pengurangan kesenjangan akses pelayanan, dan kemitraan yang efektif.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pencapaian SDGs membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan mengintegrasikan perspektif akademik, kebutuhan komunitas, dan pelayanan kesehatan, upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kota Makassar diharapkan semakin responsif, berkesinambungan, dan berorientasi pada prinsip (leave no one behind) tidak seorang pun tertinggal dalam pembangunan.