Bekali Alumni Keterampilan Penyelamatan, IKA Smansa 96 Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

  • Whatsapp
Kegiatan yang diinisiasi oleh Klinik Medika Utama tersebut berlangsung di Ruang Pelatihan Lantai 3 Graha Telkomsel, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Jumat, 9 Mei 2026.

PELAKITA.,ID — Menjelang usia 50 tahun, kesadaran terhadap kesehatan jantung dan kemampuan menghadapi kondisi darurat menjadi perhatian penting bagi para alumni.

Atas dasar itu, Ikatan Alumni (IKA) Smansa 96 Makassar menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan “Road to 3 Dekade IKA Smansa 96”.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Klinik Medika Utama tersebut berlangsung di Ruang Pelatihan Lantai 3 Graha Telkomsel, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Jumat, 9 Mei 2026.

Pelatihan diikuti sekitar 40 alumni angkatan 1996 serta sejumlah perwakilan lintas angkatan.

Edukasi Menghadapi Situasi Darurat

Koordinator kegiatan, Nana Herawati, mengatakan pelatihan ini digelar untuk meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri alumni dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan, khususnya kasus henti jantung.

“Tujuan utama kami adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis alumni. Kami ingin setiap anggota memiliki kepercayaan diri untuk memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan, khususnya henti jantung, sebelum tenaga medis profesional tiba di lokasi,” jelas Nana.

Hal senada disampaikan Kihajar Irwanto yang hadir mewakili Ketua IKA Smansa 96. Menurutnya, edukasi kesehatan menjadi semakin penting bagi kelompok usia produktif yang mulai memasuki masa senior.

“Kita menyadari teman-teman sudah mendekati usia 50 tahun, di mana risiko gangguan kesehatan jantung meningkat. Perlu ada edukasi nyata terkait penanganan serangan jantung untuk menekan risiko fatalitas atau kasus kematian mendadak yang sering terjadi,” tegasnya dalam sambutan.

Praktik Langsung Resusitasi Jantung Paru

Pelatihan menghadirkan dokter spesialis jantung, Muhammad Asrul Apris, sebagai narasumber utama.

Dalam sesi pelatihan, dr. Asrul tidak hanya menjelaskan teori Bantuan Hidup Dasar bagi masyarakat awam, tetapi juga membimbing peserta melakukan praktik langsung Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR).

Materi praktik menjadi bagian penting dalam pelatihan tersebut karena banyak peserta mengaku selama ini memperoleh informasi penanganan darurat dari media sosial yang belum tentu benar secara medis.

Salah seorang peserta, Nico Apriadi, menilai kegiatan ini memberikan pemahaman baru mengenai teknik penyelamatan yang sesuai standar medis.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kita jadi paham hal-hal dasar dan cara penanganan yang benar. Selama ini banyak informasi yang beredar di media sosial dan viral namun ternyata salah secara penanganan medis. Di sini kami belajar teknik yang terstandarisasi,” ujarnya.

Menyambut Tiga Dekade IKA Smansa 96

Pelatihan Bantuan Hidup Dasar ini menjadi salah satu agenda menuju perayaan tiga dekade IKA Smansa 96 yang akan berlangsung pada Juli mendatang.

Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi antarsesama alumni, kegiatan tersebut juga mencerminkan komitmen alumni untuk menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup, kesadaran kesehatan, dan keselamatan bersama.

Redaksi