PELAKITA.ID – Di tengah besarnya potensi maritim Indonesia, kebutuhan akan sumber daya manusia yang unggul dan inovatif di sektor perikanan dan kelautan menjadi semakin mendesak.
Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin hadir sebagai garda depan dalam pengembangan ilmu, teknologi, dan praktik budidaya yang berkelanjutan.
Sejak berdiri pada tahun 1968, program studi ini telah menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan maritim nasional. Dari waktu ke waktu, ia terus bertransformasi menjadi pusat unggulan yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga berorientasi global.
Dengan visi menjadi pusat unggulan pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat di bidang budidaya perairan pada tahun 2030, langkah-langkah strategis terus dilakukan untuk menjawab tantangan masa depan.
Kurikulum Adaptif dan Kompetensi Masa Depan
Budidaya Perairan Unhas mengembangkan kurikulum berbasis era industri 4.0 yang dirancang untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi teknis yang kuat dan aplikatif.
Proses pembelajaran difokuskan pada lima bidang kajian utama, yakni sistem budidaya, lingkungan perairan, reproduksi organisme, nutrisi, serta kesehatan ikan dan biota air.
Mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga pengalaman praktis melalui kegiatan laboratorium dan lapangan. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap lulusan mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem perairan.
Seorang mahasiswa mengungkapkan bahwa pilihan untuk masuk ke program ini didorong oleh kesadaran akan pentingnya memenuhi kebutuhan pasar tanpa mengorbankan kelestarian sumber daya.
Ia juga menekankan bahwa pembelajaran yang diperoleh tidak hanya terbatas di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik langsung yang memperkaya pengalaman.
Lingkungan Akademik yang Mendukung dan Kolaboratif
Salah satu kekuatan utama program studi ini terletak pada lingkungan akademik yang suportif. Dosen dan tenaga pendidik dikenal terbuka terhadap diskusi, baik dalam konteks akademik maupun pengembangan diri mahasiswa.
Fasilitas yang tersedia pun lengkap, mulai dari ruang kelas yang nyaman, laboratorium modern, tambak pendidikan, hatchery, hingga kolam praktik. Semua ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang komprehensif dan aplikatif.
Alifa Nurul Jannati, alumni angkatan 2019 yang kini bekerja di Badan Karantina Indonesia sebagai pengendali hama dan penyakit ikan, menuturkan bahwa dukungan dosen dan fasilitas yang memadai menjadi faktor penting dalam keberhasilannya menyelesaikan studi dan memasuki dunia kerja.
Dari Kampus ke Dunia: Jejak Global Alumni
Daya saing lulusan Budidaya Perairan Unhas tidak hanya terlihat di tingkat nasional, tetapi juga global. Salah satu alumni berhasil melanjutkan studi magister melalui program beasiswa Erasmus Mundus di Eropa, dengan pengalaman belajar di universitas ternama di Belanda dan Belgia.
Kini, ia melanjutkan riset doktoral di bidang teknologi pangan dan agrikultur, dengan fokus pada pengembangan peptida antimikroba sebagai alternatif antibiotik dalam budidaya ikan.
Perjalanan ini menjadi bukti bahwa fondasi akademik yang dibangun di Unhas mampu mengantarkan lulusannya bersaing di panggung internasional.
Inovasi dan Riset sebagai Jantung Pengembangan
Inovasi menjadi inti dari setiap langkah yang diambil program studi ini. Berbagai riset telah dikembangkan, mulai dari sistem budidaya berbasis Internet of Things (IoT) hingga penelitian kesehatan organisme perairan. Mahasiswa didorong untuk terlibat langsung dalam penelitian, menghasilkan publikasi ilmiah hingga paten yang diakui secara nasional dan internasional.
Lebih dari sekadar kegiatan akademik, riset ini menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata di lapangan.
Pengabdian untuk Masyarakat dan Keberlanjutan
Ilmu yang dikembangkan tidak berhenti di laboratorium. Program Studi Budidaya Perairan aktif hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan pengabdian, mentransfer teknologi kepada pembudidaya, serta memperkuat ekonomi lokal.
Pendekatan ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berfungsi mencetak lulusan, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Lebih dari Sekadar Tempat Belajar
Budidaya Perairan Universitas Hasanuddin bukan sekadar program studi. Ia adalah ekosistem yang membentuk inovator masa depan—individu yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian lingkungan, dan kesiapan untuk bersaing di tingkat global.
Dengan semangat “Shaping the Future of Global Aquaculture”, program ini terus melangkah maju, mencetak generasi yang akan menentukan arah masa depan sektor perikanan dan kelautan Indonesia—dan dunia.
Redaksi









