PELAKITA.ID — Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring, kolaborasi, dan kontribusi alumni dalam pembangunan daerah.
Hal ini disampaikan oleh Andi Sudirman Sulaiman saat membuka secara resmi Mubes IKA Unhas.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas soliditas alumni Unhas yang dinilainya memiliki kekuatan besar dalam berbagai sektor.
Ia bahkan menyebut Mubes kali ini sebagai salah satu yang paling “nyaman” bagi pemerintah daerah.
“Mubes ini luar biasa. Kegiatannya besar, tetapi mampu mandiri dalam pembiayaan. Ini menunjukkan kekuatan organisasi alumni yang solid dan memiliki jejaring kuat,” ujarnya.
Gubernur juga memberikan penghargaan kepada Ketua Umum IKA Unhas yang saat ini dijabat oleh Andi Amran Sulaiman, yang dinilai berhasil menggerakkan organisasi secara mandiri dan produktif.
Dorongan Riset Terapan untuk Kampus
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mendukung riset dari perguruan tinggi, khususnya Universitas Hasanuddin.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran riset sekitar Rp2–3 miliar, dengan syarat utama penelitian tersebut harus aplikatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kalau ada riset dari kampus yang bisa langsung digunakan dan berdampak bagi masyarakat, kami siap membiayai,” tegasnya.
Percepatan Infrastruktur dan Akses Kawasan
Selain dukungan pada sektor pendidikan, Gubernur juga memaparkan progres pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan jalan akses di belakang kampus Unhas dengan anggaran sekitar Rp7 miliar.
Jalan tersebut diharapkan dapat membuka konektivitas baru bagi masyarakat dan mahasiswa, khususnya akses alternatif yang selama ini digunakan secara informal.
“Ini akses penting, terutama bagi warga di sekitar kampus. Kita siapkan jalannya agar lebih layak dan terhubung dengan baik,” jelasnya.
Visi Aglomerasi dan Penguatan Kawasan Timur
Lebih jauh, Gubernur memaparkan program besar Pemerintah Provinsi dalam membangun kawasan regional Sulawesi melalui pendekatan aglomerasi.
Salah satu fokusnya adalah pengembangan infrastruktur bandara untuk mendukung konektivitas wilayah timur Indonesia.
Rencana perpanjangan landasan bandara agar dapat didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeing diharapkan mampu mempercepat mobilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.
“Kalau konektivitas terbuka, maka pertumbuhan ekonomi akan ikut bergerak. Kita dorong kawasan utara dan timur agar terkoneksi lebih kuat,” ungkapnya.
Peran Strategis Alumni dalam Pembangunan
Di akhir sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya peran alumni dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia mengakui bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai pihak, termasuk alumni Unhas yang tersebar di berbagai sektor.
“Kami butuh dukungan semua alumni. Banyak kebijakan dan program yang lahir dari pemikiran-pemikiran kampus dan kontribusi alumni,” katanya.
Mubes IKA Unhas pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga melahirkan gagasan strategis untuk kemajuan Sulawesi Selatan dan kawasan timur Indonesia.









