Aksi Nyata Pembangunan Sulawesi Selatan: Dari Forum Mubes IKA Unhas

  • Whatsapp
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman (dok: Pelakita.ID)

 

PELAKITA.ID — Forum Musyawarah Besar Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas) bukan sekadar ruang silaturahmi, tetapi juga menjadi panggung refleksi atas capaian nyata pembangunan di Sulawesi Selatan.

Dalam forum tersebut, berbagai program strategis yang digerakkan oleh Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman ditampilkan sebagai bukti konkret transformasi daerah.

Selama beberapa tahun terakhir, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama.

Pemerintah Provinsi telah membangun jalan sepanjang lebih dari 500 kilometer, sekaligus merencanakan proyek ambisius melalui program Multi Years Project 2025–2027 senilai Rp3,7 triliun.

Program ini menargetkan pembangunan hingga 1.000 kilometer jalan—dua kali lebih panjang dari periode sebelumnya, dengan waktu pelaksanaan yang lebih singkat.

Selain jalan, pembangunan jembatan strategis juga dilakukan, termasuk Jembatan Pancongkan yang menjadi salah satu jembatan rangka terpanjang di Sulawesi Selatan, serta Jembatan Malangke di Kabupaten Luwu Utara.

Infrastruktur ini menjadi penghubung vital yang membuka isolasi wilayah dan mempercepat arus ekonomi masyarakat.

Revitalisasi Infrastruktur Sosial dan Keagamaan

Tidak hanya fokus pada konektivitas, pemerintah juga menuntaskan pembangunan berbagai fasilitas keagamaan yang sebelumnya mangkrak, termasuk Masjid Quba 99 Asmaul Husna.

Selain itu, pembangunan dan revitalisasi masjid lain seperti Masjid Agussalim, Masjid Perakungang, hingga Masjid Kantor Gubernur turut dilakukan, disertai bantuan untuk ratusan rumah ibadah di seluruh Sulawesi Selatan.

Di sektor kesehatan, pembangunan Rumah Sakit Regional La Pampa (Laping) menjadi langkah strategis untuk meningkatkan akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat di daerah.

Penguatan Pertanian, Energi, dan Sumber Daya

Upaya pembangunan juga menyentuh sektor pertanian dan energi. Pembangunan bendung dan irigasi, termasuk proyek di Kabupaten Bone yang mampu mengairi lebih dari 1.100 hektare sawah, menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan.

Di sisi lain, pengembangan energi terbarukan seperti pembangkit tenaga surya mulai didorong sebagai bagian dari transisi energi.

Tak hanya itu, inisiatif strategis seperti pengelolaan bandara dan penguatan sektor pertambangan legal juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi daerah.

Efisiensi Anggaran dan Dampak Langsung ke Masyarakat

Salah satu pendekatan yang menonjol adalah efisiensi anggaran. Pemerintah Provinsi berhasil mengalihkan belanja yang bersifat rutin—seperti perjalanan dinas, sewa, dan kegiatan seremonial—menjadi belanja produktif yang langsung dirasakan masyarakat.

Hasilnya terlihat nyata. Bantuan 120 unit kapal telah mendukung lebih dari 1.000 nelayan. Sektor pertanian diperkuat dengan distribusi 8.497 unit alat dan mesin pertanian, serta program pembelian gabah yang menjangkau 200.000 hektare sawah.

Intervensi sosial juga dilakukan, termasuk penanganan stunting, subsidi penerbangan untuk membuka keterisolasian wilayah, serta layanan transportasi massal gratis Trans Sulsel yang dalam lima bulan telah melayani puluhan ribu penumpang.

Sinergi Daerah dan Dampak Makro

Kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota diperkuat melalui bantuan keuangan sebesar Rp300 miliar untuk pembangunan infrastruktur, sarana olahraga, dan penguatan UMKM.

Program peningkatan kapasitas aparatur sipil negara dan pemerintah desa juga menjadi bagian dari agenda reformasi birokrasi.

Dampaknya mulai terlihat pada indikator makro daerah. Tren penurunan angka kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta pertumbuhan ekonomi yang positif menjadi sinyal bahwa arah pembangunan berada pada jalur yang tepat.

Inovasi Lingkungan dan Energi Masa Depan

Salah satu langkah progresif adalah penandatanganan kerja sama pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik senilai Rp3 triliun.

Program ini menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto, sekaligus menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan lingkungan di Sulawesi Selatan.

Membangun dengan Kolaborasi

Dalam semangat Mubes IKA Unhas, pembangunan Sulawesi Selatan ditegaskan sebagai kerja kolektif.

Pemerintah menyadari bahwa keberhasilan tidak dapat dicapai sendiri, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen, termasuk alumni perguruan tinggi.

Dengan semangat kolaborasi, kontribusi, dan keberlanjutan, Sulawesi Selatan diarahkan menjadi daerah yang maju, inklusif, dan berdaya saing tinggi di kawasan timur Indonesia.