Peran vital ini dijalankan oleh Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Makassar.
Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi ekonomi perikanan Sulawesi Selatan. Data menunjukkan bahwa sektor ini tidak hanya besar, tetapi juga terus tumbuh secara berkelanjutan. Volume Ekspor: 202.712,5 Ton | Nilai Ekspor: Rp 7,1 Triliun | Pertumbuhan: +0,8% (vs 2024)
PELAKITA.ID – Sulawesi Selatan bukan sekadar gerbang Indonesia Timur, melainkan raksasa ekonomi biru yang sedang menunjukkan taringnya di panggung global.
Jika Anda pernah menikmati kelezatan udang vannamei di restoran atau produk olahan rumput laut, besar kemungkinan bahan bakunya berasal dari perairan kaya di wilayah ini.
Di balik angka ekspor yang terus meroket, ada sistem pengawasan berlapis yang memastikan setiap produk yang keluar dari pelabuhan kita memenuhi standar dunia.
Pernahkah Anda bertanya-tanya, siapa “penjaga gawang” yang memastikan gurita dari Bantaeng atau rajungan dari Maros tetap segar dan aman dikonsumsi hingga ke meja makan di belahan dunia lain?
Peran vital ini dijalankan oleh Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Makassar yang saat ini dipmpin oleh Plt Kepala Balai, Muhammad Zamrud, S.Pi, M.P.

Berikut adalah lima fakta mengejutkan yang membuktikan tangguhnya industri perikanan Sulawesi Selatan saat ini.
Pertumbuhan Ekonomi yang Stabil dan Fantastis
Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi ekonomi perikanan Sulawesi Selatan. Data menunjukkan bahwa sektor ini tidak hanya besar, tetapi juga terus tumbuh secara berkelanjutan.
Volume Ekspor: 202.712,5 Ton | Nilai Ekspor: Rp 7,1 Triliun | Pertumbuhan: +0,8% (vs 2024)
Meski dihantam dinamika pasar global, Sulawesi Selatan mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 0,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Berikut adalah lima komoditas jawara yang menjadi penggerak utama:
- Rumput Laut: Primadona utama dengan nilai mencapai Rp 2,3 Triliun (158.727,5 Ton).
- Karaginan: Produk olahan yang menembus nilai Rp 1,2 Triliun.
- Udang Vannamei: Komoditas ekspor favorit dengan nilai Rp 1,1 Triliun.
- Rajungan: Menyumbang angka signifikan sebesar Rp 402,3 Miliar.
- Gurita: Mencatatkan kontribusi sebesar Rp 311,9 Miliar.
Menembus Pasar Dunia: Dari China hingga Eksotisme Meksiko
Pasar ekspor Sulawesi Selatan kini telah menjangkau pelosok bumi. China masih mendominasi sebagai mitra utama dengan nilai Rp 3,3 Triliun, disusul oleh Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam.
Diversifikasi pasar kini semakin luas hingga ke wilayah Eropa dan Amerika Latin.
Salah satu momen paling bersejarah adalah Ekspor Perdana Frozen Octopus ke Meksiko pada 14 April 2025. Melalui PT Celebes Ocean Fisheries di Kabupaten Bantaeng, spesies Octopus Vulgaris asal Sulsel resmi melantai di pasar Meksiko.
Selain itu, pasar Eropa seperti Belanda dan Jerman, serta Rusia, kini menjadi tujuan utama bagi produk karaginan dan udang vannamei kita.
“Ekspor perdana komoditas Frozen Octopus (Octopus Vulgaris) ke negara tujuan Meksiko dari Kabupaten Bantaeng menandai babak baru keberhasilan produk lokal menembus standar ketat pasar Amerika Latin.”
Inovasi “Si Jempol Imut” untuk Pemberdayaan UMKM
BPPMHKP Makassar memahami bahwa kualitas harus dimulai dari hulu, termasuk dari tangan para pelaku usaha kecil. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya inovasi SI JEMPOL IMUT (Sistem Jemput Bola Integrasi Literasi dan Pendampingan Mutu UMKM Perikanan).
Petugas BPPMHKP tidak hanya duduk di balik meja. Mereka turun langsung ke lapangan—mulai dari pesisir Pangkep, Sinjai, hingga Bone—untuk melakukan pendampingan teknis.
Foto-foto dokumentasi memperlihatkan interaksi hangat namun profesional; petugas memberikan pelatihan CPIB (Cara Penanganan Ikan yang Baik) di atas kapal nelayan dan standar HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) bagi pengelola unit pengolahan.
Upaya “jemput bola” ini memastikan UMKM kita memiliki “paspor mutu” untuk bersaing dengan industri besar.
Benteng Keamanan Pangan: Pengujian Tanpa Kompromi
Di balik setiap sertifikat mutu, ada proses laboratorium yang sangat ketat. Skala operasional BPPMHKP Makassar dalam menjaga keamanan meja makan kita benar-benar masif.
Pada tahun 2025, laboratorium internal mereka melakukan sebanyak 11.168 pengujian, yang menjadi fondasi bagi penerbitan 13.057 Sertifikat SMKHP (Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan).
Visualisasikan suasana laboratorium yang steril: para ahli dengan jubah laboratorium putih dan alat pelindung diri lengkap bekerja teliti menguji sampel. Rincian pengujiannya meliputi:
- Mikrobiologi: 6.329 pengujian untuk mendeteksi bakteri merugikan.
- Kimia: 2.434 pengujian untuk memastikan bebas cemaran berbahaya.
- Organoleptik: 2.405 pengujian sensorik untuk menjaga kesegaran produk.
Keandalan ini didukung oleh empat pilar standar internasional: ISO 17020 (Inspeksi), ISO 17025 (Laboratorium), ISO 9001 (Manajemen Mutu), dan ISO 37001 (Anti Penyuapan).
Integritas Pelayanan dengan Kepuasan Nyaris Sempurna
Ketegasan dalam pengawasan mutu diimbangi dengan kualitas layanan publik yang luar biasa. BPPMHKP Makassar telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), yang membuktikan bahwa seluruh proses sertifikasi berjalan transparan tanpa pungutan liar.
Kepercayaan publik ini terekam jelas dalam angka Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 2025 yang mencapai skor 98,40 (Sangat Baik).
Lebih jauh lagi, pada awal tahun 2026, instansi ini dianugerahi penghargaan sebagai lembaga yang “Informatif” dalam Forum Keterbukaan Informasi Publik.
Bagi para eksportir, transparansi data dan integritas birokrasi ini adalah kunci kepastian usaha yang membuat iklim investasi perikanan di Sulawesi Selatan terus menggeliat.
Kesimpulan dan Refleksi Akhir
Sinergi antara pengawasan mutu yang tanpa kompromi, inovasi layanan jemput bola bagi UMKM, dan komitmen terhadap integritas adalah resep utama di balik angka ekspor Rp 7,1 Triliun tersebut. Sulawesi Selatan telah membuktikan bahwa kita tidak hanya mampu mengekspor dalam jumlah besar, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan dunia melalui kualitas yang terjaga.
Saat kita menikmati hidangan laut hari ini, sudahkah kita menyadari rantai panjang pengawasan yang memastikan keamanan setiap suapannya?
Ekosistem perikanan yang tangguh ini adalah masa depan ekonomi biru kita, yang menjaga kedaulatan pangan sekaligus kesejahteraan nelayan dari Bantaeng hingga Bone.
Editor Denun










