Setengah Abad Menjalin Kisah: Golden Reunion 1976 Fakultas Ekonomi Unhas di Malino

  • Whatsapp
Ilustrasi

PELAKITA.ID – Lima puluh tahun bukan sekadar angka. Ia adalah rentang waktu yang menyimpan jejak langkah, cerita perjuangan, dan persahabatan yang teruji zaman.

Bagi alumni jebolan Angkatan 1976 Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin, perjalanan setengah abad itu kini menemukan momentumnya dalam sebuah pertemuan istimewa: Golden Reunion 50 Tahun.

“Betul, kami akan menggelar Golden Reunion 50 Tahun, alumni Ekonomi angkatan 1976,” balas Jaharuddin Akhbar terkait agenda ini.

Dijelaskan Jaharuddin, acara akan digelar pada 11 hingga 12 April 2026 di kawasan sejuk Malino, tepatnya di Hotel Celebes, reuni ini bukan sekadar ajang temu kangen.

“Ini adalah ruang untuk kembali menyatukan serpihan kenangan, merajut ulang kebersamaan, dan meneguhkan identitas sebagai bagian dari sejarah panjang almamater,” jelasnya.

Mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Memperkuat Persaudaraan,” reuni ini membawa semangat pulang—baik secara fisik maupun emosional.

Guru Besar Ekonomi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas yang merupakan Ketua IKA FE 1976 menyebut narasi “Setengah Abad Menjalin Kisah, Kembali Pulang ke Almamater Tercinta” menjadi penegas bahwa waktu boleh berlalu, tetapi ikatan batin antarsesama alumni tetap hidup dan bermakna.

Reuni di Kualalumpur, Malaysia (dok: Istimewa)

“Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah nostalgia kampus. Para alumni diajak menapaktilasi dua ruang penting dalam sejarah mereka: kampus lama di Jalan Kandea, tempat awal perjalanan intelektual dimulai, serta kampus Tamalanrea yang kini menjadi simbol perkembangan Universitas Hasanuddin di era modern,” jelas Amran.

Bagi Amran, perjalanan ini bukan sekadar kunjungan fisik, tetapi juga perjalanan batin menelusuri jejak masa muda yang pernah membentuk arah hidup mereka.

Reuni 4 di Selayar

Momen lain yang tak kalah emosional adalah sesi Kilas Balik 1976. Dalam ruang ini, foto-foto lama akan kembali berbicara—menghidupkan kembali wajah-wajah muda, ruang kelas sederhana, hingga dinamika kehidupan kampus di masa itu.

“Visualisasi ini menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, menghadirkan kenangan yang mungkin telah lama tersimpan dalam ingatan masing-masing,” sebut Prof Amran, pria yang akrab disapa Demonstran dari Lorong Kambing ini.

Tak hanya itu, suasana kehangatan juga akan terasa dalam sesi ramah tamah. Di sinilah percakapan-percakapan lama akan kembali mengalir, cerita hidup akan saling dipertukarkan, dan tawa yang pernah akrab akan menemukan ritmenya kembali.

Reuni di Kualalumpur, Malaysia (dok: Istimewa)

Tidak ada sekat jabatan atau status—yang ada hanyalah persaudaraan yang tumbuh dari pengalaman bersama.

Sebagai penutup yang penuh makna, sesi foto angkatan akan menjadi simbol keabadian momen ini. Sebuah potret bersama yang bukan hanya dokumentasi visual, tetapi juga penanda sejarah bahwa Angkatan 1976 telah melewati lima dekade dengan segala dinamika dan pencapaiannya.

Bagi alumni 76, Golden Reunion ini pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang masa lalu. Ia adalah pengakuan bahwa perjalanan panjang sebuah angkatan adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan institusi.

Dengan menapaki kembali Kandea dan Tamalanrea, serta merawat memori kolektif yang ada, alumni Angkatan 1976 menegaskan diri sebagai bagian integral dari sejarah Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin.

Di Malino, di antara udara sejuk dan lanskap yang tenang, setengah abad kisah itu akan kembali dipertemukan. Bukan untuk berhenti, tetapi untuk dikenang, dirayakan, dan diwariskan.

Editor Denun