PELAKITA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 115 Universitas Hasanuddin resmi meluncurkan program kerja unggulan berupa pelatihan Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember) bagi warga Kelurahan Mandala, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, pada Selasa (3/2/2026).
Program ini dihadirkan sebagai solusi atas keterbatasan lahan pertanian dan kolam ikan konvensional di kawasan perkotaan, khususnya di wilayah padat hunian seperti Kelurahan Mandala.
Dengan memanfaatkan ember plastik berkapasitas 80 liter, warga dapat membudidayakan ikan lele sekaligus menanam sayuran organik berupa kangkung di pekarangan rumah masing-masing.
Inovasi Dua dalam Satu
Salah satu mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 115 Universitas Hasanuddin, Syahrul Ramadhan, menjelaskan bahwa Budikdamber merupakan sistem akuaponik sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat.
“Dalam program ini, kami tidak hanya mengajarkan cara memelihara ikan lele di dalam ember, tetapi juga mengintegrasikannya dengan tanaman kangkung di bagian atas.
Air sisa dari kotoran ikan mengandung nutrisi tinggi yang berfungsi sebagai pupuk alami bagi tanaman,” jelas Syahrul dalam sesi edukasi.
Metode Budikdamber memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya hemat lahan karena hanya membutuhkan ruang kurang dari satu meter persegi, hemat air karena tidak memerlukan penggantian air setiap hari, serta menghasilkan panen ganda berupa sumber protein hewani dan sayuran segar, yakni ikan lele dan kangkung.
Antusiasme Warga
Kegiatan pelatihan dilaksanakan di teras rumah warga RW 001 dan dihadiri oleh para Ketua RT dari RW 001 dan RW 003, serta sejumlah warga Kelurahan Mandala.
Selain penyampaian materi teknis, mahasiswa KKN-T juga menjelaskan keunggulan dan keterbatasan metode Budikdamber, serta membuka sesi diskusi dan berbagi pengalaman bersama warga.
Koordinator Kelurahan KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 115 Universitas Hasanuddin, Untung Nataniel Lomo, menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan program ini.
“Program Budikdamber sangat relevan dengan agenda Urban Farming Kota Makassar. Selain memanfaatkan lahan sempit di lingkungan padat penduduk, hasil panennya juga berpotensi membantu pencegahan stunting dengan menyediakan asupan gizi yang baik bagi ibu dan anak di Kelurahan Mandala.
Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bahu-membahu mendukung keberlanjutan program ini,” tuturnya.
___
Penulis: Syahrul Ramadhan,
