Reuni Anak ABRI di Kampus Merah, Pertemuan Rektor Unhas dan Rustan Rewa

  • Whatsapp
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa dan Asisten Ekonomi Pembangunan Pemerintah Tolitoli, pertemuan dua anak tentara (dok: Pelakita.ID)

PELAKITA.ID – Pagi itu, Jumat 29 Agustus 2025, suasana Ruang Rektor Universitas Hasanuddin terasa lebih hangat dari biasanya. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Tolitoli, H. Rustan Rewa, bersua dengan Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa (JJ).

Bukan sekadar pertemuan kerja sama antara pejabat daerah dan pimpinan perguruan tinggi, melainkan juga sebuah reuni kecil antara dua sahabat lama yang sama-sama tumbuh sebagai “anak tentara” dan pernah menghabiskan masa muda di kampus Agrokompleks Unhas.

Rustan, mahasiswa Pertanian angkatan 1987, dan Jamaluddin, mahasiswa Perikanan angkatan 1985, saling berpelukan erat.

“Ini reuni anak ABRI,” ujar Rustan dengan nada berseloroh, menegaskan ikatan batin yang tak lekang oleh waktu. Bagi Prof. JJ, pertemuan ini terasa istimewa. “Kami sudah beberapa kali bertemu, tapi baru kali ini terasa berbeda karena berlangsung di kampus sendiri,” ungkapnya.

Dalam perbincangan santai namun penuh makna itu, Rustan berbagi kisah perjalanan panjangnya sebagai aparatur sipil negara. Lebih dari 30 tahun ia mengabdi di bidang kehutanan dan pertanian di Sulawesi Tengah, khususnya Tolitoli.

Kini, pria yang mengaku dilahirkan ayah tentara dengan pangkat Kapten ini memegang amanah baru sebagai Plt Kepala Dinas Dukcapil dan Kearsipan Kabupaten Tolitoli.

Di hadapan sahabat lamanya yang kini memimpin universitas terbesar di kawasan timur Indonesia, Rustan tak segan memberi apresiasi.

“Prof JJ ini anak tentara yang cemerlang. Banyak prestasi Unhas lahir di masa kepemimpinannya, dari menembus 1000 besar World University Rankings hingga meraih juara PIMNAS. Tidak banyak pemimpin yang bisa begitu,” ujarnya.

Rustan juga menyebutkan, meski sibuk, Prof. JJ tetap meluangkan waktu untuk menyambutnya. “Hari ini saya dengar beliau ada rapat penting soal Unhas dan perbankan, tapi tetap menyisihkan waktu untuk kami. Itu luar biasa,” tambahnya.

Namun, pertemuan ini tidak berhenti pada nostalgia. Rustan membawa harapan baru bagi Tolitoli. Ia menyampaikan keinginan agar kerja sama Unhas dan Pemerintah Tolitoli diperluas.

Selama ini kolaborasi hanya di satu sektor, ke depan ia berharap Unhas bisa mendukung riset, asistensi perencanaan pembangunan daerah, hingga penerapan inovasi teknologi, khususnya pengolahan komoditas unggulan seperti kakao serta hasil perkebunan lainnya. Potensi kelautan dan perikanan juga tak luput dari pembicaraan.

“Banyak ikan Tolitoli masuk Makassar, nelayannya pun banyak yang bekerja sama dengan pengusaha di sini. Jadi kolaborasi akan sangat bermanfaat,” kata Rustan.

Prof. JJ merespons positif gagasan itu. Menurutnya, posisi Tolitoli sangat strategis karena berada di jalur antara Sulawesi dan Kalimantan. “Ikan-ikan dari Selat Makassar banyak yang beruaya ke perairan Tolitoli. Wajar jika potensi perikanannya sangat besar. Ini perlu dikaji dan dikembangkan bersama,” ujarnya.

Selain potensi perikanan, JJ juga menyinggung peran Tolitoli yang kian penting dengan adanya bandara baru serta kedekatannya dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Untuk sektor pertanian, ia secara khusus mengapresiasi kiprah Rustan yang konsisten mempromosikan hasil bumi Tolitoli.

“Tentu saja Unhas bangga, ada sosok seperti Pak Rustan, alumni Unhas yang mendapat amanah dari Kepala Daerah Tolitoli, bukan di Sulsel, tapi di Sulawesi Tengah. Titip salam hormat untuk Pak Bupati Amran Hi Yahya dan wakil beliau, Moh Besar Bantilan,” ucap JJ.

“Semoga bisa bertandang ke Tolitoli suatu waktu,” ucap Prof JJ.

Pertemuan di Ruang Rektor itu pun menjadi lebih dari sekadar agenda formal. Ia berubah menjadi ruang berbagi cerita, apresiasi, sekaligus membuka jalan bagi kerja sama yang lebih luas.

Bagi keduanya, reuni ini bukan hanya soal kenangan masa kuliah, tetapi juga tekad untuk membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

(KAZ)